Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi BRH 27 Mei 2026 15:32 WIB 3
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pengoperasian Satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan memperkuat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian satelit di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026, di tengah upaya pemerintah mempercepat konektivitas nasional.

Menurut Meutya, akses internet saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terhubung ke dunia maya. Pemerintah menilai satelit berkapasitas besar tersebut menjadi salah satu solusi untuk menjangkau daerah pelosok, wilayah 3T, hingga pulau-pulau terluar.

Satelit Nusantara Lima

Meutya menjelaskan, kapasitas Satelit Nusantara Lima mencapai 160 Gbps, sehingga dapat mendukung kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat. Kehadiran satelit ini diharapkan memberi ruang bagi penyedia layanan dalam negeri untuk mengisi kebutuhan internet nasional secara lebih merata.

Ia menegaskan bahwa akses digital tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah dekat Pulau Jawa. Pemerintah ingin layanan internet hadir dari Sabang sampai Merauke, termasuk Pulau Rote hingga Miangas.

Dalam kesempatan itu, Meutya juga menyinggung pengalaman pemerintah saat membagikan Starlink di Miangas ketika Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke wilayah terluar tersebut. Menurut dia, langkah itu dilakukan untuk memastikan hak masyarakat atas informasi dapat dipenuhi secepat mungkin.

Namun, pemerintah kini mendorong agar kebutuhan konektivitas di daerah terluar dapat dipenuhi oleh industri nasional. Dengan begitu, pemerataan akses internet tidak hanya bergantung pada solusi sementara, melainkan pada infrastruktur strategis buatan dalam negeri.

Target Desa Tanpa Internet

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Meutya menyebut pemerataan internet harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan publik. Karena itu, pembangunan konektivitas tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa internet yang hadir di desa-desa terpencil harus memberi manfaat nyata bagi warga. Akses digital diharapkan dapat membuka peluang pendidikan, usaha, dan layanan pemerintahan yang lebih efisien.

Menurut pemerintah, pemerataan konektivitas akan menjadi ukuran penting dalam transformasi digital nasional. Dengan infrastruktur yang semakin meluas, kesenjangan akses antarwilayah diharapkan dapat menyempit secara bertahap.

Perlindungan Ruang Digital

Meutya menekankan bahwa kehadiran konektivitas harus dibarengi perlindungan bagi masyarakat di ruang digital. Pemerintah ingin memastikan akses internet tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menciptakan lingkungan digital yang aman.

Ia menyebut ancaman seperti kekerasan siber, judi online, dan radikalisasi perlu ditangani secara serius. Karena itu, perlindungan pengguna, terutama anak-anak, menjadi bagian penting dari agenda digital nasional.

Menurut Meutya, konektivitas tidak akan berarti jika tidak meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus terlindungi dari risiko digital yang terus berkembang.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan digital berjalan lebih seimbang. Akses yang luas, aman, dan produktif dinilai menjadi syarat utama bagi ekosistem digital yang sehat.

Kolaborasi Industri Nasional

Meutya menilai Satelit Nusantara Lima merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun infrastruktur digital strategis. Ia menyebut keberanian Pasifik Satelit Nusantara sebagai contoh penting bagi penguatan industri nasional.

Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri dalam membangun ekosistem digital. Kerja sama itu diarahkan agar Indonesia memiliki jaringan yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan digital membutuhkan sumber daya manusia yang berani dan memiliki kapasitas tinggi. Oleh karena itu, penguatan talenta dan industri disebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.

Dengan hadirnya Satelit Nusantara Lima, pemerintah berharap pemerataan internet nasional dapat dipercepat secara nyata. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan transformasi digital regional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!