Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Aman Dikonsumsi

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 15:41 WIB 2
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Aman Dikonsumsi

Hari Raya Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban yang segera diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, jika tidak disimpan dengan benar, daging dapat cepat menurun kualitasnya dan berisiko terkontaminasi bakteri. Karena itu, cara penanganan sejak awal menjadi kunci agar daging tetap aman dikonsumsi.

Setelah diterima, daging kurban sebaiknya segera dipilah, dibersihkan seperlunya, lalu disimpan sesuai kebutuhan. Langkah sederhana ini membantu menjaga kesegaran, mengurangi risiko pembusukan, dan mencegah keracunan makanan. Praktik penyimpanan yang tepat juga membuat stok daging lebih awet untuk diolah di kemudian hari.

Cara Simpan Daging Kurban

Daging kurban tidak disarankan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Semakin lama berada di luar lemari pendingin, semakin besar peluang bakteri berkembang biak.

Idealnya, daging segera ditangani setelah diterima dan tidak didiamkan lebih dari dua jam. Jika udara sedang panas, waktu aman bisa menjadi lebih singkat sehingga penanganan harus lebih cepat.

Sebelum disimpan, daging dapat dibagi ke dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak. Cara ini memudahkan proses pencairan dan mengurangi risiko daging berulang kali keluar masuk suhu ruang.

Gunakan wadah bersih atau kantong penyimpanan yang rapat agar cairan daging tidak menetes dan mencemari bahan lain. Simpan di bagian dingin lemari es jika akan segera dimasak, atau di freezer bila ingin disimpan lebih lama.

Pisahkan Daging dan Jeroan

Distribusi daging kurban perlu dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan. Daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan agar tidak terjadi kontaminasi silang.

Jeroan merah dan jeroan hijau juga dianjurkan disimpan dalam wadah berbeda. Pemisahan ini membantu menjaga kualitas masing-masing bahan sekaligus memudahkan pengolahan.

Jeroan hijau, seperti usus dan babat, memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan. Karena itu, penanganannya memerlukan perhatian ekstra sejak proses penerimaan hingga penyimpanan.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh. Ira Firgorita, dalam webinar BPOM pada Kamis, 21 Mei 2026, menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan. Langkah tersebut dinilai membantu menurunkan risiko cemaran dan menjaga keamanan konsumsi.

Bekukan Daging Dengan Benar

Jika daging tidak akan segera diolah, pembekuan menjadi pilihan yang lebih aman. Namun, prosesnya tetap harus dilakukan dengan cara yang benar agar tekstur dan kualitas daging tidak cepat rusak.

Sebelum masuk freezer, daging sebaiknya dibungkus rapat dalam porsi kecil. Pembagian porsi membantu proses pencairan lebih praktis dan menghindari pembekuan ulang yang dapat menurunkan mutu daging.

Berikan label tanggal penyimpanan pada kemasan agar lebih mudah memantau lama simpan. Kebiasaan ini membantu keluarga mengetahui mana daging yang harus lebih dulu diolah.

Pastikan freezer dalam kondisi stabil dan tidak terlalu sering dibuka. Perubahan suhu yang berulang dapat mempercepat penurunan kualitas serta memengaruhi keamanan daging kurban.

Periksa Daging Sebelum Diolah

Sebelum dimasak, daging perlu diperiksa kembali untuk memastikan kondisinya masih layak konsumsi. Perhatikan warna, aroma, dan tekstur sebagai penanda awal kualitas bahan.

Daging yang masih baik umumnya tidak berbau menyengat, tidak berlendir, dan tidak mengalami perubahan warna yang mencolok. Jika tampak mencurigakan, sebaiknya daging tidak dipaksakan untuk diolah.

Pencairan daging beku juga perlu dilakukan dengan aman. Cara terbaik adalah memindahkannya ke bagian bawah lemari es agar suhu tetap terjaga selama proses thawing.

Setelah mencair, daging sebaiknya segera dimasak dan tidak disimpan kembali terlalu lama di suhu ruang. Dengan penanganan yang tepat, daging kurban tetap lezat, aman, dan layak dikonsumsi bersama keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!