Roti Kukus Srikaya Jadi Peluang Cuan di CFD

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 08:10 WIB 3
Roti Kukus Srikaya Jadi Peluang Cuan di CFD

Car Free Day atau CFD menjadi salah satu agenda rutin yang selalu ramai diikuti masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mencari hiburan. Keramaian itu juga membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner yang ingin menjangkau pembeli dalam jumlah besar pada waktu singkat.

Salah satu ide yang menarik adalah berjualan roti kukus srikaya, karena produk ini mudah dibawa, relatif sederhana dibuat, dan diminati banyak pengunjung. Seorang pedagang bernama Dzakia disebut memulai usaha ini dengan modal Rp2 juta dan mampu meraih omzet hingga Rp4 juta dalam satu kali kegiatan CFD.

Peluang Bisnis CFD

CFD menghadirkan arus pengunjung yang stabil sejak pagi, sehingga menjadi lokasi strategis untuk menawarkan makanan ringan. Kondisi ini membuat pelaku usaha tidak perlu mengandalkan promosi yang rumit untuk menarik pembeli.

Produk kuliner yang praktis biasanya lebih cepat dilirik karena sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang sedang beraktivitas. Selain itu, waktu berjualan yang singkat membuat perputaran barang dan modal bisa terjadi lebih cepat.

Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum keramaian untuk menguji minat pasar secara langsung. Jika produk diterima baik, peluang untuk berkembang menjadi usaha berulang pun semakin besar.

Roti Kukus Srikaya

Roti kukus srikaya menjadi salah satu pilihan karena memiliki rasa manis yang akrab di lidah masyarakat. Teksturnya lembut dan bentuknya sederhana, sehingga mudah dikemas untuk dibawa pulang oleh pembeli.

Dzakia menjalankan usaha ini melalui akun @rotisrikaya_mamaya dan berjualan di CFD Teras Kota BSD. Ia menawarkan beberapa varian, seperti roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original.

Model usaha seperti ini memudahkan pedagang untuk fokus pada kualitas produk dan kecepatan pelayanan. Dengan suplai yang terjaga, penjual dapat menjaga stok tetap tersedia selama jam ramai berlangsung.

Modal dan Omzet

Modal awal menjadi pertimbangan penting sebelum membuka lapak di CFD. Dalam kisah Dzakia, ia mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk mengambil produk dari supplier.

Dengan modal tersebut, ia menyebut dapat menjual hingga 800 pcs dalam satu kali berjualan. Dari penjualan itu, omzet yang diperoleh mencapai sekitar Rp4 juta.

Selisih antara modal dan omzet menunjukkan adanya peluang margin yang menarik bagi pelaku usaha kecil. Meski demikian, hasil penjualan tetap bergantung pada lokasi, cuaca, dan minat pembeli pada hari tersebut.

Strategi Jualan CFD

Pelaku usaha perlu datang lebih awal agar mendapat titik jual yang strategis dan mudah terlihat pengunjung. Persiapan juga harus mencakup stok yang cukup, kemasan yang rapi, serta alat pendukung yang memadai.

Promosi sederhana melalui media sosial dapat membantu membangun pengenal terhadap produk sebelum hari jualan. Informasi mengenai varian rasa, harga, dan jam operasional akan membuat calon pembeli lebih mudah memutuskan.

Selain itu, konsistensi rasa dan pelayanan menjadi kunci agar pembeli kembali pada kegiatan CFD berikutnya. Jika kualitas terjaga, usaha kecil seperti roti kukus srikaya berpeluang berkembang dari sekadar jualan mingguan menjadi bisnis yang lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!