Raline Shah Kenakan Gaun Sapto di Cannes 2026

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 11:42 WIB 2
Raline Shah Kenakan Gaun Sapto di Cannes 2026

Raline Shah kembali menjadi sorotan saat melangkah di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, dengan busana rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi kolaborasi keduanya di salah satu panggung perfilman paling bergengsi dunia. Gaun tersebut tampil dengan nuansa klasik, modern, dan sarat sentuhan identitas Indonesia.

Untuk premiere The Beloved, Raline memilih ballgown berwarna Oyster yang dirancang dengan detail bordir khas. Sapto Djojokartiko menjelaskan bahwa busana itu dibuat untuk menghadirkan glamor yang timeless, sekaligus tetap relevan bagi red carpet masa kini. Setiap elemen dikerjakan agar siluet, tekstur, dan craftmanship terlihat menyatu secara elegan.

Gaun Cannes Raline Shah

Gaun Raline Shah di Cannes Film Festival 2026 menjadi perbincangan karena menampilkan karakter yang anggun, lembut, dan mewah. Sapto Djojokartiko kembali dipercaya untuk merancang busana yang mampu mencerminkan kepribadian Raline di hadapan publik internasional.

Kolaborasi ini bukan yang pertama, sebab Raline sudah beberapa kali mengenakan karya Sapto di ajang Cannes. Pada karpet merah utama Cannes 2024, ia tampil dengan terusan bersiluet kebaya yang juga mencuri perhatian.

Penampilan tahun ini memperlihatkan kesinambungan gaya yang konsisten, tetapi tetap menghadirkan pembaruan visual. Nuansa formal berpadu dengan sentuhan heritage Indonesia, sehingga tampilan Raline terasa menonjol tanpa berlebihan.

Motif Yayi Ukir

Motif Yayi Ukir menjadi salah satu elemen penting yang membentuk karakter gaun tersebut. Sapto menyebut inspirasi motif itu datang dari perpaduan ukiran dan tekstur tenun tradisional yang kemudian diolah ulang bersama motif Penara.

Di dalam struktur motif tenun tersebut, elemen Penara dimasukkan agar hasil akhir terasa lebih kaya detail. Meski kompleks, motif itu tetap dijaga agar tampak halus, elegan, dan tidak kehilangan kesan modern.

Keputusan memakai motif tersebut juga membuat gaun terlihat selaras dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline. Nuansa art-deco yang muncul dari kombinasi itu memberi kesan lebih dimensional pada keseluruhan penampilan.

Proses Pengerjaan Gaun

Pengerjaan gaun ini memakan waktu sekitar 800 jam, lebih singkat dibanding kebaya Raline di Cannes 2024 yang memerlukan 1.200 jam. Meski demikian, setiap detail tetap digarap dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Proses tersebut mencakup konstruksi, bordir, hingga tahap akhir penyempurnaan. Sapto menekankan bahwa pengerjaan yang cermat diperlukan agar gaun terlihat effortless saat dikenakan.

Ketelitian ini penting karena busana harus tampil stabil ketika digunakan di karpet merah. Selain itu, setiap elemen juga harus mendukung kenyamanan Raline selama bergerak dan berpose di depan kamera.

Warna Oyster yang Elegan

Warna Oyster dipilih karena telah lama menjadi salah satu palet khas Sapto Djojokartiko. Warna ini dinilai memiliki karakter timeless, understated, dan tetap elegan untuk berbagai kesempatan formal.

Raline sendiri disebut menginginkan warna tersebut karena merepresentasikan sisi klasik dan anggun dirinya. Pilihan itu membuat keseluruhan tampilan terasa personal, tetapi tetap selaras dengan arah artistik sang desainer.

Di bawah pencahayaan red carpet, warna Oyster memberi ruang bagi bordir, tekstur, dan siluet gaun untuk tampil lebih hidup. Hasilnya, Raline terlihat stand out tanpa kehilangan kesan lembut dan berkelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!