Raffi Ahmad dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Sebelum bertolak, ia lebih dulu berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. Momen pertemuan itu terlihat dalam unggahan Instagram Raffi Ahmad. Dalam kesempatan tersebut, Raffi meminta doa agar ibadahnya berjalan lancar.
Ucapan pamit Raffi mendapat respons singkat dari Prabowo yang mendoakan agar ibadahnya mabrur. Setelah itu, Raffi juga berpamitan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua DPR Puan Maharani. Ia menyampaikan bahwa keberangkatannya dilakukan malam ini. Raffi pun meminta doa serta maaf lahir dan batin sebelum berangkat.
Keberangkatan Haji Raffi Ahmad
Raffi Ahmad menyampaikan langsung rencana keberangkatannya saat berbincang di studio FYP, Trans 7, Jakarta Selatan. Ia mengatakan akan berangkat pada keesokan hari, seraya memohon doa dari orang-orang di sekitarnya. Permintaan maaf lahir dan batin juga ia sampaikan menjelang ibadah tersebut. Sikap itu menunjukkan keseriusan Raffi dalam mempersiapkan perjalanan spiritualnya.
Dalam unggahan yang beredar, Raffi tampak mendatangi sejumlah pejabat negara untuk berpamitan. Ia menyampaikan pernyataan dengan bahasa yang sederhana dan hangat. Respons dari para pejabat pun singkat, namun sarat doa baik. Suasana itu memperlihatkan hubungan yang akrab di tengah momen resmi kenegaraan.
Raffi juga menegaskan bahwa keberangkatannya kali ini dilakukan tanpa sang istri, Nagita Slavina. Ia menyebut akan berangkat sendiri dan meminta dukungan doa dari publik. Informasi tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa perjalanan ibadahnya dilakukan secara mandiri. Meski demikian, ia tetap membawa harapan besar untuk pulang dengan pengalaman yang berkesan.
Keberangkatan haji Raffi menjadi sorotan karena terjadi di tengah agenda padatnya sebagai figur publik. Di luar aktivitas hiburan, ia menunjukkan komitmen untuk menjalankan ibadah yang menjadi kewajiban umat Islam. Publik pun merespons dengan doa dan dukungan melalui berbagai platform media sosial. Momen ini menambah perhatian terhadap sisi personal Raffi Ahmad di luar dunia televisi.
Respons Prabowo Gibran Puan
Pertemuan Raffi dengan Presiden Prabowo terekam dalam suasana singkat namun hangat. Saat Raffi menyampaikan izin berangkat haji, Prabowo merespons dengan doa agar ibadahnya mabrur. Jawaban itu disampaikan tanpa berpanjang-panjang, namun tetap penuh makna. Interaksi keduanya menjadi bagian yang paling banyak dibagikan warganet.
Raffi kemudian melanjutkan pamit kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kepada Gibran, ia menyampaikan izin berangkat haji dengan nada sopan dan ringkas. Gibran membalas dengan doa agar perjalanan ibadahnya lancar. Respons tersebut menegaskan dukungan dari jajaran pimpinan negara terhadap keberangkatan Raffi.
Tak berhenti di situ, Raffi juga berpamitan kepada Puan Maharani. Ia menyampaikan bahwa dirinya akan berangkat haji malam ini dan memohon izin. Puan pun menjawab dengan doa serupa, yakni mabrur. Rangkaian percakapan singkat itu menunjukkan nuansa formal yang tetap akrab.
Unggahan momen pamit tersebut membuat nama Raffi kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet menilai pertemuan itu mencerminkan kesantunan sebelum menjalankan ibadah. Di sisi lain, permintaan doa dari Raffi dianggap wajar mengingat pentingnya perjalanan haji. Keberangkatannya pun mendapat sorotan luas dari pengikut media sosialnya.
Doa Sebelum Bertolak
Sebelum momen pamit kepada para pejabat negara, Raffi lebih dulu mengajak publik untuk mendoakan keberangkatannya. Ia meminta maaf lahir dan batin sebagai bentuk persiapan menuju tanah suci. Permintaan itu disampaikan dengan nada tenang di hadapan kamera. Pesannya sederhana, tetapi kuat karena menyangkut ibadah yang sangat penting.
Raffi menegaskan bahwa dirinya berangkat dalam keadaan siap lahir dan batin. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena mendapat kesempatan menunaikan haji. Bagi banyak umat Islam, kesempatan tersebut dipandang sebagai anugerah besar. Karena itu, permintaan doa dari Raffi dinilai selaras dengan nilai spiritual yang ia bawa.
Keterangan bahwa ia akan berangkat sendiri tanpa Nagita Slavina juga menjadi perhatian. Meski tidak ditemani istri, Raffi tampak mantap menjalani ibadah tersebut. Ia tetap meminta dukungan agar seluruh proses berjalan lancar. Hal itu memperlihatkan bahwa keberangkatan haji dipandang sebagai perjalanan yang sangat personal.
Dalam konteks publik figur, momen seperti ini kerap menarik perhatian karena kedekatan Raffi dengan masyarakat luas. Namun inti dari seluruh rangkaian itu tetap sama, yaitu kesiapannya menjalankan ibadah haji. Doa dari keluarga, kolega, dan publik menjadi bagian penting yang mengiringi keberangkatannya. Raffi pun diharapkan dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk.
Perhatian Publik Menguat
Kabar keberangkatan Raffi Ahmad ke tanah suci dengan cepat menyebar di media sosial. Unggahan pribadinya memudahkan publik mengikuti langsung momen pamit tersebut. Di tengah kesibukan profesinya, keputusan untuk berhaji menjadi perhatian besar. Hal itu menunjukkan bahwa aktivitas personal figur publik masih memiliki daya tarik tinggi.
Rangkaian pamitan kepada Prabowo, Gibran, dan Puan juga memberi warna tersendiri pada pemberitaan ini. Interaksi singkat tersebut dinilai memperlihatkan kesopanan dan penghormatan dalam tradisi Indonesia. Selain itu, respons doa yang diberikan para pejabat menghadirkan nuansa hangat. Publik pun ikut menyoroti sikap saling menghormati dalam momen itu.
Keberangkatan haji Raffi juga memunculkan banyak doa dari para pengikutnya. Warganet berharap ibadahnya diterima dan dijalankan dengan lancar. Dukungan itu datang sebagai bentuk kedekatan emosional antara publik dan figur yang sudah lama dikenal. Dalam situasi seperti ini, media sosial kembali menjadi ruang utama berbagi doa dan komentar positif.
Dengan jadwal berangkat malam ini, Raffi memasuki fase penting dalam perjalanan spiritualnya. Ia telah meminta restu, doa, dan maaf sebelum menunaikan ibadah haji. Seluruh rangkaian itu menegaskan bahwa keberangkatannya bukan sekadar perjalanan biasa. Bagi banyak orang, momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya niat dan kesiapan sebelum beribadah.
