Perjalanan karier Saputra Kori memasuki babak baru setelah ia resmi menapaki dunia akting di industri hiburan Tanah Air. Kreator konten asal Bali yang dikenal lewat TikTok dengan 20 juta pengikut itu kini terlibat dalam film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea, garapan sutradara Anggy Umbara.
Langkah tersebut diambil setelah sekitar enam tahun berkarya sebagai content creator di TikTok dan YouTube. Saputra Kori menyebut akting sebagai medium baru untuk mencari tantangan yang berbeda, sekaligus memperluas kemampuan seninya di layar lebar.
Saputra Kori dan Langkah Baru
Saputra Kori mengaku ingin mencoba dunia film setelah lama berkutat di ranah konten digital. Menurut dia, keinginan itu muncul secara natural, bukan karena tuntutan tertentu dari pihak luar.
Ia menilai dunia akting menawarkan ruang eksplorasi yang lebih luas dibandingkan format konten pendek. Karena itu, ia memilih mulai merambah film dan sinetron sebagai tahap awal perjalanannya.
Kehadirannya dalam film horor tersebut menjadi penanda serius langkah barunya di industri hiburan. Proyek ini juga mempertemukannya dengan sutradara berpengalaman, Anggy Umbara, yang menggarap adaptasi dari film Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum.
Bagi Saputra Kori, kesempatan itu menjadi pintu masuk untuk belajar dari lingkungan kerja yang berbeda. Ia berharap pengalaman ini dapat memperkaya kemampuannya sebagai figur publik yang ingin berkembang di luar media sosial.
Saputra Kori Soal Casting
Meski memiliki basis penggemar besar, Saputra Kori menolak anggapan bahwa popularitas media sosial otomatis membuka jalan ke dunia film. Ia menegaskan dirinya tetap mengikuti proses casting seperti pendatang baru pada umumnya.
Ia mengungkapkan pernah mengalami penolakan berkali-kali sebelum akhirnya mendapat kepercayaan untuk bermain dalam film layar lebar. Menurut dia, perjalanan itu tidak selalu terlihat oleh publik yang hanya menyaksikan hasil akhirnya.
Saputra Kori menilai banyak orang hanya melihat sisi viral dari seorang seleb TikTok. Padahal, di balik itu ada proses seleksi yang ketat dan kegagalan yang harus dihadapi berulang kali.
Ia juga menyebut persepsi publik sering kali keliru karena mengira peran di film didapat semata-mata karena jumlah pengikut. Bagi dia, kenyataannya jauh lebih kompleks dan membutuhkan pembuktian kemampuan di depan tim produksi.
Saputra Kori Hargai Perjuangan
Saputra Kori mengaku bersyukur mendapat kesempatan masuk ke industri perfilman melalui jalur yang ia miliki. Ia menyadari, tidak semua aktor memiliki akses yang sama untuk memulai langkah pertama.
Ia menaruh hormat kepada para aktor yang membangun karier dari bawah tanpa bantuan popularitas di media sosial. Menurut dia, perjuangan mereka untuk masuk ke industri film jauh lebih berat dan layak diapresiasi.
Baginya, keberadaan sebagai content creator memang menjadi jembatan yang mempermudah koneksi awal. Namun, ia menegaskan bahwa kesempatan itu tetap harus dijaga dengan kerja keras dan sikap profesional.
Ia ingin kehadirannya di layar lebar tidak dipandang sebagai jalan pintas. Sebaliknya, ia berharap dapat menunjukkan bahwa figur digital juga harus membuktikan kapasitas mereka di dunia akting.
Saputra Kori Dorong Penonton
Salah satu motivasi utama Saputra Kori menekuni film adalah keinginannya mengajak generasi muda kembali ke bioskop. Ia percaya basis penggemarnya di media sosial bisa menjadi penggerak untuk menonton film lokal di layar lebar.
Ia berharap kehadirannya dapat membantu memperluas minat anak muda terhadap film Indonesia. Menurut dia, industri perfilman nasional membutuhkan dukungan penonton agar terus tumbuh dan bersaing.
Saputra Kori juga ingin penggemarnya tidak hanya mengikuti konten di TikTok dan YouTube, tetapi ikut meramaikan bioskop. Ia menilai kebiasaan menonton film lokal perlu terus dibangun sejak dini.
Dengan langkah barunya ini, ia menargetkan kontribusi yang lebih nyata bagi perfilman Tanah Air. Ia pun optimistis kehadiran kreator digital di layar lebar bisa membuka ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya anak bangsa.
