Samanta Elsener Ungkap Perjalanan Menjadi Mualaf

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 14:14 WIB 2
Samanta Elsener Ungkap Perjalanan Menjadi Mualaf

Sosok Samanta Elsener, adik pembawa acara Darius Sinathrya, menjadi sorotan setelah terbuka menceritakan keputusannya memeluk Islam. Psikolog dan penulis itu mengungkap perjalanan batin yang panjang, mulai dari duka kehilangan ibu hingga pencarian ketenangan yang akhirnya membawanya menjadi mualaf.

Dalam obrolan bersama Melaney Ricardo di kanal YouTube, Samanta menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa. Ia menilai proses itu sebagai perjalanan penyembuhan diri, setelah melalui riset terhadap berbagai agama dan merasakan kedamaian saat mengenal Islam.

Perjalanan Mualaf Samanta Elsener

Samanta mengaku ketertarikannya pada Islam muncul secara perlahan, bukan karena dorongan dari luar. Ia justru merasakan ada sesuatu yang menenangkan setiap kali melewati masjid saat berangkat ke kampus.

Pengalaman itu membuatnya penasaran terhadap ibadah umat Muslim, terutama gerakan salat yang ia lihat dari kejauhan. Menurutnya, gerakan sederhana tersebut memunculkan rasa damai yang belum pernah ia pahami sebelumnya.

Meski saat itu belum menjadi Muslim, Samanta mulai menyadari bahwa ada daya tarik emosional yang kuat dari lingkungan sekitar masjid. Ia menyebut atmosfer tersebut memberi kesan positif yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Dari sana, ketertarikannya berkembang menjadi pencarian yang lebih serius. Ia mulai menaruh perhatian pada ajaran Islam sebagai bagian dari upaya memahami kebutuhan batinnya sendiri.

Riset Agama dan Pencarian Damai

Samanta tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat, melainkan melalui proses intelektual yang cukup panjang. Ia sempat mempelajari sejumlah agama untuk memahami mana yang paling sesuai dengan kondisi jiwanya.

Dalam proses itu, ia menemukan bahwa banyak anggapan negatif tentang Islam tidak sejalan dengan kenyataan yang ia lihat. Ia justru bertemu dengan ajaran yang menekankan kedamaian, ketenangan, dan keseimbangan hidup.

Ia juga mendapatkan pengalaman langsung dari teman-teman Muslim di sekolah negeri dan lingkungan kampus. Interaksi tersebut membantu Samanta memahami Islam dari sisi yang lebih manusiawi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baginya, pengetahuan itu menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini ia rasakan. Ia melihat Islam bukan sebagai simbol perubahan semata, melainkan sebagai jalan untuk merasa utuh kembali.

Dukungan Keluarga yang Terjaga

Meski berpindah keyakinan, Samanta tetap menjaga hubungan baik dengan keluarganya. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak membuat komunikasi di rumah menjadi renggang.

Sang ayah, yang pernah berpindah dari Islam ke Katolik demi pernikahan, disebut memiliki sikap yang sangat toleran. Kondisi itu membuat Samanta merasa mendapat ruang aman untuk menjalani pilihannya secara tenang.

Dukungan juga datang dari kakaknya, Darius Sinathrya, serta iparnya, Donna Agnesia. Kehadiran keluarga membuat proses spiritualnya terasa lebih ringan dan tidak penuh tekanan.

Bagi Samanta, keberadaan keluarga yang saling menghormati menjadi bagian penting dari perjalanannya. Ia menilai penerimaan seperti itu membantu dirinya tetap fokus pada proses pendewasaan batin.

Islam Sebagai Proses Penyembuhan

Samanta menolak anggapan bahwa keputusannya menjadi mualaf merupakan bentuk pemberontakan. Ia menegaskan, pilihannya lahir dari kebutuhan untuk menemukan tempat yang paling sesuai bagi jiwanya.

Ia menyebut proses tersebut sebagai bentuk healing setelah melewati berbagai kehilangan dan pergulatan emosional. Dengan memeluk Islam, ia merasa memperoleh ketenangan yang selama ini dicari.

Menurut Samanta, kedamaian batin itu hadir bukan hanya dari ritual, tetapi juga dari pemahaman yang ia bangun secara perlahan. Ia merasa lebih mampu berdamai dengan masa lalu yang menyisakan duka mendalam.

Kini, Samanta memandang hidupnya dengan cara yang lebih tenang dan terarah. Perjalanan spiritual itu membuatnya merasa lebih siap menjalani masa depan dengan keyakinan yang ia pilih sendiri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!