Satelit Nusantara Lima Dorong Internet Merata Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 10:00 WIB 3
Satelit Nusantara Lima Dorong Internet Merata Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pengoperasian Satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Menurut Meutya, akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terhubung. Pemerintah menargetkan konektivitas yang lebih merata, agar layanan digital dapat dirasakan dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah terluar seperti Miangas dan Rote.

Satelit untuk internet merata

Meutya menyebut, capaian konektivitas nasional saat ini setara dengan sekitar 230 juta penduduk yang sudah terhubung ke internet. Angka itu dinilai besar jika dibandingkan dengan banyak negara lain, namun pemerintah tetap menargetkan seluruh 280 juta warga Indonesia dapat terkoneksi.

Ia menegaskan, pemerataan akses internet tidak boleh hanya berhenti di wilayah yang dekat dengan Pulau Jawa. Pemerintah ingin konektivitas hadir di seluruh penjuru negeri, termasuk daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat.

Dalam kesempatan itu, Meutya menilai kehadiran Satelit Nusantara Lima menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan internet nasional. Infrastruktur satelit ini diharapkan membantu menutup kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan konektivitas di pelosok seharusnya dapat dipenuhi oleh perusahaan dalam negeri. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat kemandirian teknologi sekaligus mempercepat pemerataan layanan digital.

Konektivitas wilayah tertinggal

Meutya mengatakan, Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas besar hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut mampu membantu mencukupi kebutuhan konektivitas di wilayah pelosok Tanah Air.

Pemerintah, kata dia, tidak ingin masyarakat di daerah terluar terus bergantung pada solusi sementara. Pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Miangas, pemerintah sempat membagikan Starlink untuk memenuhi kebutuhan konektivitas mendesak.

Namun, Meutya menilai solusi jangka panjang tetap harus dibangun melalui infrastruktur nasional yang kuat. Karena itu, pengoperasian satelit milik PSN menjadi penting untuk memperkuat layanan internet di daerah yang belum terlayani secara optimal.

Ia menegaskan, hak masyarakat untuk mendapatkan informasi harus dipenuhi tanpa menunggu terlalu lama. Wilayah 3T menjadi perhatian utama agar transformasi digital tidak hanya dinikmati kota-kota besar.

Target desa tanpa sinyal

Pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 desa yang belum terhubung internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital di seluruh wilayah prioritas.

Fokus utama pemerintah berada pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses jaringan. Melalui program tersebut, layanan digital diharapkan dapat hadir lebih cepat dan lebih merata.

Meutya menekankan, pembangunan konektivitas tidak hanya soal menghadirkan sinyal. Menurut dia, internet harus menjadi pintu masuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut, jika konektivitas tidak berdampak pada kehidupan warga, maka manfaat pembangunan digital akan terasa timpang. Karena itu, pemerintah ingin memastikan kehadiran internet benar-benar mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Perlindungan ruang digital

Selain menghadirkan jaringan internet, pemerintah juga menaruh perhatian pada keamanan ruang digital. Meutya menegaskan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan seiring dengan perluasan akses layanan digital.

Ia menyoroti ancaman kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai risiko digital lainnya. Pemerintah, kata dia, akan bertindak tegas untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan dari bahaya tersebut.

Menurut Meutya, Satelit Nusantara Lima tidak hanya berfungsi sebagai sarana konektivitas, tetapi juga bagian dari infrastruktur strategis nasional. Kehadirannya diharapkan mendukung sekaligus mengamankan agenda transformasi digital Indonesia.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan industri akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan. Dengan dukungan itu, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berlangsung lebih cepat dan lebih inklusif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!