Rahasia Fesyen UMKM Bertahan di Pasar Kompetitif

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 20:20 WIB 3
Rahasia Fesyen UMKM Bertahan di Pasar Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk mempertahankan pasar. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai daya saing justru lahir dari karakter produk yang kuat dan konsisten. Dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025, ia memaparkan sejumlah strategi agar produk tetap eksis.

Helda menyebut salah satu kunci utama adalah membangun DNA produk yang jelas sejak awal. Untuk Kienka, ciri itu terlihat dari motif bunga dengan warna pastel yang tidak berubah dari waktu ke waktu. Menurut dia, konsistensi tersebut membuat merek lebih mudah dikenali dan diingat konsumen.

Strategi Fesyen yang Kuat

Helda menegaskan bahwa brand yang ingin bertahan harus memiliki identitas yang tegas. Ia menilai keunikan desain menjadi pembeda utama di tengah banyaknya pilihan produk serupa di pasar. Karena itu, konsistensi motif dan warna menjadi bagian penting dari strategi bisnis Kienka.

Brand miliknya memilih motif bunga-bunga dengan nuansa pastel sebagai ciri khas utama. Pilihan itu sengaja dipertahankan agar pelanggan langsung mengenali produk tanpa perlu banyak penjelasan. Menurut Helda, langkah tersebut membantu membangun kedekatan emosional dengan pembeli.

Ia menambahkan bahwa kekuatan identitas merek tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada pesan yang dibawa. Produk yang memiliki karakter jelas akan lebih mudah masuk ke benak konsumen. Dalam persaingan yang padat, hal itu menjadi modal penting untuk menjaga eksistensi.

Menentukan Target Konsumen

Selain membangun ciri khas, Kienka juga fokus pada segmen pasar yang spesifik. Helda menyebut pihaknya menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Penentuan target ini membuat arah desain dan pemilihan warna lebih terukur.

Dengan memahami kebutuhan konsumen, merek dapat menghadirkan produk yang lebih relevan. Helda menilai warna dan detail desain perlu disesuaikan dengan karakter pasar yang dibidik. Pendekatan ini membuat produk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai selera pembeli.

Ia mengatakan segmentasi pasar yang jelas membantu menjaga efisiensi promosi dan pengembangan produk. Perusahaan dapat lebih fokus menyusun koleksi yang benar-benar dibutuhkan pelanggan. Strategi tersebut dinilai lebih efektif dibanding menjangkau semua kalangan tanpa arah yang pasti.

Aktif di Panggung Fesyen

Untuk memperluas jangkauan, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen week. Partisipasi itu dilakukan baik pada ajang nasional maupun lewat penyelenggaraan sendiri. Menurut Helda, kehadiran di ruang-ruang tersebut penting untuk menjaga visibilitas merek.

Kegiatan fesyen menjadi sarana untuk memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas. Selain menampilkan koleksi terbaru, ajang ini juga membuka peluang menjalin relasi dengan pelaku industri lain. Helda menilai eksposur semacam itu sangat membantu menjaga relevansi brand.

Di sisi lain, keikutsertaan dalam event fesyen juga memperkuat citra profesional sebuah merek. Produk yang rutin tampil di panggung publik cenderung lebih dipercaya konsumen. Hal ini menjadi salah satu cara agar produk tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin padat.

Live Shopping dan Kolaborasi

Helda juga membagikan pengalaman dalam menjaga penjualan melalui live shopping. Menurut dia, host yang menarik berperan besar dalam menciptakan suasana mendesak bagi penonton. Dorongan psikologis itu dapat mendorong konsumen segera melakukan pembelian.

Selain itu, Kienka menerapkan sistem open pre-order agar minat pasar tetap terjaga. Produk contoh ditampilkan lebih dulu selama tiga sampai lima hari untuk membangun antusiasme. Setelah itu, tim membuat konten agar produk berpotensi viral sebelum masuk masa pembelian yang ditentukan.

Kolaborasi juga menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan. Kienka aktif bekerja sama dengan influencer serta produk-produk kecantikan untuk memperluas jangkauan pasar. Menurut Helda, kombinasi antara kolaborasi, promosi kreatif, dan kekuatan identitas merek menjadi fondasi agar produk tetap eksis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!