Rusia Batasi Internet Mobile Moskow Jelang Parade Victory Day

Teknologi BRH 30 Mei 2026 05:02 WIB 4
Rusia Batasi Internet Mobile Moskow Jelang Parade Victory Day

Pemerintah Rusia dilaporkan akan mematikan akses internet mobile dan layanan SMS di Moskow pada 9 Mei 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pengamanan Parade Victory Day yang digelar di Lapangan Merah.

Laporan media pertahanan Ukraina, Militarnyi, menyebut pembatasan jaringan itu dirancang untuk mengantisipasi ancaman serangan drone menjelang perayaan tahunan terbesar Rusia. Selain saat parade berlangsung, pembatasan juga disebut dapat diterapkan pada 5 dan 7 Mei sebagai bagian dari persiapan keamanan.

Internet mobile dibatasi di Moskow

Kementerian Pengembangan Digital Rusia disebut telah memberi tahu publik mengenai pembatasan akses internet mobile selama parade berlangsung. Kebijakan itu diperkirakan berlaku penuh di wilayah Moskow saat acara utama digelar.

Selain internet mobile, layanan pesan singkat atau SMS juga akan terdampak dalam periode pembatasan tersebut. Sejumlah platform digital yang biasanya masih dapat diakses ketika jaringan dibatasi juga dikabarkan ikut terkena blokir sementara.

Pemerintah Rusia mengambil langkah ini di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi serangan drone Ukraina. Situasi tersebut membuat pengamanan di ibu kota diperketat menjelang momentum simbolik bagi Kremlin itu.

Pembatasan layanan komunikasi dipandang sebagai upaya untuk mengurangi risiko gangguan koordinasi maupun serangan berbasis teknologi. Langkah serupa sebelumnya juga kerap digunakan dalam situasi keamanan yang dianggap sensitif.

Pengamanan parade Victory Day

Victory Day merupakan salah satu perayaan paling penting di Rusia dan selalu menjadi sorotan publik internasional. Parade militer di Lapangan Merah dipandang sebagai ajang unjuk kekuatan negara tersebut.

Dalam laporan Militarnyi, otoritas Rusia juga memperkuat sistem pertahanan udara di sekitar Moskow. Penambahan sistem rudal jarak jauh S-400 disebut menjadi bagian dari pengamanan tambahan.

Sejumlah konvoi kendaraan militer pembawa sistem pertahanan udara bahkan terlihat bergerak menuju ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Pengerahan itu menunjukkan kesiapsiagaan tinggi menjelang hari perayaan.

Langkah pengamanan yang ketat ini menegaskan bahwa pemerintah Rusia menempatkan ancaman drone sebagai risiko serius. Karena itu, pembatasan jaringan dinilai menjadi salah satu instrumen pengendalian situasi di lapangan.

Parade dibuat lebih terbatas

Parade Victory Day tahun ini juga disebut akan digelar dalam format yang lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perubahan itu mencerminkan kehati-hatian otoritas terhadap kondisi keamanan di Moskow.

Untuk pertama kalinya sejak 2008, parade di Lapangan Merah dikabarkan tidak akan menampilkan iring-iringan kendaraan tempur berat dan tank militer. Keputusan ini menjadi perhatian karena biasanya unsur itu menjadi daya tarik utama parade.

Pengurangan unsur militer tersebut dapat dibaca sebagai penyesuaian terhadap ancaman yang berkembang. Di sisi lain, pemerintah tetap ingin mempertahankan simbolisme perayaan tahunan itu.

Format yang lebih terbatas juga menunjukkan adanya pertimbangan strategis dalam pengaturan publik dan mobilitas di pusat kota. Otoritas tampaknya berupaya menyeimbangkan aspek seremonial dengan keamanan nasional.

Gangguan jaringan sudah terasa

Sebelumnya, gangguan internet mobile mulai dilaporkan terjadi di Moskow dan St. Petersburg sejak awal Mei. Warga mengeluhkan akses layanan digital yang tidak berjalan normal.

Berbagai aktivitas harian ikut terdampak akibat pembatasan jaringan tersebut. Layanan pembayaran digital, navigasi online, hingga aplikasi transportasi dilaporkan mengalami gangguan.

Situasi itu menunjukkan bahwa dampak pembatasan internet tidak hanya dirasakan saat parade berlangsung. Efeknya juga menjalar ke aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di dua kota besar Rusia.

Dengan rangkaian pembatasan dan pengamanan tersebut, pemerintah Rusia tampak menyiapkan pengawasan ketat menjelang Victory Day. Langkah itu sekaligus menegaskan tingginya kewaspadaan Kremlin terhadap potensi ancaman di ibu kota.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!