Raline Shah Kembali Tampil Anggun di Cannes dengan Sapto

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 11:38 WIB 6
Raline Shah Kembali Tampil Anggun di Cannes dengan Sapto

Raline Shah kembali menarik perhatian di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, saat mengenakan gaun rancangan Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi kolaborasi keduanya di salah satu ajang film paling bergengsi di dunia. Gaun bernuansa Oyster tersebut tampil menonjol berkat siluet ballgown, bordir detail, dan kesan glamor yang tetap halus.

Di pemutaran perdana The Beloved, busana itu menjadi sorotan karena memadukan kemewahan modern dengan sentuhan heritage Indonesia. Sapto Djojokartiko menyebut rancangan tersebut dirancang untuk menghadirkan kesan timeless, tetapi tetap relevan dengan gaya masa kini. Detail bordir motif Yayi Ukir dan pilihan warna yang konsisten membuat tampilan Raline terlihat anggun di bawah pencahayaan karpet merah.

Gaun Cannes Raline Shah

Inspirasi utama gaun tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang terasa modern. Sapto Djojokartiko ingin memberi nuansa glamor yang tidak lekang oleh waktu, namun tetap memiliki karakter personal. Karena itu, ia menambahkan detail heritage Indonesia secara subtil agar identitas busana tetap kuat.

Motif bordir Yayi Ukir diterapkan pada seluruh permukaan ballgown sebagai elemen utama. Kehadiran motif ini membuat gaun tidak hanya memancarkan kemewahan visual, tetapi juga menonjolkan craftsmanship yang menjadi DNA label tersebut. Hasil akhirnya terlihat lembut, rapi, dan berkelas saat dikenakan Raline di red carpet.

Perpaduan antara potongan gaun, tekstur bordir, dan pilihan material membuat busana itu tampak menyatu dengan karakter Raline. Busana tersebut menghadirkan kesan elegan tanpa berlebihan, sehingga tetap nyaman dilihat dari berbagai sudut. Pada momen itu, gaun menjadi penopang utama citra anggun yang ingin ditampilkan sang aktris.

Makna motif Yayi Ukir

Motif Yayi Ukir lahir dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional yang kemudian diolah ulang. Sapto Djojokartiko menyatukan unsur itu dengan motif khas Penara agar tampil lebih kaya detail. Meski terinspirasi dari tradisi, hasil akhirnya tetap terasa ringan dan modern.

Pengolahan motif dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati agar tidak kehilangan kesan halus. Struktur tenun diisi kembali dengan elemen Penara sehingga menghasilkan pola baru yang lebih elegan. Pendekatan tersebut memberi lapisan visual yang menarik tanpa membuat tampilan menjadi ramai.

Menurut Sapto, motif itu juga selaras dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline. Nuansa art-deco dari aksesori tersebut memperkuat kesan dimensi pada keseluruhan tampilan. Kombinasi itu membuat busana dan perhiasan tampil harmonis di atas karpet merah Cannes.

Ratusan jam pengerjaan

Proses pembuatan gaun ini memakan waktu sekitar 800 jam. Waktu tersebut diisi dengan pengerjaan konstruksi, bordir, hingga tahap akhir penyempurnaan. Setiap detail dikerjakan secara teliti agar hasilnya tampak mulus ketika dipakai.

Jika dibandingkan dengan kebaya Sapto yang dikenakan Raline di Cannes 2024, durasi pengerjaan kali ini lebih singkat. Pada tahun sebelumnya, busana yang dikenakan Raline disebut memakan waktu hingga 1.200 jam. Meski demikian, perhatian terhadap detail tetap menjadi prioritas utama dalam proses kreatif kali ini.

Tujuan utama dari pengerjaan yang panjang itu adalah menghadirkan gaun yang terlihat effortless saat dikenakan. Siluet busana harus jatuh dengan baik dan tetap nyaman bergerak di karpet merah. Karena itu, konstruksi dan finishing dibuat seimbang agar hasil akhir tampak alami di tubuh.

Warna Oyster yang konsisten

Warna Oyster kembali dipilih sebagai palet utama untuk penampilan Raline di Cannes. Bagi Sapto Djojokartiko, warna tersebut sudah lama menjadi salah satu signature palette rumah mode miliknya. Karakter warnanya dianggap timeless, understated, dan tetap elegan di berbagai kesempatan.

Pemilihan warna itu juga datang dari preferensi pribadi Raline Shah. Ia disebut menginginkan rona Oyster karena mewakili sisi klasik dan anggun dari dirinya. Pilihan tersebut membuat tampilannya terlihat konsisten dari tahun ke tahun tanpa kehilangan kesan segar.

Warna Oyster memberi ruang bagi bordir, tekstur, dan siluet gaun untuk tampil lebih hidup di bawah sorot lampu. Nuansa itu membuat penampilan Raline menonjol tanpa harus tampil mencolok. Pada akhirnya, kombinasi warna, detail, dan konstruksi menjadikan busana itu salah satu sorotan di Cannes 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!