Rifky Alhabsyi Sambut Anak Pertama Usai Sembilan Tahun Menanti

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 07:49 WIB 4
Rifky Alhabsyi Sambut Anak Pertama Usai Sembilan Tahun Menanti

Kebahagiaan tengah dirasakan aktor Rifky Alhabsyi setelah istrinya melahirkan anak pertama mereka. Penantian panjang selama sembilan tahun akhirnya berbuah hasil, meski proses kelahiran sempat dipenuhi rasa cemas karena kondisi bayi yang diprediksi membutuhkan perawatan khusus. Rifky mengungkapkan, ia mendampingi langsung sang istri saat menjalani operasi caesar di Jakarta Selatan. Momen itu menjadi titik haru sekaligus pengingat tentang perjuangan panjang yang telah mereka lalui.

Di tengah ketegangan ruang operasi, Rifky sempat mendapat kabar bahwa bayi mereka berpotensi masuk NICU jika berat badannya tidak sesuai harapan. Kekhawatiran itu berubah menjadi lega ketika sang buah hati lahir dengan tangisan kuat dan bobot yang lebih baik dari perkiraan. Pengalaman tersebut membuat Rifky semakin memahami besarnya pengorbanan seorang ibu. Kini, ia menyandang status ayah baru dengan rasa syukur yang mendalam.

Kisah Kelahiran Rifky Alhabsyi

Rifky mengaku sempat sangat tegang saat mengikuti proses persalinan istrinya. Dokter sebelumnya telah mengingatkan agar ruang NICU disiapkan bila berat bayi tidak mencukupi. Kondisi itu membuatnya diliputi rasa takut sejak awal operasi dimulai. Namun, situasi berubah ketika bayi lahir dan segera menangis dengan kuat.

Aktor tersebut mengatakan bayi mereka sempat diperkirakan berbobot 2,2 kilogram. Setelah ditimbang, berat sang buah hati mendekati 2,5 kilogram sehingga tidak perlu masuk NICU. Kabar itu menjadi kelegaan besar bagi keluarga kecil tersebut. Rifky menyebut detik itu sebagai momen yang paling melegakan sepanjang proses kelahiran.

Ia mengenang momen ketika pertama kali melihat anaknya diangkat dari ruang operasi. Tangis haru tak tertahan karena rasa khawatir yang sebelumnya begitu besar. Bagi Rifky, kelahiran tersebut menjadi hadiah paling berharga setelah perjuangan panjang. Kehadiran bayi pertama itu sekaligus menutup penantian yang penuh doa.

Perjuangan Sembilan Tahun

Rifky dan sang istri melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya dikaruniai anak. Pada 2018, mereka sempat mengalami kehamilan di luar kandungan yang membuat kondisi fisik dan emosional sangat berat. Dua tahun kemudian, mereka kembali diuji melalui operasi tuba falopi pada 2022. Rangkaian pengalaman itu nyaris membuat keduanya menyerah.

Meski sempat berada di titik terendah, pasangan ini memilih untuk bangkit kembali. Mereka terus berupaya mencari jalan agar bisa memiliki keturunan. Upaya itu kemudian dilanjutkan dengan program bayi tabung pada 2025. Hasilnya, ikhtiar panjang tersebut akhirnya membuahkan kehamilan yang dinanti.

Perjalanan itu menjadi pelajaran penting bagi Rifky tentang arti kesabaran. Ia menilai harapan tidak boleh padam meski berbagai kegagalan sempat menghampiri. Dukungan pasangan menjadi kekuatan utama dalam melewati masa-masa sulit. Kini, semua air mata yang pernah jatuh terasa terbayar lunas.

Operasi yang Menguras Emosi

Rifky tidak menutupi bahwa ia sempat syok saat melihat proses medis yang dijalani istrinya. Ia mengaku tak menyangka bahwa operasi caesar begitu menguji mental. Saat melihat langsung tindakan bedah, tubuhnya sampai gemetar karena rasa tidak tega. Pengalaman itu membuatnya semakin menghormati perjuangan seorang ibu.

Baginya, melihat istri berjuang melahirkan anak adalah pengalaman yang sulit dilupakan. Ia menyadari bahwa proses menjadi orang tua tidak hanya soal kebahagiaan, tetapi juga pengorbanan besar. Rasa sakit yang ditanggung istrinya membuatnya semakin bersyukur. Dari situ, ia belajar bahwa cinta keluarga juga lahir dari keberanian.

Rifky menegaskan bahwa momen di ruang operasi akan selalu ia simpan dalam ingatan. Pengalaman itu membuatnya lebih peka terhadap kondisi sang istri setelah melahirkan. Ia berusaha hadir penuh selama masa pemulihan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari awal kehidupan baru mereka sebagai keluarga kecil.

Ayah Baru yang Posesif

Setelah kelahiran putranya, Rifky mengaku lebih posesif terhadap sang buah hati. Meski baru beberapa hari menjadi ayah, ia sudah terbiasa begadang demi membantu kebutuhan bayi. Ia juga ikut mendampingi sang istri saat memberikan ASI eksklusif. Peran baru itu dijalani dengan rasa antusias dan tanggung jawab besar.

Rifky mengatakan momen mengazankan anaknya menjadi pengalaman yang sangat emosional. Suaranya sempat bergetar saat pertama kali menggendong sang putra. Bagi dirinya, momen tersebut menandai babak baru dalam hidup. Ia merasa semakin dekat dengan makna keluarga setelah mendengar tangisan pertama buah hatinya.

Ke depan, Rifky ingin fokus mendampingi tumbuh kembang anak pertamanya. Ia berharap sang buah hati tumbuh sehat dan menjadi sumber kebahagiaan keluarga. Sementara itu, ia juga berkomitmen membantu istrinya melewati masa pascamelahirkan dengan baik. Kehadiran anak pertama menjadi awal baru yang penuh syukur bagi pasangan ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!