Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 07:24 WIB 12
Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Raline Shah kembali menjadi sorotan saat melangkah di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, dengan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi aktris Indonesia tersebut dalam memilih busana bernuansa elegan di ajang film internasional bergengsi itu.

Gaun ballgown berwarna Oyster tersebut dirancang untuk premiere film The Beloved, dengan sentuhan motif heritage Indonesia yang halus namun tetap modern. Di balik tampilannya yang anggun, busana itu menyimpan proses pengerjaan sekitar 800 jam dan detail bordir yang dibuat sangat teliti.

Sapto Djojokartiko Di Cannes

Raline Shah kembali memakai rancangan Sapto Djojokartiko untuk tampil di Cannes Film Festival 2026. Kehadiran ini memperkuat citranya sebagai aktris Indonesia yang konsisten mengangkat karya desainer tanah air di panggung global.

Pilihan busana tersebut langsung menarik perhatian karena siluetnya yang klasik, tetapi tetap terasa relevan dengan selera mode masa kini. Gaun itu dirancang khusus untuk premiere The Beloved, sehingga tampilannya disusun agar sesuai dengan nuansa karpet merah.

Di ajang yang sama, Raline sebelumnya juga mengenakan karya Sapto pada Cannes 2024. Saat itu, ia tampil dalam terusan bersiluet kebaya yang menonjolkan karakter kuat rancangan sang desainer asal Solo, Jawa Tengah.

Konsistensi ini menunjukkan hubungan kreatif yang kuat antara Raline dan Sapto Djojokartiko. Keduanya tampak sama-sama menempatkan identitas Indonesia sebagai elemen penting dalam busana yang dibawa ke level internasional.

Inspirasi Gaun Raline

Sapto Djojokartiko menjelaskan bahwa inspirasi utama gaun tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang tetap modern. Konsep itu diterjemahkan ke dalam tampilan glamor yang tidak berlebihan, tetapi tetap memberi kesan mewah.

Detail heritage Indonesia dimasukkan secara subtil agar karakter busana tetap terasa personal. Karena itu, bordir motif SAPTOJO Pattern Yayi Ukir dihadirkan di seluruh permukaan ballgown sebagai penanda identitas desain.

Menurut Sapto, busana ini tidak hanya menonjolkan kemewahan visual, tetapi juga memperlihatkan craftsmanship yang menjadi DNA merek tersebut. Pendekatan itu membuat gaun tampil sebagai karya mode yang memiliki narasi, bukan sekadar busana red carpet.

Nuansa timeless menjadi benang merah yang ingin ditonjolkan dalam penampilan Raline. Hasil akhirnya adalah tampilan yang anggun, tegas, dan tetap menampilkan sisi lembut melalui detail yang terukur.

Detail Motif Dan Perhiasan

Motif Yayi Ukir terinspirasi dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional. Desain itu kemudian direinterpretasi bersama motif signature Penara agar menghasilkan tampilan yang lebih kaya detail.

Pengolahan motif dilakukan dengan cara memasukkan elemen Penara ke dalam struktur tenun, lalu disusun kembali menjadi pola baru. Hasilnya adalah motif yang halus, elegan, dan tetap membawa karakter khas SAPTO DJOJOKARTIKO.

Sapto menyebut motif tersebut berpadu harmonis dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline. Kombinasi itu menghadirkan nuansa art-deco yang membuat keseluruhan tampilan terlihat lebih dimensi dan berkelas.

Keselarasan antara gaun dan perhiasan menjadi salah satu kekuatan utama penampilan Raline di Cannes. Dengan detail yang saling mendukung, busana itu tampak menonjol tanpa kehilangan kesan lembut.

Proses Dan Warna Oyster

Pengerjaan gaun kali ini memakan waktu sekitar 800 jam. Proses tersebut mencakup konstruksi, bordir, hingga tahap penyelesaian akhir yang dilakukan dengan perhatian tinggi.

Jika dibandingkan dengan busana Raline di Cannes 2024 yang memakan 1.200 jam, waktu pengerjaan tahun ini lebih singkat. Namun, setiap detail tetap dikerjakan secara cermat agar siluet gaun terlihat ringan saat dikenakan.

Tantangan terbesar berada pada konstruksi ballgown, terutama di bagian bow. Tim desain harus memastikan bentuknya tetap kokoh dan sculptural, tetapi tetap nyaman serta lembut saat bergerak.

Pilihan warna Oyster kembali menjadi kekuatan utama karena sudah lama menjadi palet khas SAPTO DJOJOKARTIKO. Warna ini dinilai timeless, understated, dan elegan, sekaligus memberi ruang bagi bordir dan tekstur untuk tampil lebih hidup di bawah cahaya karpet merah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!