Komedian Rigen Rakelna mengaku kini lebih serius menjaga kesehatan setelah menjalani operasi batu ginjal beberapa waktu lalu. Kesadaran itu muncul setelah dokter mengingatkannya untuk tidak lagi mengabaikan kondisi fisik dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026), Rigen mengatakan perubahan itu datang dari pengalaman pribadinya, bukan karena tekanan orang lain. Ia kini mulai rutin bergerak, bersepeda, dan mencoba menjaga pola hidup yang lebih sehat.
Rigen Jaga Kesehatan
Rigen mengaku pengalaman operasi batu ginjal membuatnya lebih peduli terhadap tubuhnya sendiri. Ia menyadari kesehatan tidak bisa terus diabaikan hanya karena rutinitas kerja yang padat. Menurut dia, tubuh perlu dijaga sejak dini agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius. Kesadaran itu kemudian mendorongnya untuk mengubah kebiasaan harian.
Ia menuturkan dokter sempat memberi teguran agar dirinya mulai memperhatikan kesehatan dan aktivitas fisik. Sebelum sakit, Rigen mengaku hampir tidak pernah berolahraga secara rutin. Kondisi itu membuatnya semakin paham bahwa tubuh memerlukan perawatan yang konsisten. Sejak saat itu, ia berusaha lebih disiplin dalam menjalani pola hidup sehat.
Rigen menyebut perubahan tersebut terasa penting karena sebelumnya ia cenderung membiarkan tubuh bekerja tanpa jeda. Setelah menjalani operasi, ia mulai melihat pentingnya pencegahan dibanding menunggu sakit datang. Ia pun berusaha lebih sadar terhadap sinyal yang diberikan tubuh. Baginya, menjaga kesehatan adalah tanggung jawab pribadi yang tidak bisa ditunda.
Pria berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa keputusan hidup lebih sehat datang dari dirinya sendiri. Ia merasa dorongan internal jauh lebih efektif dibanding paksaan dari luar. Karena itu, ia berupaya menjalani kebiasaan baru dengan lebih santai namun konsisten. Rigen berharap langkah tersebut bisa menjadi kebiasaan jangka panjang.
Pola Hidup Sehat Baru
Rigen mengenang masa ketika berat badannya sempat menembus 116 kilogram pada periode 2020 hingga 2023. Ia mengatakan proses diet sudah dimulai sejak 2024, bersamaan dengan kebiasaan berlari yang mulai dijalaninya. Saat ini, berat badannya disebut sudah berada di kisaran 90 kilogram. Perubahan itu menjadi salah satu hasil nyata dari upaya menjaga kesehatan.
Meski tubuhnya kini lebih terkontrol, Rigen mengaku tidak menjalani pantangan makanan yang ketat. Hasil pemeriksaan kesehatan sejauh ini juga disebut masih aman. Ia mengatakan kolesterol dan gula darahnya berada dalam kondisi baik. Satu-satunya catatan yang muncul hanyalah asam urat, tetapi masih belum mengganggu aktivitasnya.
Karena kondisi tersebut masih tergolong stabil, Rigen memilih tidak membatasi diri secara berlebihan. Ia menilai hidup sehat tidak harus selalu identik dengan larangan makan yang ekstrem. Menurut dia, yang penting adalah menjaga keseimbangan antara asupan dan aktivitas. Pendekatan itu membuatnya lebih mudah mempertahankan kebiasaan baru.
Rigen juga menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menjalani pola hidup yang terlalu kaku. Ia lebih memilih memperbaiki kebiasaan secara bertahap agar tidak terasa berat. Dengan cara itu, ia berharap perubahan yang dilakukan bisa bertahan lama. Baginya, kesehatan yang baik harus dibangun melalui kebiasaan yang realistis.
Bersepeda Jadi Pilihan Utama
Untuk menjaga kebugaran, Rigen memilih olahraga yang ia sukai agar lebih mudah dijalani secara konsisten. Bersepeda menjadi salah satu aktivitas favoritnya, selain sesekali berlatih di pusat kebugaran. Ia merasa olahraga yang menyenangkan akan lebih mudah dipertahankan. Karena itu, ia tidak memaksakan diri pada aktivitas yang terasa berat.
Rigen kerap bersepeda santai di sekitar lingkungan rumahnya. Aktivitas itu menurutnya cukup membantu tubuh tetap bergerak tanpa tekanan berlebihan. Ia juga menikmati suasana berkeliling kompleks sambil menjaga stamina. Kebiasaan tersebut membuat olahraga terasa lebih ringan dan natural.
Dalam kesehariannya, Rigen lebih memilih pola gerak yang sederhana namun konsisten. Ia mengaku ingin membiasakan tubuh untuk tidak terlalu lama diam. Menurut dia, aktivitas kecil seperti bersepeda tetap memberi manfaat bagi kesehatan. Cara itu juga lebih mudah dilakukan di tengah kesibukan pekerjaan.
Selain menjaga kebugaran, bersepeda juga menjadi cara Rigen menikmati waktu luang. Ia merasa kegiatan tersebut memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk lebih rileks. Dengan rutinitas yang sederhana, ia berusaha tetap aktif tanpa merasa terbebani. Bagi Rigen, olahraga seharusnya bisa dijalani dengan nyaman.
Ajakan Bergerak Untuk Publik
Rigen juga ingin kebiasaannya memberi contoh kepada masyarakat agar lebih aktif bergerak. Ia kerap menyampaikan pesan sederhana bahwa tubuh tidak seharusnya dibiarkan pasif terlalu lama. Menurut dia, kebiasaan kecil seperti berjalan, bersepeda, atau berolahraga ringan sudah cukup membantu. Yang terpenting adalah memulai dari hal yang bisa dijalani.
Ia menyebut kampanye pribadinya adalah ajakan untuk minimal bergerak setiap hari. Rigen menilai banyak orang terjebak dalam kebiasaan diam di rumah terlalu lama. Padahal, aktivitas fisik sederhana tetap memiliki dampak positif bagi tubuh. Pesan itu ia sampaikan dengan gaya yang ringan dan mudah dipahami.
Rigen menambahkan bahwa olahraga tidak harus selalu dilakukan secara berat atau rumit. Pilihan seperti main sepeda, fitnes, atau padel bisa disesuaikan dengan minat masing-masing. Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah menjaga konsistensi. Ia percaya kebiasaan baik akan bertahan jika dijalani dengan senang hati.
Ke depan, Rigen berharap bisa terus konsisten menjaga kesehatan dan mempertahankan kebiasaan olahraganya. Ia ingin perubahan yang dimulai setelah sakit tidak berhenti di tengah jalan. Menurut dia, hidup sehat adalah proses yang perlu dijalani sedikit demi sedikit. Dari pengalaman pribadi itu, ia kini merasa lebih sadar untuk merawat diri.
