Retur COD Rugikan Brand Hijab Dyalodya

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 03:25 WIB 6
Retur COD Rugikan Brand Hijab Dyalodya

Brand hijab lokal Dyalodya menjadi sorotan setelah video curahan hati pemiliknya viral di media sosial. Dalam unggahan itu, terlihat tumpukan paket retur berlabel COD yang dikembalikan kurir dalam jumlah besar selama sepekan.

Pemilik usaha menilai sistem Cash on Delivery atau COD kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk merugikan penjual. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengganggu operasional dan reputasi merek.

COD Rugikan Usaha Hijab

Video yang diunggah akun Instagram @dyalodya memperlihatkan banyak paket yang tidak diterima pembeli. Sebagian paket kembali dalam kondisi tidak utuh, sehingga menambah beban kerugian bagi pelaku usaha.

Sang pemilik mengungkapkan bahwa paket-paket itu merupakan kiriman selama satu minggu. Ia menyebut kerugian terasa semakin berat karena sebagian besar transaksi dilakukan melalui COD.

Dalam keterangan video, ia menilai ada pihak yang tidak amanah saat paket sampai ke tangan penerima. Menurutnya, penolakan sepihak tanpa alasan jelas membuat penjual menanggung biaya kirim dan proses retur.

Situasi itu disebut semakin sering terjadi dalam satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus menghadapi risiko bisnis yang tidak kecil dari sistem pembayaran di tempat.

Modus Penipuan COD

Zahra, pemilik brand Dyalodya, menjelaskan bahwa video itu dibuat sebagai edukasi bagi pelanggan. Ia menyebut banyak orang mengaku tidak pernah memesan produk, tetapi menerima paket atas nama tokonya.

Ia menduga ada pola penipuan yang melibatkan identitas toko. Dalam beberapa kasus, alamat Dyalodya dicatut, sementara pengirimnya berasal dari pihak yang tidak jelas.

Zahra juga menyinggung kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam rantai pengiriman. Ia menduga persoalan tidak selalu berhenti pada pembeli, melainkan bisa terjadi di jalur distribusi.

Menurutnya, modus semacam ini berpotensi merusak kepercayaan konsumen. Ia menegaskan bahwa toko harus menanggung dampak ketika paket dipersepsikan sebagai kiriman resmi dari Dyalodya.

Paket Terbuka Isinya Bertukar

Kerugian Dyalodya tidak hanya berasal dari paket yang ditolak. Zahra mengatakan ada paket retur yang datang dalam kondisi terbuka dan isinya sudah diganti dengan barang lain.

Ia menunjukkan contoh paket yang semula berisi baju, tetapi kembali dengan isi berbeda. Salah satu barang yang ditemukan adalah celana kolor bekas, yang disebutnya sangat merugikan.

Kondisi itu membuat pihak usaha harus memeriksa satu per satu paket yang kembali. Proses tersebut memakan waktu, tenaga, dan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Zahra mengaku kecewa karena kasus seperti ini terus berulang. Ia menilai praktik tersebut bukan hanya merugikan penjual, tetapi juga mencoreng ekosistem perdagangan online.

Respons Warganet Soal COD

Unggahan curhatan tersebut mendapat perhatian besar dari warganet. Hingga kini, video itu telah ditonton lebih dari 54,4 ribu kali dan dibanjiri komentar.

Banyak pengguna Instagram mengaku pernah mengalami kasus serupa. Sebagian menyoroti kebocoran data pelanggan yang diduga berasal dari kurir atau pihak internal.

Sejumlah komentar juga menyarankan agar fitur COD dinonaktifkan sementara. Mereka menilai langkah itu bisa mengurangi risiko penipuan dan salah kirim paket.

Kasus ini kembali membuka perdebatan soal keamanan transaksi COD di perdagangan daring. Bagi pelaku UMKM, transparansi data dan ketelitian pengiriman kini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Tag Terkait
#COD#hijab#UMKM

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!