Raline Shah Tampil Anggun dengan Gaun Sapto di Cannes 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 01:14 WIB 6
Raline Shah Tampil Anggun dengan Gaun Sapto di Cannes 2026

Raline Shah kembali menarik perhatian di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, melalui gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi Raline mengenakan karya sang desainer pada ajang film internasional bergengsi tersebut.

Gaun tersebut tampil dengan siluet klasik yang diberi sentuhan modern, lengkap dengan bordir motif khas yang memperkuat identitas desain. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 800 jam, sementara warna Oyster kembali dipilih untuk menjaga kesan elegan dan abadi.

Gaun Cannes Raline Shah

Raline Shah hadir di pemutaran perdana The Beloved dengan balutan gaun karya Sapto Djojokartiko yang langsung mencuri perhatian. Dari tampilan visualnya, busana tersebut menampilkan kesan glamor yang halus dan terukur.

Desain gaun dibuat untuk menghadirkan siluet klasik yang tetap relevan dengan tren masa kini. Sentuhan personal juga dimasukkan melalui detail heritage Indonesia yang dibuat secara subtil.

Sapto menjelaskan bahwa bordir motif SAPTOJOPattern Yayi Ukir dihadirkan di seluruh permukaan ballgown. Elemen itu membuat gaun tidak hanya tampak mewah, tetapi juga menonjolkan craftsmanship dan identitas merek.

Penampilan tersebut memperkuat citra Raline sebagai salah satu figur Indonesia yang konsisten membawa karya desainer tanah air ke panggung internasional. Kehadiran gaun ini sekaligus menjadi sorotan penting di momen karpet merah Cannes.

Inspirasi di balik desain

Inspirasi utama gaun ini datang dari keinginan menghadirkan busana yang klasik, namun tetap terasa modern. Sapto ingin menciptakan tampilan yang timeless tanpa kehilangan relevansi dengan gaya masa kini.

Nuansa glamor yang dihadirkan dibuat tetap personal melalui detail yang tidak berlebihan. Pendekatan itu membuat gaun terlihat mewah, tetapi tetap elegan saat dikenakan.

Motif Yayi Ukir terinspirasi dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional. Motif tersebut kemudian diinterpretasikan ulang bersama motif signature Penara milik SAPTO DJOJOKARTIKO.

Hasil akhirnya adalah motif yang lebih kaya detail, tetapi tetap halus dan elegan. Kombinasi itu memberi karakter kuat pada gaun tanpa mengganggu kesan lembut yang diinginkan.

Proses pengerjaan yang rumit

Pengerjaan gaun Cannes 2026 untuk Raline memakan waktu sekitar 800 jam. Waktu tersebut digunakan untuk memastikan setiap detail dikerjakan dengan presisi tinggi.

Seluruh proses, mulai dari konstruksi hingga finishing, mendapat perhatian khusus dari tim kreatif. Tujuannya agar siluet gaun terlihat effortless saat dikenakan di hadapan kamera.

Jika dibandingkan dengan penampilan Raline di Cannes 2024, proses kali ini memang lebih singkat. Namun, ketelitian dalam pengerjaan tetap menjadi prioritas utama agar hasil akhir tetap maksimal.

Setiap detail dibuat untuk mendukung tampilan yang rapi dan menyatu dengan tubuh. Pendekatan ini penting agar gaun tetap nyaman, sekaligus terlihat mewah di panggung red carpet.

Warna Oyster tetap unggul

Warna Oyster kembali dipilih karena telah lama menjadi salah satu signature palette SAPTO DJOJOKARTIKO. Warna ini dinilai memiliki karakter yang timeless, understated, dan elegan.

Raline juga disebut secara personal menginginkan palet tersebut untuk penampilannya di Cannes. Pilihan ini dianggap mewakili sisi klasik dan anggun yang ingin ditonjolkan.

Menurut Sapto, Oyster memiliki kekuatan untuk tampil standout tanpa terlihat berlebihan. Warna tersebut memberi ruang bagi detail bordir dan tekstur gaun untuk tampil lebih hidup di bawah pencahayaan red carpet.

Perpaduan warna, bordir, dan siluet ballgown membuat tampilan Raline terasa seimbang. Hasilnya adalah busana yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memperlihatkan karakter desain yang matang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!