Rupiah Melemah ke Rp17.858, Purbaya Sebut Tak Masuk Akal

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 31 Mei 2026 09:16 WIB 3
Rupiah Melemah ke Rp17.858, Purbaya Sebut Tak Masuk Akal

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026, seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global. Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS berada di level Rp17.858, menguat 57 poin atau 0,32 persen.

Pergerakan itu terjadi di tengah komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.800 tidak masuk akal. Ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, sementara pemerintah terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar.

Rupiah Tertekan Dolar AS

Dolar AS tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Mata uang tersebut naik terhadap won Korea, yen Jepang, dolar Kanada, dan franc Swiss.

Di saat yang sama, dolar AS hanya melemah tipis terhadap dolar Hong Kong. Kondisi ini menunjukkan penguatan greenback berlangsung cukup luas di pasar valuta asing.

Secara rinci, dolar AS menguat 0,51 persen terhadap won Korea. Terhadap yen Jepang, dolar AS naik 0,05 persen.

Penguatan juga terjadi sebesar 0,09 persen terhadap dolar Kanada dan 0,20 persen terhadap franc Swiss. Sementara itu, pelemahan terhadap dolar Hong Kong tercatat tipis di level 0,03 persen.

Purbaya Soroti Pelemahan Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Ia menyebut pergerakan dolar AS ke kisaran Rp17.800 tidak selaras dengan kondisi ekonomi domestik.

Menurut Purbaya, pelemahan nilai tukar biasanya muncul ketika ada gangguan pada fundamental ekonomi. Dalam kasus saat ini, ia menilai situasinya justru berbeda karena indikator ekonomi Indonesia masih cukup baik.

Ia menyampaikan pandangannya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Rabu kemarin. Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa tekanan rupiah tersebut membuat dirinya stres.

Ia menambahkan, ini nggak masuk akal sebenarnya, merujuk pada pelemahan yang terjadi saat ekonomi dinilai kuat. Pernyataan itu menegaskan kekhawatiran pemerintah terhadap volatilitas pasar валютa.

Intervensi Pasar SBN

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan intervensi melalui pasar Surat Berharga Negara atau treasury operation. Langkah itu ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar.

Menurut dia, penurunan yield di pasar obligasi Indonesia menjadi sinyal bahwa pasar masih terkendali. Ketika pasar obligasi stabil, aliran modal asing dinilai lebih berpeluang masuk ke Indonesia.

Ia menilai arus masuk dana asing sangat penting bagi kestabilan rupiah. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga kepercayaan investor melalui pengelolaan pasar yang terukur.

Purbaya juga menyebut pemerintah akan kembali melakukan langkah lanjutan bila diperlukan. Aksi tersebut diarahkan agar pelemahan rupiah tidak berlanjut lebih jauh.

Prospek Stabilitas Rupiah

Meski rupiah sedang tertekan, pemerintah masih menempatkan stabilitas pasar sebagai prioritas utama. Kondisi fundamental ekonomi yang dinilai kuat menjadi dasar untuk menjaga optimisme pasar.

Tekanan dari dolar AS tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sentimen pelaku pasar. Namun, intervensi yang konsisten diharapkan mampu meredam gejolak yang berlebihan.

Pelaku pasar kini menunggu efektivitas kebijakan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Arah rupiah akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS dan respons pasar domestik.

Dengan posisi saat ini, rupiah masih berada dalam pengawasan ketat otoritas fiskal dan pasar keuangan. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga agar volatilitas tidak mengganggu kestabilan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!