XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger Hingga 70%

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 02:03 WIB 3
XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger Hingga 70%

XLSmart mempercepat integrasi jaringan pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren, dengan capaian sekitar 70 persen site berhasil terintegrasi hingga akhir 2025. Progres itu disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Perseroan menilai integrasi jaringan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengalaman pelanggan, dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, percepatan ini juga mulai terlihat pada efisiensi operasional, sinergi, dan perluasan layanan 5G di berbagai kota.

Integrasi jaringan XLSmart

Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, mengatakan integrasi jaringan menjadi langkah penting dalam masa transisi pascamerger. Menurut dia, penyatuan infrastruktur akan menentukan kemampuan perusahaan menjaga kualitas layanan di tengah kebutuhan data yang terus meningkat.

Ia menegaskan dukungan pemegang saham melalui RUPST memberi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperbaiki layanan. Fokus utama perseroan, lanjutnya, adalah menghadirkan jaringan yang lebih andal, pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan pertumbuhan yang konsisten.

XLSmart menyebut proses integrasi berjalan lebih cepat dari ekspektasi awal. Hingga akhir 2025, sekitar 70 persen site jaringan telah berhasil digabungkan ke dalam sistem operasional perusahaan.

Manajemen menilai kemajuan tersebut menjadi pijakan penting bagi penyederhanaan infrastruktur. Dengan jaringan yang lebih terpadu, perusahaan berharap proses pengelolaan layanan dapat berjalan lebih efisien dan responsif.

Sinergi dan efisiensi operasional

Selain integrasi site, XLSmart mencatat sinergi sebesar USD 252 juta sepanjang kuartal II hingga kuartal IV 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa proses merger tidak hanya memperbesar skala usaha, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang terukur.

Perseroan menilai sinergi tersebut mulai berdampak pada efisiensi operasional. Optimalisasi jaringan dan penyelarasan sistem kerja dinilai membantu perusahaan menekan biaya sekaligus menjaga kualitas layanan digital.

Manajemen menyebut percepatan integrasi memperkuat daya saing perusahaan di industri telekomunikasi yang semakin kompetitif. Dalam kondisi tersebut, efisiensi menjadi salah satu faktor penentu untuk menjaga margin dan keberlanjutan usaha.

XLSmart juga melihat perbaikan operasional sebagai modal untuk mendukung ekspansi layanan. Dengan struktur yang lebih solid, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan layanan dan memperluas jangkauan pelanggan.

Ekspansi jaringan 5G

Seiring integrasi berlangsung, XLSmart terus memperluas layanan 5G di berbagai kota di Indonesia. Hingga saat ini, jaringan generasi kelima tersebut telah tersedia di 43 kota.

Perusahaan menargetkan cakupan 5G mencapai 88 kota pada akhir tahun. Target itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas konektivitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin bergantung pada layanan data berkecepatan tinggi.

Ekspansi 5G juga dipandang sebagai strategi untuk mendukung transformasi digital nasional. Dengan jaringan yang lebih luas, pelanggan diharapkan mendapat pengalaman internet yang lebih stabil dan cepat.

Dalam jangka panjang, perluasan jaringan generasi baru ini diharapkan memberi nilai tambah bagi bisnis perseroan. XLSmart menempatkan pengembangan 5G sebagai salah satu pilar utama untuk menjaga pertumbuhan di tengah perubahan pasar telekomunikasi.

Kinerja keuangan pascamerger

Transformasi pascamerger turut mendorong peningkatan kinerja keuangan XLSmart sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp42,49 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun. Angka tersebut naik 13 persen secara tahunan dan menunjukkan penguatan performa operasional perusahaan.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa integrasi dan sinergi mulai berdampak positif terhadap bottom line perusahaan.

XLSmart kini melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia sebagai entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren Telecom. Dengan basis pelanggan yang besar, perseroan menempatkan integrasi jaringan, ekspansi 5G, dan efisiensi sebagai agenda utama untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!