Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 16:55 WIB 2
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Perdebatan soal olahraga pagi dan malam kerap muncul di kalangan masyarakat, terutama di tengah gaya hidup yang semakin sibuk. Sebagian orang memilih pagi karena dinilai membantu tubuh lebih segar, sementara yang lain memilih malam untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.

Menurut fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang, tidak ada satu waktu yang paling ideal untuk semua orang. Waktu terbaik untuk berolahraga perlu disesuaikan dengan jenis latihan, kondisi fisik, serta rutinitas harian masing-masing individu.

Olahraga pagi dan malam

Pagi hari sering dipilih karena dinilai membantu membangun kebiasaan yang lebih teratur. Saat tubuh bergerak sejak awal hari, banyak orang merasa lebih siap menjalani aktivitas berikutnya.

Olahraga pagi juga dapat membuat pernapasan lebih terkontrol dan postur tubuh lebih baik. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya sepanjang hari.

Selain itu, olahraga di pagi hari dapat membuat pikiran terasa lebih jernih. Aktivitas fisik pada pagi hari juga sering dikaitkan dengan suasana hati yang lebih stabil saat memulai pekerjaan.

Paparan sinar matahari di pagi hari turut membantu tubuh mengenali ritme sirkadian. Hal ini dapat mendukung pola tidur yang lebih teratur, terutama bagi orang yang ingin memperbaiki jam biologisnya.

Manfaat olahraga malam

Olahraga malam juga memiliki keunggulan bagi mereka yang sulit meluangkan waktu di pagi hari. Setelah seharian bekerja, aktivitas fisik pada malam hari dapat menjadi sarana untuk mengurangi stres.

Jenis olahraga yang dianjurkan pada malam hari umumnya berintensitas rendah. Jalan santai, berenang ringan, atau peregangan dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi tubuh menjelang waktu istirahat.

Latihan dengan intensitas terlalu tinggi pada malam hari berpotensi meningkatkan hormon stres, yaitu kortisol. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih waspada dan menyulitkan proses tidur.

Karena itu, olahraga malam sebaiknya dilakukan dengan durasi dan beban yang wajar. Tujuannya adalah menjaga tubuh tetap aktif tanpa mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Selain mempertimbangkan waktu, seseorang juga perlu menyesuaikan olahraga dengan kondisi tubuhnya. Latihan yang terlalu berat tanpa persiapan dapat membuat tubuh cepat lelah dan tidak nyaman.

Dokter Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan dan olahraga intensitas tinggi membutuhkan dukungan fisik yang memadai. Tubuh perlu berada dalam kondisi yang cukup fit agar manfaat latihan bisa diperoleh secara maksimal.

Istirahat yang cukup menjadi salah satu fondasi utama sebelum berolahraga. Tanpa tidur yang memadai, tubuh akan lebih sulit merespons beban latihan dengan baik.

Asupan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting untuk menjaga stamina. Kombinasi tidur, makanan bergizi, dan hidrasi yang baik membantu tubuh tidak kewalahan saat beraktivitas fisik.

Pilih yang paling konsisten

Dokter Louise Rix menilai bahwa faktor terpenting bukan semata-mata jam olahraga. Yang lebih utama adalah apakah jenis olahraga tersebut sesuai dengan gaya hidup seseorang.

Olahraga yang paling bermanfaat adalah yang bisa dilakukan secara rutin. Kebiasaan yang konsisten akan memberikan hasil lebih baik dibanding latihan berat yang hanya sesekali dilakukan.

Karena itu, setiap orang perlu memilih waktu yang paling realistis untuk dijalankan. Pilihan yang selaras dengan pekerjaan, waktu istirahat, dan kondisi tubuh akan lebih mudah dipertahankan.

Baik pagi maupun malam, keduanya tetap bisa memberi manfaat jika dilakukan dengan cara yang tepat. Kuncinya adalah mendengar kebutuhan tubuh, menjaga konsistensi, dan menyesuaikan intensitas latihan dengan kemampuan diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!