Satelit N5 Siap Komersial, Perkuat Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 23 Mei 2026 19:58 WIB 5
Satelit N5 Siap Komersial, Perkuat Internet Nasional

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 secara komersial setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu terbit usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 disebut menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kehadirannya diharapkan memperkuat kapasitas satelit nasional dan membantu pemerataan akses internet, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Satelit N5 untuk Internet

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat luas. Menurut dia, tahapan ini menegaskan kesiapan teknis dan kepatuhan N5 terhadap regulasi nasional.

Adi mengatakan PSN bersyukur Satelit Nusantara Lima berhasil melewati evaluasi dan memperoleh izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ia menilai pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan infrastruktur satelit yang canggih dan patuh aturan.

PSN menargetkan satelit itu mendukung misi pemerataan konektivitas di seluruh Nusantara. Perusahaan juga mengaitkannya dengan upaya mengurangi kesenjangan akses internet di daerah yang selama ini sulit dijangkau.

Dengan beroperasinya N5, PSN berharap layanan berbasis satelit dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan sektor publik. Kapasitas besar yang dimiliki satelit ini dinilai penting untuk menopang kebutuhan koneksi yang terus meningkat.

Satelit N5 Lolos ULO

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan serta fungsionalitas. Pengujian itu merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Rangkaian pemeriksaan mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Pemeriksaan tersebut bertujuan menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru turut ditinjau langsung oleh sejumlah pejabat Komdigi. Hadir di lokasi antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Komdigi menilai tahapan pengujian menjadi penentu sebelum layanan satelit masuk ke fase komersial. Dengan lolosnya ULO, N5 dinyatakan memenuhi aspek teknis yang diperlukan untuk mengoperasikan layanan kepada publik.

Satelit N5 Dukung Digital

Edwin Hidayat Abdullah mengatakan kehadiran Satelit N5 merupakan aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Ia menyinggung target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Menurut Edwin, pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Ia menilai kapasitas 160 Gbps pada N5 dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat layanan publik di daerah dengan keterbatasan akses digital.

Pemerintah melihat infrastruktur satelit sebagai bagian penting dari agenda besar digitalisasi. Dalam konteks itu, N5 diharapkan tidak hanya menjadi tambahan kapasitas, tetapi juga pengungkit kualitas layanan internet nasional.

Kehadiran satelit baru ini juga sejalan dengan kebutuhan untuk memperluas akses komunikasi di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Dengan dukungan tersebut, layanan pendidikan, kesehatan, hingga administrasi publik berpeluang berjalan lebih efektif.

Satelit N5 dan Jangkauan

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan menegaskan bahwa seluruh proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat. Pemeriksaan mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT.

Ia menyatakan hasil pengujian menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan itu dinilai penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan memiliki jangkauan hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menjalani Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung internet cepat bagi masyarakat, bisnis, dan penguatan keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!