RUPS PTDI Setujui Perubahan Susunan Pengurus

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 16:07 WIB 2
RUPS PTDI Setujui Perubahan Susunan Pengurus

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dalam rapat yang digelar pada Selasa (26/5). Keputusan tersebut mencakup perubahan nomenklatur jabatan direksi, penunjukan pejabat baru, serta penyegaran di jajaran dewan komisaris.

Langkah ini diambil di tengah capaian kinerja PTDI pada 2025 yang diklaim menguat signifikan, dengan laba bersih naik 345,97 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Perseroan menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi bagian dari upaya memperkokoh posisi sebagai industri strategis nasional yang berbasis teknologi tinggi.

RUPS PTDI dan Struktur

RUPS Tahunan PTDI menetapkan perubahan pada susunan pengurus perusahaan melalui keputusan resmi pemegang saham. Salah satu poin utama adalah penyesuaian nomenklatur jabatan di jajaran direksi.

Jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan diubah menjadi Direktur Niaga & Pengembangan, dan posisi tersebut tetap dijabat Moh Arif Faisal. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM berubah menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dijabat Dhias Widhiyati.

Perseroan juga mengangkat Ony Arifianto sebagai Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Perubahan ini dinilai menjadi bagian dari penataan organisasi agar lebih fokus dan selaras dengan kebutuhan bisnis perusahaan.

Selain direksi, RUPS turut menyetujui perubahan pada jajaran komisaris. Penyesuaian tersebut diharapkan memperkuat fungsi pengawasan dan arah strategis perusahaan ke depan.

Kinerja PTDI Meningkat Pesat

Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi perusahaan. Ia menyebut hasil tersebut memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif dan kompetitif.

Menurut dia, penguatan bisnis, engineering, dan produksi menjadi faktor utama di balik peningkatan kinerja tersebut. Kolaborasi dengan ekosistem industri pertahanan nasional di bawah Holding DEFEND ID juga disebut memberi kontribusi besar.

PTDI mencatat laba bersih yang meningkat 345,97 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Kenaikan itu menjadi sinyal bahwa perbaikan operasional dan bisnis mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Arif menegaskan, pencapaian itu bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang peningkatan kapabilitas perusahaan. PTDI, kata dia, ingin memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan industri pertahanan nasional.

Direksi Baru PTDI

Susunan direksi PTDI kini menempatkan Gita Amperiawan sebagai Direktur Utama. Moh Arif Faisal menjabat Direktur Niaga & Pengembangan, sedangkan Dena Hendriana memimpin bidang produksi.

Dhias Widhiyati ditetapkan sebagai Direktur Keuangan & SDM. Adapun Ony Arifianto mengisi kursi Direktur Teknologi & Manajemen Risiko.

Formasi baru ini mencerminkan pembagian peran yang lebih spesifik di tubuh perusahaan. PTDI berharap susunan tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif.

Penataan direksi juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis perusahaan. Dengan struktur baru, PTDI diharapkan mampu merespons tantangan industri dirgantara yang semakin kompetitif.

Komisaris dan Arah PTDI

Di jajaran komisaris, M Tonny Harjono tetap menjabat sebagai Komisaris Utama. Posisi Wakil Komisaris Utama kini dipegang Bagus Puruhito menggantikan Bonar H Hutagaol.

RUPS juga menetapkan Yusron Ihza sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, Erwin Dimas resmi diangkat menjadi Komisaris.

Perubahan di dewan komisaris diharapkan memperkuat pengawasan terhadap jalannya operasional dan strategi perusahaan. PTDI membutuhkan tata kelola yang solid untuk menjaga konsistensi kinerja di tengah kebutuhan industri pertahanan nasional.

Ke depan, PTDI menargetkan penguasaan teknologi dirgantara nasional terus diperkuat. Perseroan menegaskan komitmennya untuk mendukung kemandirian pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!