Kienka Ungkap Strategi Fashion UMKM Tetap Eksis

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 13:59 WIB 2
Kienka Ungkap Strategi Fashion UMKM Tetap Eksis

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mengandalkan promosi untuk bertahan. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah produk terletak pada ciri khas yang konsisten dan mudah dikenali pasar.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025. Menurut Helda, kejelasan DNA produk, konsistensi desain, dan strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci agar brand tetap eksis di era kompetitif.

Ciri Khas Fashion Jadi Kunci

Helda menilai setiap merek harus memiliki identitas yang kuat agar tidak mudah tenggelam di pasar. Identitas tersebut harus terlihat jelas pada desain, warna, hingga karakter produk yang ditawarkan. Kienka, kata dia, membangun pengenalan lewat motif bunga dengan warna pastel yang konsisten. Pola itu dijaga sejak awal agar pelanggan mudah mengenali mereknya.

Menurut Helda, keberanian menjaga DNA produk menjadi pembeda saat persaingan semakin ramai. Konsistensi tersebut membantu brand tampil memiliki arah yang jelas dan tidak mudah berubah mengikuti tren sesaat. Ia menyebut, konsumen akan lebih percaya pada merek yang punya karakter kuat. Karena itu, ciri khas bukan sekadar estetika, melainkan strategi bisnis.

Untuk mendukung penguatan identitas, Kienka juga memperhatikan pemilihan warna yang sesuai dengan target pasar. Setiap keputusan visual diarahkan agar produk tetap relevan bagi konsumen yang mencari tampilan muda namun tetap sopan. Dengan pendekatan itu, brand dapat mempertahankan posisi di segmen yang sudah dibidik. Helda menilai kesesuaian produk dengan karakter pembeli sangat menentukan daya tahan merek.

Segmen Pasar Fashion Dipetakan

Kienka secara khusus menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun. Kelompok ini dinilai membutuhkan busana yang nyaman, elegan, dan tetap memberi kesan muda. Helda mengatakan pemetaan tersebut penting agar produk tidak meluas tanpa arah. Dengan segmentasi yang jelas, pengembangan koleksi menjadi lebih terukur.

Ia menjelaskan bahwa selera konsumen pada rentang usia tersebut sangat memperhatikan detail warna dan motif. Karena itu, Kienka memilih pendekatan desain yang lembut namun tetap memiliki karakter. Strategi ini membuat produk lebih mudah diterima oleh pasar yang menginginkan keseimbangan antara gaya dan kesopanan. Dalam persaingan fashion, ketepatan membaca kebutuhan pelanggan menjadi nilai tambah penting.

Selain itu, pemilihan segmen membantu brand menentukan cara komunikasi yang tepat. Setiap pesan promosi dapat disusun sesuai dengan gaya hidup dan preferensi konsumen sasaran. Menurut Helda, pendekatan seperti ini membuat promosi lebih efektif dibanding menyasar pasar secara umum. Hasilnya, produk dapat memiliki basis pelanggan yang lebih loyal.

Kolaborasi Fashion Perluas Jangkauan

Selain menjaga identitas produk, Kienka aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen week di tingkat nasional. Tidak hanya hadir dalam agenda yang diselenggarakan pihak lain, brand ini juga menggelar kegiatan sendiri untuk memperluas eksposur. Menurut Helda, kehadiran di ruang-ruang seperti itu membantu brand tetap terlihat oleh publik. Langkah ini juga membuka peluang bertemu pembeli baru.

Partisipasi dalam fesyen week dinilai efektif karena memberi panggung bagi produk untuk tampil di hadapan audiens yang lebih beragam. Helda menyebut, ajang semacam itu memperkuat citra brand sebagai pelaku fashion yang aktif dan dinamis. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menguji respons pasar terhadap koleksi terbaru. Dengan begitu, pengembangan produk dapat dilakukan secara lebih adaptif.

Di sisi lain, Kienka juga menjalin kolaborasi dengan influencer serta produk kecantikan. Kolaborasi ini membantu memperluas jangkauan promosi dan membangun kedekatan dengan konsumen. Helda menilai kerja sama lintas sektor bisa menghadirkan perhatian baru terhadap brand. Upaya tersebut pada akhirnya mendukung keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin padat.

Live Shopping Fashion Harus Menarik

Helda turut membagikan pandangannya soal menjaga live shopping agar tetap ramai. Menurut dia, host menjadi faktor penting karena harus mampu menciptakan suasana yang menarik bagi penonton. Host yang komunikatif dapat membangun urgensi sehingga konsumen terdorong untuk segera membeli. Dalam format ini, kemampuan membawakan produk menjadi penentu utama.

Ia menjelaskan bahwa suasana mendesak perlu dibangun secara alami agar penonton merasa terlibat. Penyampaian yang jelas dan enerjik akan membuat penawaran lebih mudah diterima. Selain itu, interaksi yang baik mampu menjaga perhatian audiens selama sesi berlangsung. Karena itu, kualitas host tidak bisa diabaikan dalam strategi penjualan langsung.

Kienka juga menerapkan sistem open po dengan menyiapkan contoh produk lebih dulu selama tiga hingga lima hari. Selama periode itu, konten dibuat untuk mendorong perhatian publik agar produk berpeluang viral sebelum jadwal pembelian dibuka. Helda menyebut pola ini memberi waktu bagi konsumen untuk mengenal produk sebelum transaksi dimulai. Strategi tersebut dinilai efektif untuk menjaga antusiasme sekaligus mengatur permintaan pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!