Kebahagiaan tengah menyelimuti aktor Rifky Alhabsyi setelah penantian panjang selama sembilan tahun berakhir manis. Ia dan istrinya kini resmi menjadi orang tua setelah anak pertama mereka lahir melalui proses operasi caesar di Jakarta Selatan. Momen itu menjadi puncak dari perjalanan emosional yang dipenuhi doa, ketakutan, dan harapan. Kehadiran buah hati mereka pun langsung menjadi kabar yang menyentuh banyak pihak.
Rifky mengaku sempat diliputi kecemasan karena kondisi bayi mereka awalnya diprediksi berisiko masuk ruang NICU. Berat badan bayi yang saat lahir baru 2,2 kilogram membuat dokter meminta kesiapan tambahan untuk penanganan medis. Namun, tangis pertama sang bayi membawa kelegaan besar bagi keluarga kecil itu. Setelah ditimbang ulang, berat bayi ternyata hampir 2,5 kilogram dan ia tidak perlu menjalani perawatan intensif.
Rifky Alhabsyi Sambut Anak
Rifky menuturkan bahwa detik-detik menjelang persalinan menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam hidupnya. Ia menyaksikan langsung proses operasi caesar yang dijalani sang istri. Kondisi itu membuatnya benar-benar merasakan beratnya perjuangan seorang ibu. Menurutnya, pengalaman tersebut membuka mata tentang besar pengorbanan perempuan saat melahirkan.
Ia bahkan mengaku kakinya sempat gemetar ketika melihat tindakan medis yang sedang dilakukan tim dokter. Rasa takut bercampur haru membuatnya sulit menahan emosi di dalam ruang operasi. Namun, semua kecemasan itu perlahan berubah menjadi syukur saat bayi mereka lahir dengan selamat. Rifky menyebut tangis pertama sang anak sebagai momen yang tak akan pernah ia lupakan.
Setelah bayi diangkat, Rifky segera menanyakan kondisinya kepada tim medis. Saat hasil timbang awal menunjukkan berat badan masih di bawah dugaan, ia sempat kembali cemas. Dokter pun menyiapkan langkah antisipasi jika bayi harus dibawa ke NICU. Situasi itu membuat suasana persalinan berlangsung penuh ketegangan.
Beruntung, hasil pemeriksaan berikutnya menunjukkan kondisi bayi membaik dengan cepat. Berat badan sang anak meningkat dan kebutuhan perawatan intensif akhirnya tidak diperlukan. Rifky menyebut kabar tersebut sebagai jawaban atas doa yang ia dan istrinya panjatkan selama ini. Ia menilai kehadiran anak mereka sebagai hadiah terbesar setelah perjuangan panjang.
Perjuangan Panjang Pasangan
Penantian selama sembilan tahun bukanlah masa yang mudah bagi pasangan ini. Rifky dan istrinya sempat mengalami berbagai ujian kesehatan yang menguras tenaga dan emosi. Pada 2018, mereka pernah merasakan kegagalan akibat kehamilan di luar kandungan. Pengalaman itu menjadi titik berat yang hampir membuat mereka menyerah.
Ujian berikutnya datang pada 2022 saat sang istri harus menjalani operasi tuba falopi. Langkah medis tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mereka untuk tetap menjaga peluang memiliki momongan. Meski berat, keduanya memilih bertahan dan terus melangkah bersama. Dukungan satu sama lain menjadi modal utama untuk melewati masa sulit tersebut.
Setelah melalui berbagai proses, pasangan ini akhirnya memutuskan mencoba program bayi tabung pada 2025. Keputusan itu diambil dengan harapan baru, meski tetap disertai kekhawatiran besar. Proses panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil yang dinanti selama bertahun-tahun. Kabar kehamilan pun menjadi awal dari kebahagiaan yang kini mereka rasakan.
Rifky menilai seluruh perjalanan itu membuatnya semakin kuat sebagai pasangan dan calon ayah. Ia tidak lagi memandang kehamilan sebagai hal yang sederhana, melainkan perjuangan penuh kesabaran. Setiap tahapan yang dilalui memberi pelajaran tentang arti ketulusan dan pengorbanan. Baginya, kelahiran anak pertama adalah penutup indah dari fase yang sangat melelahkan.
Momen Azan Penuh Haru
Rifky tak kuasa menahan tangis saat pertama kali menggendong putranya. Dalam kondisi suara bergetar, ia langsung melantunkan azan sebagai sambutan awal bagi sang buah hati. Momen itu menjadi sangat emosional karena hadir setelah penantian panjang yang penuh cobaan. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu detik paling sakral dalam hidupnya.
Suasana haru menyelimuti ruang perawatan ketika keluarga menyaksikan kebahagiaan kecil yang baru lahir. Rifky merasa seolah semua beban hidup terbayar lunas pada saat itu. Ia melihat tangisan bayi sebagai tanda kehidupan baru yang benar-benar dinantikannya. Doa dan air mata yang selama ini dipendam akhirnya menemukan jawabannya.
Selain rasa lega, Rifky juga merasakan ketenangan setelah mendengar kondisi bayinya dinyatakan stabil. Kepastian itu membuat keluarganya bisa bernapas lebih lega setelah sempat khawatir berlebihan. Ia pun berterima kasih kepada tim medis yang menangani persalinan dengan sigap. Menurutnya, perhatian tenaga kesehatan sangat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan keluarga.
Rifky menyebut momen azan pertama itu akan selalu ia simpan sebagai kenangan penting. Ia percaya doa yang dilantunkan sejak awal akan menjadi pengiring perjalanan hidup sang anak. Karena itu, ia ingin menjadi ayah yang hadir penuh bagi keluarga kecilnya. Baginya, kelahiran ini bukan hanya awal baru, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga.
Peran Baru Sebagai Ayah
Status sebagai ayah baru membuat Rifky mengaku menjadi lebih protektif terhadap anaknya. Meski baru lima hari menjalani peran tersebut, ia sudah terbiasa begadang untuk membantu sang istri. Ia ikut terlibat dalam proses pemberian ASI eksklusif agar kondisi ibu tetap terjaga. Rutinitas baru itu dijalaninya dengan rasa bahagia meski cukup melelahkan.
Rifky juga mencoba belajar lebih banyak tentang kebutuhan bayi pada masa awal kelahiran. Ia memahami bahwa perawatan setelah persalinan sama pentingnya dengan proses melahirkan itu sendiri. Karena itu, ia tidak segan membantu istri kapan pun dibutuhkan. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci dalam merawat anak pertama.
Rasa sayang yang besar membuat Rifky sulit jauh dari sang buah hati. Ia mengaku kini lebih peka terhadap tanda-tanda kecil yang ditunjukkan bayi. Perubahan peran ini membuatnya semakin menghargai keluarga sebagai pusat kehidupannya. Di saat yang sama, ia ingin memastikan istrinya memperoleh cukup waktu untuk pulih.
Bagi Rifky, kelahiran anak pertama adalah babak baru yang sarat tanggung jawab. Ia berharap dapat menjadi ayah yang sabar, hadir, dan memberi teladan baik. Perjalanan panjang yang telah dilewati membuatnya semakin yakin bahwa kebahagiaan memang datang setelah kesabaran. Kini, fokus utamanya adalah menjaga kesehatan ibu dan bayi agar keduanya tumbuh dengan baik.
