Rendang Uni Lili Raih Penghargaan UMKM Pangan 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 05:03 WIB 8
Rendang Uni Lili Raih Penghargaan UMKM Pangan 2025

Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025). Penghargaan itu menegaskan bahwa inovasi kuliner berbasis kearifan lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan di pasar global.

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk autentik yang memiliki nilai tradisional. Ia menegaskan, perusahaan ingin menghadirkan cita rasa rendang Minang ke pasar yang lebih luas melalui inovasi dan standar mutu yang konsisten.

Inovasi Rendang Uni Lili

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara bumbu rempah tetap dijaga kesegarannya.

Inovasi tersebut dirancang untuk mempertahankan cita rasa autentik rendang khas Minang. Di saat yang sama, produk ini juga memberi efisiensi bagi konsumen dalam proses memasak.

Ermaneli menyebut pendekatan itu lahir dari kebutuhan pasar yang menginginkan kemudahan tanpa mengorbankan rasa. Menurutnya, karakter produk lokal justru menjadi kekuatan utama dalam persaingan.

Standar Mutu Produk

Perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI sebagai bukti komitmen pada keamanan pangan. Sertifikasi tersebut juga memperkuat posisi produk untuk bersaing di pasar yang menuntut standar internasional.

Selain varian rendang daging, ayam, paru, dan ikan, Rendang Uni Lili juga mengembangkan sambalado serta bumbu masak lainnya. Diversifikasi ini dilakukan untuk memperluas pilihan konsumen dan memperbesar potensi pasar.

Langkah menjaga kualitas dipandang penting agar produk dapat diterima secara berkelanjutan. Dengan standar yang jelas, merek ini berupaya membangun kepercayaan konsumen di dalam dan luar negeri.

Langkah Ekspansi Global

Setelah mencatat kinerja positif di pasar lokal melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, Rendang Uni Lili kini menyiapkan ekspansi global. Perusahaan membidik platform Alibaba sebagai pintu masuk ke pasar internasional.

Pemerintah turut mendukung langkah tersebut melalui fasilitasi ekspor dan akses ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan ini diharapkan mempercepat penetrasi produk pangan Indonesia ke pasar global.

Ermaneli menegaskan bahwa ekspansi tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga kesiapan produksi. Karena itu, perusahaan terus memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi.

Potensi UMKM Kuliner

Keberhasilan Rendang Uni Lili menunjukkan bahwa UMKM kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk naik kelas. Produk berbasis tradisi dapat berkembang menjadi komoditas bernilai tambah tinggi jika dikelola dengan inovasi yang tepat.

Dalam persaingan global, konsistensi mutu, legalitas, dan kemampuan memenuhi permintaan menjadi faktor utama. Hal itu membuat UMKM perlu membangun sistem usaha yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas lokal.

Dengan dukungan pemerintah dan inovasi berkelanjutan, produk kuliner nasional berpeluang masuk ke rantai pasok dunia. Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa cita rasa daerah dapat menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!