Rupiah Melemah, Trafik Mal Jakarta Turun di Hari Kerja

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 12:15 WIB 2
Rupiah Melemah, Trafik Mal Jakarta Turun di Hari Kerja

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan harga sejumlah komoditas di pasar, lalu berdampak pada daya beli masyarakat di Jakarta. Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menyebut kondisi ini membuat pengunjung pusat perbelanjaan berkurang pada hari kerja.

Ellen menyampaikan, penguatan dolar yang membuat kurs mendekati Rp17.000 per dolar AS ikut memicu kenaikan harga barang di masyarakat. Dampaknya, trafik mal di Jakarta turun sekitar 15 persen hingga 20 persen pada weekdays, sementara kunjungan akhir pekan masih relatif stabil.

Rupiah Tekan Daya Beli

Ellen menilai pelemahan rupiah langsung terasa di tengah masyarakat karena harga berbagai kebutuhan ikut naik. Ia menyebut kondisi kurs dolar yang berada di kisaran Rp17.000 membuat biaya hidup kian berat.

Menurut dia, kenaikan harga itu terjadi pada sejumlah komoditas dan dirasakan luas oleh konsumen. Situasi tersebut membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Dalam penjelasannya di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Ellen menggambarkan adanya kekhawatiran terhadap pergerakan nilai tukar. Ia berharap rupiah tidak melemah lebih jauh hingga menembus Rp18.000 per dolar AS.

Ia menegaskan bahwa tekanan harga sudah mulai terlihat dalam aktivitas belanja harian warga. Dengan pendapatan yang relatif tetap, masyarakat terpaksa menyesuaikan pola konsumsi agar pengeluaran tetap terkendali.

Trafic Mal Hari Kerja Turun

APPBI DPD DKI Jakarta mencatat kunjungan ke pusat belanja di ibu kota menurun pada hari kerja. Ellen menyebut penurunan trafik berada di kisaran 15 persen hingga 20 persen pada weekdays.

Meski begitu, kondisi pada akhir pekan justru berbeda karena jumlah pengunjung masih stabil. Dalam beberapa kasus, trafik akhir pekan bahkan disebut lebih tinggi dari biasanya.

Ellen menilai pola ini menunjukkan adanya perubahan perilaku belanja masyarakat. Warga cenderung menahan pengeluaran pada hari kerja, lalu tetap datang ke mal saat waktu luang di akhir pekan.

Ia menyebut fenomena tersebut bukan hal yang sepenuhnya aneh, karena berkaitan dengan penyesuaian belanja rumah tangga. Namun, pergeseran ini tetap menjadi sinyal bahwa tekanan daya beli belum mereda.

Pekerja Bawa Bekal

Salah satu perubahan yang terlihat adalah kebiasaan pekerja kantor saat makan siang. Menurut Ellen, banyak karyawan yang sebelumnya makan di pusat perbelanjaan kini memilih membawa bekal dari rumah.

Kebiasaan itu muncul karena pekerja dengan pendapatan tetap ingin menghemat pengeluaran harian. Saat harga makanan dan kebutuhan lain naik, pengeluaran untuk makan siang menjadi pos yang paling mudah ditekan.

Ellen mengatakan, para karyawan yang biasanya lima hari makan di mal kini mungkin hanya dua hari. Sisa hari lainnya, mereka memilih menahan diri dan tidak terlalu sering membeli makanan di pusat belanja.

Perubahan tersebut ikut menekan transaksi tenant makanan dan minuman pada jam kerja. Meski demikian, pusat belanja masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin makan sekaligus beraktivitas di luar rumah.

Weekend Masih Ditopang Keluarga

Berbeda dengan hari kerja, kunjungan ke mal pada akhir pekan masih ditopang oleh keluarga. Kehadiran anak-anak menjadi salah satu faktor penting yang menjaga arus pengunjung tetap ramai.

Ellen menjelaskan, mal di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja. Pusat perbelanjaan juga menyediakan ruang hiburan, area bermain anak, dan aktivitas rekreasi keluarga.

Menurut dia, daya tarik untuk anak-anak menjadi penggerak utama kunjungan keluarga. Ketika anak merasa nyaman dan senang, orang tua cenderung akan kembali datang ke lokasi yang sama.

Karena itu, pengelola mal terus berupaya menjaga pengalaman pengunjung agar tetap menarik. Di tengah tekanan daya beli, fungsi hiburan dinilai menjadi penopang penting bagi trafik pusat belanja di akhir pekan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!