Ratu Sofya Buka Suara Soal Somasi HAS Pictures

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 05:37 WIB 2
Ratu Sofya Buka Suara Soal Somasi HAS Pictures

Ratu Sofya akhirnya memberikan tanggapan setelah disomasi rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella, HAS Pictures, terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik atas keberatan yang sebelumnya ia utarakan terkait sejumlah adegan intim dalam film tersebut. Polemik ini juga ikut menyeret persoalan keluarga yang disebut Ratu Sofya sebagai hal pribadi. Ia menegaskan bahwa masalah itu semestinya tidak dibawa ke ruang publik.

Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), Ratu Sofya meminta agar urusan pribadinya dengan keluarga tidak terus diperpanjang. Ia mengaku kelelahan karena persoalan yang awalnya bersifat personal kini berkembang menjadi pembahasan terbuka. Menurut dia, kondisi itu membuat penjelasan yang seharusnya sederhana menjadi rumit. Ia pun memilih berhati-hati saat menjawab pertanyaan wartawan.

Ratu Sofya Tegaskan Soal Privasi

Ratu Sofya menilai masalah pribadinya dengan keluarga seharusnya diselesaikan secara tertutup. Ia menekankan bahwa persoalan tersebut bukan bahan untuk konsumsi publik. Karena itu, ia merasa keberatan ketika isu tersebut ikut terbawa dalam polemik film. Sikap itu ia sampaikan dengan nada tegas namun tetap tenang.

Menurut Ratu Sofya, pembahasan soal keluarga justru membuat situasi semakin bercampur aduk. Ia menyebut ada banyak hal yang tidak seharusnya dibuka ke media. Dalam pandangannya, ruang publik bukan tempat untuk mengurai konflik personal. Ia ingin agar batas antara urusan pribadi dan pekerjaan tetap dijaga.

Ratu Sofya juga menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk membuka masalah keluarga ke publik. Namun, ia menilai situasi berubah setelah pihak HAS Pictures lebih dulu membawa isu tersebut ke ruang terbuka. Kondisi itu, kata dia, membuat pihaknya harus memberi pernyataan. Ia menyayangkan arah konflik yang kemudian melebar di luar kendali.

Awal Polemik Film Dosa Penebusan

Polemik bermula ketika Ratu Sofya mengungkap keberatan terhadap adegan intim dalam film yang ia bintangi. Pernyataan itu kemudian memunculkan respons dari pihak rumah produksi. Isu tersebut berkembang menjadi perdebatan mengenai kesepakatan kerja dan batas kenyamanan pemain. Publik pun ikut menyoroti latar belakang keberatan yang disampaikan Ratu Sofya.

Sebelumnya, Ratu Sofya sempat mengaku tidak nyaman dengan sejumlah adegan dalam produksi film itu. Ia menilai ada bagian yang memunculkan ketidaknyamanan pribadi. Pernyataan tersebut menjadi pemicu munculnya berbagai spekulasi. Dari sana, pembahasan bergeser dari konteks film ke urusan yang lebih personal.

Ratu Sofya memilih tidak menjelaskan lebih jauh tentang awal mula dirinya menerima proyek tersebut. Ia menyebut sudah lelah dan tidak ingin polemik terus berlarut. Keputusan itu menunjukkan keinginannya untuk meredakan konflik. Meski demikian, isu tersebut terlanjur berkembang dan menjadi konsumsi publik.

Respons Soal Honor Film

Di tengah polemik, muncul pula kabar mengenai honor bernilai ratusan juta rupiah yang disebut berada di tangan orang tuanya. Menanggapi hal itu, Ratu Sofya enggan memberi penjelasan rinci. Ia menyebut persoalan tersebut bersifat pribadi dan bukan untuk dibuka di hadapan media. Sikapnya konsisten untuk membatasi informasi yang berkaitan dengan keluarga.

Ratu Sofya menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk menjelaskan detail tersebut kepada publik. Ia juga menilai ada pihak lain yang mungkin lebih tepat membicarakannya. Karena itu, ia memilih tidak memberikan keterangan tambahan. Menurutnya, ada batas yang harus dihormati dalam persoalan pribadi.

Ia kemudian menyerahkan seluruh penjelasan kepada kuasa hukumnya. Dengan begitu, ia berharap penanganan kasus dapat berjalan lebih terarah. Langkah itu juga dimaksudkan untuk mencegah kesalahpahaman baru. Ratu Sofya menutup penjelasannya tanpa membuka detail lain yang bisa memperpanjang polemik.

Langkah Hukum Masih Berlanjut

Somasi dari HAS Pictures membuat kasus ini memasuki babak baru. Di satu sisi, pihak rumah produksi ingin meluruskan duduk perkara. Di sisi lain, Ratu Sofya memilih menahan diri agar konflik tidak semakin melebar. Situasi tersebut membuat perhatian publik terus tertuju pada perkembangan berikutnya.

Meski menjadi sorotan, Ratu Sofya tampak berusaha menjaga nada komunikasinya tetap tenang. Ia tidak mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh keadaan. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya menjaga ranah privat dari pembahasan terbuka. Sikap itu menjadi pesan utama dari keterangannya di hadapan media.

Ke depan, penjelasan dari kuasa hukum diperkirakan menjadi kunci untuk meredakan simpang siur informasi. Publik kini menunggu respons lanjutan dari pihak-pihak yang terlibat. Polemik ini menunjukkan bahwa konflik personal dan profesional mudah saling bertaut ketika dibicarakan di ruang publik. Ratu Sofya sendiri tampaknya ingin agar persoalan ini segera selesai tanpa menambah beban baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!