Satelit N5 Siap Komersial, Perkuat Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 12:40 WIB 2
Satelit N5 Siap Komersial, Perkuat Internet Nasional

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu diberikan usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan diproyeksikan memperkuat pemerataan akses internet di Indonesia. Kehadiran satelit ini menjadi langkah penting untuk mendukung layanan digital, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Satelit N5 dan internet nasional

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan bahwa kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat secara luas. Menurut dia, Satelit N5 dirancang untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang selama ini masih tertinggal di banyak daerah.

Adi menyampaikan bahwa PSN bersyukur karena Satelit Nusantara Lima telah melewati tahapan uji oleh tim evaluator dan memperoleh izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ia menilai pencapaian ini menunjukkan komitmen perusahaan menghadirkan infrastruktur satelit yang canggih sekaligus patuh pada regulasi nasional.

PSN juga menempatkan proyek ini sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pemerataan konektivitas nasional. Dengan kapasitas besar dan jangkauan luas, Satelit N5 diharapkan menjadi tulang punggung internet nasional di banyak wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Uji laik operasi Komdigi

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan serta fungsionalitas. Pemeriksaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Langkah tersebut diperlukan untuk menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru turut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat itu menegaskan pentingnya pengawasan ketat sebelum satelit dioperasikan secara komersial.

Target konektivitas digital

Menurut Edwin, Satelit N5 merupakan aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Pemerintah, kata dia, terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.

Edwin menambahkan bahwa kelulusan ULO membuktikan infrastruktur tersebut siap secara teknis untuk mendukung agenda besar digital nasional. Ia berharap kapasitas 160 Gbps dapat segera dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk memperkuat layanan publik di daerah yang masih terbatas akses digitalnya.

Target yang dikejar pemerintah adalah kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029. Dalam konteks itu, kehadiran Satelit N5 dinilai dapat membantu mempersempit kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pelosok.

Jangkauan luas dan integrasi

Falatehan selaku Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi menyebut seluruh proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat. Pemeriksaan mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai standar yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan itu dinilai penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan menjangkau kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026 setelah menjalani Electric Orbit Raising.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung layanan internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!