Perselisihan antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures mencuat ke publik setelah ia disebut menolak ikut promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Pihak produksi kemudian melayangkan somasi, sementara keluarga Ratu Sofya ikut memberikan penjelasan mengenai proses awal hingga keputusan menerima proyek tersebut.
Polemik ini semakin ramai setelah potongan podcast Ratu Sofya viral dan memunculkan perbincangan soal ketidaknyamanan menjalani adegan intim. Di sisi lain, HAS Pictures menegaskan sejak awal sudah ada penjelasan detail, termasuk penyediaan body double demi kenyamanan pemain.
Somasi Ratu Sofya Dipersoalkan
Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, mengatakan pihak produksi sejak awal telah menjelaskan detail isi film kepada Ratu Sofya dan keluarganya. Ia menyebut, penjelasan itu mencakup adegan yang dianggap sensitif agar tidak menimbulkan salah paham di kemudian hari.
Menurut Reza, bahkan sempat disiapkan body double untuk menjaga kenyamanan pemain selama proses syuting. Langkah itu, kata dia, dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dari pihak produksi terhadap kebutuhan para pemeran.
Reza juga mengungkapkan ayah Ratu Sofya sempat keberatan setelah membaca sinopsis film tersebut. Keberatan itu muncul sebelum akhirnya ada penjelasan lanjutan dari pihak produksi.
Ia menyebut, pada akhirnya keluarga memahami penjelasan yang diberikan dan proses komunikasi berjalan terbuka. Reza menegaskan keputusan memilih Ratu Sofya diambil setelah melalui diskusi internal yang cukup panjang.
Penjelasan Keluarga Ratu Sofya
Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, membenarkan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film itu pada awalnya. Penolakan tersebut muncul karena isi sinopsis dinilai mengandung adegan yang cukup sensitif.
Intan menjelaskan, setelah menerima penjelasan bahwa adegan itu hanya gambaran dan akan menggunakan body double, suaminya mulai mempertimbangkan ulang. Ia mengatakan keluarga kemudian memahami bahwa proses tersebut masih dalam batas yang bisa diterima.
Ia menambahkan, pihak produksi juga menjelaskan semuanya secara terbuka dalam konferensi pers sebelum syuting dimulai. Setelah itu, keluarga memberi persetujuan karena merasa informasi yang diterima sudah cukup jelas.
Intan menegaskan keputusan menerima proyek itu bukan karena paksaan keluarga. Ia mengaku memiliki bukti berupa dokumentasi ketika putrinya menjalani rangkaian kerja di lokasi syuting maupun saat konferensi pers.
Alasan Proyek Tetap Diterima
Menurut Intan, keluarga akhirnya mengizinkan Ratu Sofya mengambil proyek tersebut karena cerita film dinilai memiliki pesan moral. Ia menyebut putrinya juga melihat naskah itu sebagai sesuatu yang menarik dan bermanfaat.
Intan mengatakan dirinya membaca cerita film tersebut dan menilai isinya bagus sebagai pelajaran hidup. Pandangan itu menjadi salah satu alasan keluarga tidak lagi menolak tawaran yang datang.
Ia juga membantah anggapan bahwa Ratu Sofya dipaksa menerima proyek demi kepentingan keluarga. Intan menilai tudingan itu tidak benar karena keputusan diambil setelah pertimbangan bersama.
Dalam penjelasannya, Intan menyebut keluarga terbuka soal proses kerja anaknya dan tidak menutupi apa pun. Ia menegaskan semua langkah yang diambil sudah melalui komunikasi yang jelas dengan pihak produksi.
Promosi Film Jadi Masalah
Meski proses awal berjalan lancar, persoalan justru muncul ketika film memasuki masa promosi. Pihak HAS Pictures mengaku terkejut setelah melihat podcast viral yang memuat pernyataan Ratu Sofya soal ketidaknyamanan menjalani adegan dewasa.
Putri, selaku Co Produser HAS Pictures, mengatakan masalah bermula saat tim produksi meminta dukungan promosi melalui media sosial. Ia menyebut sejumlah unggahan kolaborasi dan penandaan akun tidak mendapat persetujuan dari pihak Ratu Sofya.
Reza Aditya menilai pernyataan yang muncul di podcast bertolak belakang dengan proses reading dan syuting yang selama ini berjalan baik. Menurutnya, pihak produksi sudah sangat berhati-hati sejak awal agar tidak terjadi gesekan di belakang hari.
Putri menambahkan, selama reading, syuting, hingga pengambilan foto poster, tidak pernah ada keberatan dari pihak Ratu Sofya. Ia menegaskan adegan dalam film tidak vulgar, tidak ada adegan ciuman, dan seluruh proses berlangsung aman.
Reza juga menyebut casting director sempat menilai Ratu Sofya sangat ingin terlibat dalam film itu. Namun, perbedaan pandangan yang muncul belakangan membuat hubungan keduanya menjadi sorotan publik dan memicu somasi.
