Puskesmas Tayando Ohoiel Raih Inovasi Digital Kesehatan

Teknologi BRH 13 Mei 2026 18:33 WIB 10
Puskesmas Tayando Ohoiel Raih Inovasi Digital Kesehatan

Pada malam penganugerahan yang diselenggarakan di Hotel Sultan pada Jumat (17/4/2026), Puskesmas Tayando Ohoiel di Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku, dinobatkan sebagai Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan. Penghargaan tersebut menandai pengakuan atas upaya digitalisasi yang mempermudah akses edukasi dan layanan medis bagi warga setempat. Keberhasilan ini terjadi meski wilayah tersebut berada di daerah 3T dengan berbagai kendala infrastruktur.

Mengingat kondisi wilayah 3T, akses internet yang belum merata serta keterbatasan listrik menjadi hambatan utama. Diskominfo BAKTI AKSI akhirnya membantu dengan penyediaan internet pada Oktober 2024, sehingga upaya digitalisasi bisa berjalan lebih lancar. Puskesmas Tayando Ohoiel pun melangkah maju secara mandiri untuk meningkatkan kualitas layanan melalui media sosial, telekonsult, dan rekam medis digital.

Inovasi layanan digital

Setelah pasokan listrik tersedia, Puskesmas Tayando Ohoiel memulai upaya digitalisasi layanan kesehatan. Langkah pertama adalah membangun kehadiran online melalui akun Facebook dan Instagram serta layanan telekonsult via WhatsApp. Warga pun dapat mengakses informasi kesehatan dan edukasi dengan lebih mudah.

Melalui media sosial, Puskesmas Tayando Ohoiel aktif memposting edukasi kesehatan dan layanan publik, dan akun Facebook-nya telah memiliki sekitar 2.800 pengikut. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan warga. Para pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan dan permintaan konsultasi secara real-time.

Puskesmas juga mengaplikasikan telekonsult melalui WhatsApp untuk layanan poliklinik dan gawat darurat. Pesan telekonsult berfungsi sebagai telemedicine sehingga pasien bisa mendapatkan rujukan obat. Dalam keadaan darurat, obat yang diresepkan dapat diantarkan langsung ke rumah pasien.

Tantangan di 3T

Lokasi Puskesmas Tayando Ohoiel berada di wilayah 3T yang tersebar di kepulauan, sehingga akses internet tidak merata. Sebelum adanya bantuan internet dari Diskominfo BAKTI AKSI pada Oktober 2024, warga mengalami krisis jaringan yang menghambat layanan digital. Hambatan geografis dan keterbatasan listrik turut membatasi kapasitas infrastruktur kesehatan.

Puskesmas hanya memiliki lima komputer, dan tiga di antaranya berfungsi dengan baik. Beberapa petugas bahkan menggunakan laptop pribadi untuk menjalankan tugas administratif. Tidak adanya anggaran resmi untuk inisiatif digital menjadi kendala tambahan.

Kurangnya tenaga teknis rekam medis membuat digitalisasi menghadirkan tantangan. Petugas secara mandiri belajar dari internet dan bertukar pengetahuan dengan petugas RS Kota Tual. Inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi mandiri di tengah keterbatasan sumber daya.

Dampak bagi warga

Sejak digitalisasi, kualitas layanan Puskesmas Tayando Ohoiel meningkat dengan respons telekonsult yang lebih cepat. Pelayanan telekonsult memudahkan penanganan pasien pada layanan poliklinik maupun gawat darurat. Puskesmas juga memanfaatkan aplikasi Sikda Generik yang terhubung dengan Satu Sehat Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, pencatatan rekam medis dilakukan secara manual sehingga memakan waktu. Dengan rekam medis digital, proses pencatatan menjadi lebih cepat dan rapi. Jumlah pasien yang dilayani meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Edukasi kesehatan melalui Facebook memperluas jangkauan informasi. Ibu hamil mendapatkan edukasi kehamilan dan persalinan secara langsung dari Puskesmas. Secara ekonomi, digitalisasi mengurangi biaya operasional bagi fasilitas dan ongkos transportasi warga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!