Perjalanan karier Saputra Kori memasuki babak baru di industri hiburan Tanah Air. Seleb TikTok asal Bali yang memiliki 20 juta pengikut itu mulai memantapkan langkah ke dunia akting, termasuk lewat film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea garapan Anggy Umbara.
Setelah sekitar enam tahun berkarya sebagai kreator konten, ia memilih memperluas kemampuan seni dengan mencoba tantangan baru di film dan sinetron. Saputra Kori menegaskan, keputusannya masuk dunia layar lebar bukan sekadar mengikuti tren, melainkan dorongan untuk mengeksplorasi kemampuan yang belum pernah ia jalani sebelumnya.
Saputra Kori dan Dunia Film
Saputra Kori mengaku keinginannya masuk ke film muncul dari kebutuhan untuk berkembang. Ia merasa pengalaman di dunia konten digital memberinya bekal, tetapi belum cukup untuk menjawab tantangan baru di industri akting.
Ia menuturkan, dunia film menawarkan ruang eksplorasi yang lebih luas dibandingkan pembuatan konten harian. Menurut dia, proses berakting menuntut pendalaman emosi, disiplin, dan kemampuan bekerja sama dalam satu produksi besar.
Dalam keterangannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026, ia menegaskan bahwa langkah ini sudah lama ia pikirkan. Saputra Kori ingin mencoba pengalaman baru setelah enam tahun aktif di dunia digital.
Proyek film horor yang digarap Anggy Umbara menjadi salah satu pintu masuk penting bagi karier aktingnya. Keterlibatan itu sekaligus menandai keseriusannya untuk tidak hanya dikenal sebagai figur media sosial.
Proses Casting yang Ketat
Meski memiliki basis penggemar besar, Saputra Kori menolak anggapan bahwa dirinya mudah mendapat peran. Ia menyebut proses yang dijalani tetap melalui tahapan casting seperti aktor lainnya.
Ia mengaku sempat menerima banyak penolakan sebelum akhirnya dipercaya bermain dalam film layar lebar. Pengalaman itu, menurut dia, menjadi bagian dari proses yang harus dihormati dalam industri perfilman.
Saputra Kori juga menepis persepsi bahwa kehadirannya di film semata-mata untuk mengandalkan popularitas. Ia menegaskan, pihak produksi tetap menilai kemampuan dan kecocokan peran sebelum memberi kesempatan.
Baginya, penolakan dalam casting justru menjadi pengingat bahwa industri film memiliki standar yang ketat. Ia menilai setiap pemain, baik pendatang baru maupun yang berangkat dari nol, tetap harus membuktikan kapasitasnya.
Apresiasi untuk Para Aktor
Saputra Kori menyampaikan rasa syukur karena mendapat jalan masuk ke dunia perfilman melalui konten digital. Ia sadar, tidak semua aktor memiliki kesempatan serupa untuk dikenal lebih dulu oleh publik.
Ia juga menunjukkan penghargaan besar kepada para aktor yang meniti karier dari bawah tanpa dukungan popularitas media sosial. Menurut dia, perjuangan mereka jauh lebih berat dan patut dihargai.
Dalam pandangannya, dunia akting bukan hanya soal ketenaran, melainkan juga soal konsistensi dan kerja keras. Karena itu, ia berusaha menjaga sikap rendah hati saat memulai langkah baru di layar lebar.
Ia berharap kehadirannya tidak dipandang sebagai jalan pintas, melainkan sebagai bagian dari perjalanan profesional yang serius. Sikap itu menjadi cara Saputra Kori menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri.
Harapan untuk Bioskop Indonesia
Salah satu motivasi terbesar Saputra Kori adalah mengajak generasi muda kembali meramaikan bioskop. Ia ingin fanbase yang selama ini mengikuti dirinya di TikTok dan YouTube ikut memberi dukungan pada film Indonesia.
Menurut dia, kehadiran anak muda di bioskop akan berdampak positif bagi pertumbuhan industri film lokal. Semakin banyak penonton, semakin besar pula peluang karya dalam negeri mendapat perhatian lebih luas.
Ia menilai media sosial dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan film kepada audiens yang lebih muda. Dengan pendekatan itu, film Indonesia diharapkan semakin dekat dengan penonton generasi baru.
Saputra Kori optimistis langkahnya di dunia akting bisa memberi kontribusi, meski dimulai dari jalur yang tidak biasa. Ia berharap popularitasnya dapat diarahkan untuk hal yang lebih bermanfaat, termasuk mendukung perfilman nasional.
