Raffi Ahmad Berangkat Haji, Pamit ke Prabowo dan Gibran

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 08:10 WIB 6
Raffi Ahmad Berangkat Haji, Pamit ke Prabowo dan Gibran

Raffi Ahmad dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada malam ini, Rabu (20/5/2026). Sebelum bertolak, ia lebih dulu berpamitan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Momen perpisahan itu terekam dalam unggahan Instagram Raffi Ahmad usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta doa agar perjalanan ibadahnya berjalan lancar dan diterima sebagai haji yang mabrur.

Raffi Ahmad menyampaikan langsung kabar keberangkatannya kepada para pejabat negara. Ia mengucapkan izin berangkat haji dengan sopan, lalu mendapat balasan doa dari Prabowo, Gibran, dan Puan. Sikap itu menunjukkan tradisi saling menghormati yang kerap mewarnai momen keberangkatan ibadah umat Muslim di Indonesia. Di sisi lain, publik menyoroti kehangatan interaksi tersebut karena berlangsung setelah agenda kenegaraan di kompleks parlemen.

Raffi Ahmad Pamitan Haji

Raffi Ahmad terlihat menyampaikan izin keberangkatan haji kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam percakapan singkat itu, ia mengatakan akan berangkat malam ini untuk menjalankan ibadah haji. Prabowo membalas singkat dengan doa agar ibadah tersebut menjadi haji mabrur. Momen itu kemudian menjadi perhatian publik karena berlangsung dalam suasana yang hangat dan akrab.

Selain kepada Presiden, Raffi Ahmad juga berpamitan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyampaikan bahwa dirinya akan berangkat haji dan meminta izin dengan bahasa yang sopan. Gibran merespons dengan doa agar perjalanannya lancar. Interaksi singkat itu memperlihatkan kedekatan informal di tengah konteks protokoler kenegaraan.

Pamit serupa juga disampaikan Raffi Ahmad kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam unggahan yang beredar, ia menyebut akan berangkat haji malam ini dan meminta izin secara langsung. Puan membalas dengan ucapan mabrur sebagai doa bagi kelancaran ibadahnya. Respons itu menegaskan bahwa keberangkatan haji masih dipandang sebagai momen penting yang layak disambut dengan doa.

Rangkaian pertemuan tersebut terjadi usai Raffi Ahmad menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19. Kehadirannya dalam agenda itu membuat momen pamit haji semakin menjadi sorotan. Publik kemudian melihat bahwa keberangkatannya dilakukan setelah menyelesaikan sejumlah aktivitas resmi. Situasi ini memberi gambaran bahwa jadwal ibadahnya sudah diatur dengan matang.

Doa Dari Para Pemimpin

Ucapan mabrur dari Prabowo, Gibran, dan Puan menjadi penutup percakapan yang singkat namun bermakna. Doa tersebut merupakan bentuk dukungan moral bagi Raffi Ahmad yang segera menunaikan rukun Islam kelima. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, doa keberangkatan haji kerap disampaikan sebagai simbol harapan atas keselamatan dan kelancaran ibadah. Hal itu juga tercermin dalam momen yang dibagikan Raffi melalui media sosial.

Reaksi para pejabat negara menunjukkan bahwa perjalanan ibadah masih memiliki tempat istimewa dalam ruang publik. Meski berlangsung singkat, momen itu memperlihatkan hubungan yang cair antara tokoh publik dan pemimpin negara. Publik pun menangkap kesan bahwa keberangkatan haji Raffi Ahmad disambut dengan penuh penghormatan. Nuansa tersebut menambah nilai emosional dari unggahan yang ia bagikan.

Dalam unggahan itu, Raffi Ahmad tidak hanya berpamitan, tetapi juga menyampaikan rasa hormat kepada para pemimpin negara. Ia menggunakan tutur kata yang santun saat meminta izin berangkat haji. Sikap tersebut memperlihatkan adab yang dijaga dalam komunikasi publik. Di tengah sorotan media, gestur sederhana ini justru menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan.

Momen pamit haji itu lalu menyebar luas dan memancing perhatian warganet. Sebagian menilai interaksi tersebut mencerminkan etika yang baik di ruang publik. Sebagian lainnya menyoroti kedekatan Raffi Ahmad dengan jajaran pemerintahan. Terlepas dari itu, inti peristiwa tetap pada keberangkatannya untuk menjalankan ibadah haji.

Doa Dan Maaf Untuk Publik

Sebelum momen pamit kepada para pejabat negara, Raffi Ahmad lebih dulu menyampaikan permintaan doa kepada publik. Ia juga meminta maaf lahir dan batin menjelang keberangkatannya. Pernyataan itu disampaikan saat hadir di studio FYP, Trans 7, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5). Dengan nada sederhana, ia menegaskan bahwa keberangkatan itu sudah dekat dan perlu doa dari banyak pihak.

Dalam pernyataannya, Raffi Ahmad mengatakan bahwa dirinya akan berangkat haji pada hari berikutnya. Ia mengajak publik untuk ikut mendoakan kelancaran ibadahnya. Permintaan maaf yang ia sampaikan juga menunjukkan keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Ucapan itu menjadi penegasan bahwa keberangkatan ke tanah suci bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan juga momen spiritual yang dibagi dengan publik.

Raffi Ahmad juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menunaikan ibadah haji seorang diri. Ia menjelaskan bahwa sang istri, Nagita Slavina, tidak ikut dalam perjalanan tersebut. Keterangan itu disampaikannya secara terbuka agar publik memahami kondisi keberangkatannya. Pernyataan tersebut kemudian menambah perhatian karena selama ini pasangan itu kerap tampil bersama di berbagai kesempatan.

Keputusan berangkat tanpa Nagita Slavina menjadi salah satu informasi yang paling banyak disorot. Namun, Raffi Ahmad tetap meminta doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Ia tampak ingin menjaga fokus pada tujuan utama, yaitu menunaikan ibadah haji. Dengan begitu, perhatian publik diarahkan pada perjalanan spiritual yang sedang ia jalani.

Keberangkatan Haji Raffi Ahmad

Keberangkatan Raffi Ahmad malam ini menandai salah satu agenda pribadinya yang paling penting pada tahun ini. Ibadah haji menjadi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan niat yang tulus. Karena itu, permintaan doa dari publik menjadi bagian yang wajar dalam situasi seperti ini. Publik pun menaruh perhatian pada proses keberangkatannya yang berlangsung di tengah aktivitas kenegaraan.

Momen pamit kepada Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, dan Puan Maharani menambah dimensi publik dari keberangkatan tersebut. Interaksi singkat itu menunjukkan bahwa ibadah tetap mendapat penghormatan di tengah kesibukan para pejabat negara. Respons doa yang diberikan juga memperkuat kesan hangat dalam peristiwa itu. Semua rangkaian tersebut kemudian menjadi sorotan utama di media sosial dan pemberitaan.

Secara umum, publik melihat bahwa Raffi Ahmad berangkat dengan persiapan yang matang dan pesan yang jelas. Ia meminta maaf, memohon doa, dan berpamitan kepada orang-orang penting sebelum bertolak. Langkah itu mencerminkan kesadaran akan pentingnya adab dalam perjalanan ibadah. Pada saat yang sama, ia juga menunjukkan sikap terbuka kepada masyarakat yang selama ini mengikuti aktivitasnya.

Dengan keberangkatan ini, Raffi Ahmad memasuki babak baru dalam perjalanan spiritualnya. Publik kini menunggu kabar lanjutan mengenai keberadaannya di tanah suci. Doa agar ibadahnya diterima sebagai haji mabrur pun terus mengalir. Di tengah sorotan besar, pesan utamanya tetap sederhana, yaitu menjalankan ibadah dengan khusyuk dan pulang membawa keberkahan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!