Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty Demi Pernapasan

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 00:40 WIB 2
Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty Demi Pernapasan

Ria Ricis mengungkap alasan utama dirinya menjalani operasi plastik pada bagian hidung atau rhinoplasty. Ia mengatakan tindakan tersebut bukan semata demi penampilan, melainkan untuk mengatasi gangguan pernapasan yang dialaminya selama bertahun-tahun. Penjelasan itu disampaikan saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Selasa. Kondisinya sebelumnya sempat diperiksa di RSCM dan ditemukan adanya kelainan pada struktur tulang hidung.

Menurut Ricis, tulang hidungnya diketahui bengkok ke arah kiri setelah menjalani pemeriksaan radiologi. Keluhan itu membuatnya bergantung pada obat tertentu dalam dosis yang tidak semestinya, hingga akhirnya memutuskan untuk mencari solusi medis yang lebih permanen. Setelah menjalani rhinoplasty, ia mengaku kini pernapasannya jauh lebih lega. Selain itu, bentuk hidungnya juga dinilai lebih proporsional dari sebelumnya.

Ria Ricis dan Rhinoplasty

Ria Ricis menegaskan bahwa keputusan menjalani rhinoplasty berangkat dari kebutuhan kesehatan. Ia tidak ingin terus bergantung pada obat-obatan keras untuk mengatasi keluhan pernapasan yang dialaminya. Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, tindakan operasi menjadi pilihan yang dinilai paling tepat.

Ricis mengungkapkan bahwa sebelum operasi, ia sempat menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Dari hasil pemeriksaan itu, dokter menemukan adanya kelainan pada batang hidungnya. Tulang hidungnya disebut bengkok ke arah kiri, sehingga memengaruhi aliran udara saat bernapas. Temuan tersebut menjadi dasar penting sebelum ia mengambil keputusan medis.

Ia menyebut gangguan itu tidak muncul dalam waktu singkat, melainkan sudah dirasakan selama bertahun-tahun. Selama periode tersebut, ia kerap mencari cara agar bisa tetap bernapas lebih nyaman. Namun, solusi sementara yang ditempuh justru menimbulkan ketergantungan pada obat. Akhirnya, ia memilih rhinoplasty agar masalah tersebut bisa ditangani dari akarnya.

Keluhan Pernapasan Berkepanjangan

Ricis menjelaskan bahwa sebelum operasi, ia kerap mengonsumsi obat yang tergolong keras. Obat itu seharusnya digunakan satu kali sehari dengan jeda lima hari. Namun dalam praktiknya, ia mengaku bisa meminumnya empat hingga lima kali dalam sehari. Kebiasaan itu berlangsung cukup lama dan tentu tidak ideal bagi kesehatan.

Ia menuturkan bahwa obat yang dimaksud adalah Iliadin, yang pada masa tertentu cukup dikenal masyarakat. Menurutnya, obat tersebut kini sudah semakin sulit ditemukan di pasaran. Penggunaan berlebihan yang ia lakukan terjadi selama sekitar lima tahun. Situasi itu membuatnya semakin sadar bahwa ia membutuhkan penanganan medis yang lebih serius.

Gangguan pada hidung tersebut pada akhirnya berdampak pada kualitas hidupnya. Selain harus berhadapan dengan ketidaknyamanan saat bernapas, ia juga harus memikirkan risiko dari penggunaan obat secara terus-menerus. Kondisi ini menjadi alasan kuat untuk berkonsultasi dan menjalani tindakan operasi. Dengan demikian, rhinoplasty bukan hanya soal estetika, tetapi juga pemulihan fungsi tubuh.

Hasil Operasi yang Terasa

Setelah menjalani rhinoplasty, Ricis mengaku merasakan perubahan yang signifikan. Ia mengatakan kini bisa bernapas dengan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Perubahan itu menjadi bukti bahwa tindakan operasi memberikan manfaat nyata bagi kesehatannya. Baginya, hasil tersebut sepadan dengan proses yang dijalani.

Ricis juga menilai bentuk hidungnya kini terlihat lebih seimbang. Meski begitu, ia menekankan bahwa alasan utama tindakan tersebut tetap berkaitan dengan kesehatan. Perbaikan fungsi pernapasan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, perubahan pada tampilan wajah datang sebagai manfaat tambahan.

Pengalaman Ricis menunjukkan bahwa operasi plastik tidak selalu dilakukan demi penampilan semata. Dalam kasus tertentu, tindakan itu bisa menjadi solusi untuk keluhan medis yang sudah berlangsung lama. Langkah tersebut juga menegaskan pentingnya pemeriksaan dokter sebelum memilih prosedur apa pun. Dengan penanganan yang tepat, kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan.

Pelajaran Dari Pengalaman Ricis

Kisah Ria Ricis memberi gambaran bahwa keluhan pernapasan tidak boleh diabaikan. Gangguan yang tampak sederhana dapat berkembang menjadi masalah serius jika dibiarkan terlalu lama. Ia sendiri baru menemukan solusi setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh. Dari situ terlihat pentingnya diagnosis yang tepat sebelum memilih tindakan lanjutan.

Penggunaan obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan juga menyimpan risiko. Ricis mengaku pernah mengonsumsi obat keras dalam frekuensi yang melebihi aturan pakai. Kebiasaan itu menunjukkan bahwa rasa tidak nyaman sebaiknya tidak ditangani secara sembarangan. Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa operasi dapat memiliki tujuan fungsional, bukan hanya kosmetik. Dalam kasus Ricis, rhinoplasty membantu memperbaiki pernapasan sekaligus memberi hasil yang lebih proporsional pada hidungnya. Keputusan itu memperlihatkan pentingnya menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama. Dengan penanganan yang sesuai, keluhan lama dapat berubah menjadi kondisi yang lebih baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!