Ratu Sofya Buka Suara Usai Disomasi HAS Pictures

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 07:25 WIB 3
Ratu Sofya Buka Suara Usai Disomasi HAS Pictures

Ratu Sofya akhirnya angkat bicara usai disomasi rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella, HAS Pictures, terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat setelah ia mengungkap keberatan terhadap sejumlah adegan intim dalam film tersebut dan menyinggung persoalan keluarga yang menurutnya ikut terbawa ke ruang publik.

Dalam pernyataannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), Ratu Sofya menegaskan bahwa urusan pribadinya dengan keluarga seharusnya diselesaikan secara tertutup. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah lelah dan tidak ingin persoalan itu terus melebar.

Ratu Sofya Soal Polemik Film

Ratu Sofya menilai permasalahan pribadi dengan keluarga tidak semestinya menjadi konsumsi publik. Ia mengatakan hal tersebut seharusnya diselesaikan secara pribadi dan tidak perlu dibawa ke ranah luas. Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini justru membuat persoalan semakin rumit. Karena itu, ia memilih berhati-hati dalam memberi keterangan.

Ia juga menyinggung bahwa isu film telah bercampur dengan masalah keluarga. Kondisi tersebut, kata dia, membuat pembahasan menjadi tidak sederhana. Ratu menegaskan dirinya tidak menginginkan konflik ini terus memanjang. Ia berharap publik bisa memahami batas antara urusan pribadi dan perkara yang memang layak dibicarakan di depan umum.

Saat ditanya soal awal mula menerima proyek film tersebut, Ratu enggan menjelaskan lebih jauh. Ia menyebut dirinya sudah lelah menghadapi rangkaian pertanyaan yang berulang. Karena itu, ia tidak ingin membeberkan detail tambahan di hadapan media. Sikap tersebut menunjukkan keinginannya untuk meredam polemik.

Ratu juga mengaku kecewa karena persoalan itu kini melebar ke ruang publik. Ia menegaskan tidak pernah berniat menjadikan masalah pribadinya sebagai bahan konsumsi media. Namun, ia menilai keadaan berubah setelah pihak HAS Pictures membuka persoalan tersebut ke publik. Menurutnya, situasi itu membuat ia dan pihak lain harus memberikan pernyataan.

Keberatan atas Adegan Intim

Polemik bermula setelah Ratu Sofya menyampaikan keberatannya terhadap adegan intim dalam film yang dikaitkan dengannya. Pernyataan itu kemudian memunculkan respons dari pihak rumah produksi. Dari sana, isu yang awalnya bersifat profesional berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas. Publik pun ikut menyoroti posisi Ratu dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, Ratu sempat mengaku merasa tidak nyaman dengan sejumlah adegan intim dalam produksi film itu. Pengakuan tersebut memicu pertanyaan mengenai proses komunikasi antara pemain dan rumah produksi. Dalam kasus ini, detail mengenai kesepakatan kerja menjadi perhatian banyak pihak. Situasi itu membuat polemik semakin sulit dihindari.

Ratu tidak menjelaskan secara rinci bagian mana dari film yang memunculkan keberatan. Ia memilih menahan komentar agar tidak memperkeruh suasana. Menurutnya, pembahasan yang terlalu jauh justru dapat membuka ruang tafsir baru. Karena itu, ia menahan diri untuk tidak mengulas lebih dalam isi proyek tersebut.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah berniat membuat kegaduhan. Ratu ingin persoalan profesional tetap dipisahkan dari urusan pribadi. Ia berharap publik dapat melihat konteks pernyataannya secara utuh. Dengan begitu, polemik yang terjadi tidak semakin meluas tanpa kendali.

Honor dan Penjelasan Kuasa Hukum

Terkait kabar honor bernilai ratusan juta rupiah yang disebut berada di tangan orang tuanya, Ratu Sofya memilih irit bicara. Ia menegaskan persoalan tersebut merupakan masalah pribadi yang tidak bisa dibuka di ruang publik. Menurutnya, ada batas yang harus dijaga dalam menyampaikan informasi. Karena itu, ia tidak ingin memberikan detail tambahan.

Ratu juga menyebut bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk menjelaskan isu tersebut. Ia menilai ada pihak lain yang lebih berwenang untuk memberi keterangan. Dalam hal ini, ia memilih tidak menanggapi lebih jauh tudingan yang beredar. Sikap itu menunjukkan kehati-hatiannya dalam merespons isu sensitif.

Ia kemudian menegaskan bahwa semua penjelasan lanjutan akan disampaikan oleh kuasa hukumnya. Ratu meminta publik menunggu keterangan resmi dari pihak yang menangani permasalahan tersebut. Dengan cara itu, ia berharap informasi yang beredar tidak semakin simpang siur. Ia juga ingin menghindari salah tafsir dari pernyataannya.

Langkah Ratu menyerahkan penjelasan kepada kuasa hukum menandakan ia ingin menjaga batas antara urusan personal dan perkara hukum. Di tengah sorotan publik, keputusan itu menjadi cara untuk meredakan tekanan. Ratu berharap masalah yang sedang bergulir bisa diselesaikan secara proporsional. Ia pun menegaskan tidak akan membuka perkara pribadi lebih jauh.

Situasi Terbaru Kasus Ratu

Kasus yang melibatkan Ratu Sofya dan HAS Pictures kini menjadi perhatian publik karena menyentuh ranah pribadi sekaligus profesional. Di satu sisi, ada persoalan proyek film yang dipersoalkan. Di sisi lain, muncul pula isu keluarga yang ikut menyeret emosi. Kombinasi keduanya membuat polemik ini sulit dipisahkan.

Ratu berulang kali menyatakan bahwa dirinya tidak ingin masalah keluarga menjadi konsumsi publik. Ia menilai penyelesaian secara pribadi adalah pilihan yang paling tepat. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan keinginannya untuk menjaga privasi. Meski begitu, ia tetap harus menghadapi sorotan yang belum mereda.

Pihak HAS Pictures sebelumnya telah menyomasi Ratu Sofya terkait dugaan penolakan promosi film. Langkah tersebut membuat polemik semakin terbuka dan ramai dibicarakan. Dalam situasi seperti ini, publik menunggu keterangan lanjutan dari kedua belah pihak. Kejelasan informasi dinilai penting agar isu tidak berkembang liar.

Hingga kini, Ratu memilih bertahan pada sikapnya untuk tidak membahas perkara pribadi secara detail. Ia menegaskan seluruh jawaban teknis akan disampaikan melalui kuasa hukum. Sikap tersebut memperlihatkan upaya untuk meredam konflik yang sudah terlanjur meluas. Publik kini menanti apakah persoalan ini akan selesai di jalur komunikasi formal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!