Rupiah Melemah, XLsmart Siapkan Strategi Jaga Bisnis

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 16:18 WIB 2
Rupiah Melemah, XLsmart Siapkan Strategi Jaga Bisnis

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberi tekanan pada berbagai sektor industri, termasuk telekomunikasi. XLsmart menilai kondisi tersebut berpengaruh terutama pada biaya investasi jaringan dan pengadaan perangkat yang masih banyak bergantung pada komponen impor.

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLsmart, Reza Mirza, mengatakan pergerakan kurs rupiah menjadi faktor eksternal yang terus dipantau perusahaan. Meski ada tekanan, perseroan menyebut dampaknya masih dapat dikelola karena pendapatan, biaya operasional, dan pinjaman perusahaan mayoritas menggunakan rupiah.

Rupiah dan biaya investasi

Reza menjelaskan, pelemahan rupiah paling terasa pada potensi kenaikan biaya investasi jaringan. Kondisi ini muncul karena sebagian kebutuhan perangkat telekomunikasi masih dibeli dalam mata uang dolar AS.

Menurut dia, fluktuasi kurs dapat memengaruhi struktur belanja modal perusahaan. Namun, dampaknya tidak langsung mengganggu aktivitas operasional harian.

Perseroan juga mencermati perubahan harga dari vendor dan pemasok. Dalam situasi seperti ini, pengendalian biaya menjadi faktor yang semakin penting.

Di sisi lain, tekanan kurs dinilai lebih banyak muncul pada tahap pengadaan dan ekspansi jaringan. Karena itu, perusahaan menempatkan investasi secara selektif agar kebutuhan bisnis tetap terjaga.

Struktur keuangan tetap aman

XLsmart menyebut kondisi keuangannya masih relatif aman dari tekanan kurs. Hal itu didukung oleh komposisi pendapatan dan biaya operasional yang sebagian besar dalam rupiah.

Reza menegaskan seluruh pinjaman perusahaan saat ini juga menggunakan denominasi rupiah. Dengan demikian, eksposur langsung terhadap fluktuasi dolar AS menjadi terbatas.

Struktur pembiayaan yang sehat membuat risiko nilai tukar tidak terlalu membebani neraca perusahaan. Hal ini menjadi penopang penting di tengah volatilitas pasar global.

Perusahaan menilai kehati-hatian dalam mengelola pembiayaan tetap dibutuhkan. Langkah itu diperlukan agar ketahanan bisnis tetap terjaga dalam jangka panjang.

Efisiensi pascamerger

Untuk menjaga kinerja tetap berkelanjutan, perusahaan menempuh efisiensi biaya. Salah satu fokusnya adalah integrasi jaringan setelah merger yang sedang dijalankan secara bertahap.

Langkah ini diarahkan untuk menekan biaya operasional tanpa mengganggu kualitas layanan. Efisiensi juga diharapkan memberi ruang bagi perusahaan menghadapi tekanan eksternal.

Selain efisiensi, perusahaan menerapkan disiplin investasi yang lebih ketat. Belanja modal atau capex diarahkan hanya pada kebutuhan yang benar-benar prioritas.

Strategi selektif tersebut dinilai penting agar arus kas tetap terjaga. Dengan begitu, perusahaan bisa tetap adaptif saat kondisi pasar berubah cepat.

Negosiasi dengan vendor

XLsmart juga melakukan optimalisasi kerja sama dengan para vendor. Negosiasi menjadi salah satu cara untuk menjaga efisiensi biaya pengadaan perangkat dan layanan pendukung.

Perusahaan berupaya memperoleh skema yang lebih sesuai dengan kondisi pasar. Pendekatan itu dilakukan tanpa mengurangi standar kualitas jaringan.

Reza mengatakan perseroan terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan pengendalian risiko. Fokus utama perusahaan adalah memastikan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi efisiensi, disiplin capex, dan struktur pembiayaan rupiah, dampak pelemahan rupiah diharapkan bisa diminimalkan. Perseroan menilai strategi ini penting untuk menjaga daya saing di industri telekomunikasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!