Rosan: Saham BUMN Punya Yield Menarik Jangka Panjang

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 22 Mei 2026 02:30 WIB 7
Rosan: Saham BUMN Punya Yield Menarik Jangka Panjang

Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Rosan Roeslani, menilai emiten Badan Usaha Milik Negara di pasar modal memiliki imbal hasil yang menarik untuk investasi jangka panjang. Pandangan itu disampaikan saat ia mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa, 19 Mei 2026, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan lebih dari 3 persen pada sesi I perdagangan.

Rosan menegaskan bahwa pasar modal merupakan ruang investasi jangka panjang bagi Danantara, terutama karena sejumlah saham BUMN dinilai kuat secara fundamental dan harga masih kompetitif. Ia menyebut imbal hasil emiten Himbara berada di kisaran 10 hingga 11 persen, sehingga dianggap menjanjikan bagi penempatan dana yang berorientasi jangka menengah hingga panjang.

Prospek Saham BUMN

Rosan menilai saham-saham BUMN di bursa memiliki daya tarik yang kuat dari sisi fundamental dan valuasi. Menurut dia, kondisi tersebut membuka peluang bagi investor yang mencari imbal hasil stabil dalam periode investasi yang lebih panjang.

Ia menyebut saham emiten Himbara termasuk yang paling menonjol karena menawarkan yield di atas 10 persen. Angka tersebut, menurut Rosan, menunjukkan bahwa pasar masih memberikan ruang yang menarik bagi saham perbankan milik negara.

Dalam pandangannya, kombinasi fundamental yang baik dan harga yang masih atraktif membuat saham BUMN layak diperhatikan. Ia menilai karakter itu cocok untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang yang diterapkan Danantara.

Pasar Modal Danantara

Rosan menyatakan pasar modal dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi Danantara dalam menempatkan investasi secara jangka panjang. Ia menilai keberadaan bursa memberi akses yang lebih luas terhadap emiten dengan kinerja yang kuat dan prospek pertumbuhan yang jelas.

Menurut dia, pendekatan investasi semacam itu sejalan dengan tujuan pengelolaan dana yang menuntut kehati-hatian dan orientasi hasil berkelanjutan. Karena itu, pasar modal dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat portofolio investasi.

Ia juga menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis fundamental yang memadai. Dengan begitu, penempatan dana dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi pengelolaan aset negara.

Apresiasi untuk OJK

Di sisi lain, Rosan mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan dalam mendorong reformasi pasar modal. Ia menilai kebijakan tersebut tepat untuk memperkuat kualitas tata kelola dan transparansi di bursa.

Rosan mengatakan penyempurnaan regulasi dan berbagai langkah alternatif dari otoritas dapat membuat pasar modal Indonesia menjadi lebih baik. Menurut dia, peningkatan governance akan menjadi fondasi penting bagi pendalaman pasar modal nasional.

Ia menilai transparansi yang lebih kuat akan membantu memperluas kepercayaan pelaku pasar. Dalam jangka panjang, hal itu diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan kompetitif.

Kepercayaan Investor

Rosan menambahkan bahwa reformasi pasar modal akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan investor. Ia meyakini proses perbaikan yang sedang berjalan akan membuat bursa Indonesia semakin menarik di mata pelaku pasar.

Saat ini, jumlah investor di pasar modal tercatat mencapai 27 juta orang. Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi terus berkembang meski pasar tengah menghadapi tekanan jangka pendek.

Menurut Rosan, pertumbuhan investor menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia memiliki daya tahan yang baik. Dengan reformasi yang konsisten, ia optimistis ke depan kepercayaan terhadap bursa akan semakin kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!