XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 17:25 WIB 3
XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger

XLSmart mempercepat integrasi jaringan pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren, dengan capaian sekitar 70 persen site jaringan berhasil terhubung hingga akhir 2025. Progres ini disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyebut integrasi jaringan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat pengalaman pelanggan. Perusahaan juga menilai percepatan tersebut mulai memberi dampak pada efisiensi operasional, ekspansi 5G, dan kinerja keuangan yang lebih solid.

XLSmart Percepat Integrasi Jaringan

Manajemen menyebut integrasi jaringan berjalan lebih cepat dari ekspektasi awal perusahaan. Hingga akhir 2025, sekitar 70 persen site jaringan telah berhasil diintegrasikan. Pencapaian ini menjadi salah satu fokus utama pascamerger XL Axiata dan Smartfren.

Rajeev Sethi menegaskan bahwa dukungan pemegang saham melalui RUPST menjadi dorongan penting bagi perusahaan. Ia menilai integrasi jaringan akan membantu menghadirkan layanan yang lebih baik. Langkah itu juga diharapkan memperkuat kualitas jaringan di berbagai wilayah.

Perusahaan menempatkan integrasi sebagai landasan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Proses ini mencakup optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Dengan begitu, pengalaman pelanggan dapat ditingkatkan secara lebih merata.

Percepatan tersebut juga dinilai membantu perusahaan menyesuaikan kebutuhan trafik data yang terus meningkat. XLSmart berupaya memastikan kapasitas jaringan tetap stabil. Fokus itu menjadi penting di tengah persaingan industri telekomunikasi yang ketat.

Sinergi Operasional Mulai Terlihat

Selain integrasi site, XLSmart mencatat sinergi sebesar USD 252 juta sepanjang kuartal II hingga kuartal IV 2025. Angka ini menunjukkan manfaat awal dari penggabungan dua entitas besar di sektor telekomunikasi. Manajemen menilai hasil tersebut memperkuat efektivitas operasional perusahaan.

Sinergi itu disebut mulai terasa pada efisiensi biaya dan pengelolaan sumber daya. Perusahaan juga mengoptimalkan jaringan agar kualitas layanan digital tetap terjaga. Dampaknya, pelanggan diharapkan mendapat pengalaman yang lebih konsisten.

XLSmart menilai integrasi yang lebih cepat memberi ruang bagi perusahaan untuk menata ulang prioritas bisnis. Pengelolaan aset dan infrastruktur menjadi lebih terarah. Hal itu dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, pencapaian sinergi ini menjadi sinyal positif bagi pasar. Investor biasanya melihat sinergi sebagai indikator keberhasilan merger. Karena itu, realisasi yang lebih cepat berpotensi meningkatkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan.

Ekspansi 5G Terus Didorong

Seiring proses integrasi, XLSmart juga memperluas layanan 5G di berbagai kota di Indonesia. Saat ini, jaringan generasi kelima itu telah menjangkau 43 kota. Perusahaan menargetkan cakupan mencapai 88 kota hingga akhir tahun.

Perluasan 5G menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat layanan data berkecepatan tinggi. Langkah ini juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang semakin bergantung pada konektivitas digital. Dengan cakupan yang lebih luas, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya saing.

Manajemen menilai perluasan 5G akan mendorong pemanfaatan layanan digital di sektor konsumen maupun bisnis. Ketersediaan jaringan yang lebih cepat dinilai dapat membuka peluang layanan baru. Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi XLSmart di pasar telekomunikasi.

Pengembangan 5G juga menjadi indikator penting dari kesiapan perusahaan menghadapi lonjakan trafik data. Investasi infrastruktur dipandang sebagai langkah strategis untuk jangka panjang. Karena itu, ekspansi jaringan dipacu bersamaan dengan integrasi pascamerger.

Kinerja Keuangan Menguat Setelah Merger

Transformasi pascamerger turut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2025. XLSmart membukukan pendapatan sebesar Rp42,49 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil ini menunjukkan kontribusi merger terhadap skala bisnis yang lebih besar.

EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun, atau naik 13 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun. Capaian tersebut memperlihatkan penguatan profitabilitas perusahaan.

Perusahaan kini melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia. Basis pelanggan yang besar memberi modal penting untuk mendorong pendapatan berulang. Pada saat yang sama, efisiensi jaringan menjadi kunci untuk menjaga margin.

Dengan integrasi yang terus dipercepat, XLSmart menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan. Manajemen berharap kualitas layanan, efisiensi, dan ekspansi jaringan dapat bergerak seiring. Kombinasi itu menjadi penopang utama strategi perusahaan ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!