Purbaya Yakin Rupiah Menguat Usai Aliran Dana Masuk

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 23 Mei 2026 06:28 WIB 7
Purbaya Yakin Rupiah Menguat Usai Aliran Dana Masuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat dalam waktu dekat. Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (19/5), rupiah tercatat berada di level Rp17.706 per dolar AS. Keyakinan itu muncul setelah Kementerian Keuangan memperkuat stabilitas pasar keuangan melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Menurut Purbaya, arus dana asing yang mulai masuk menjadi sinyal positif bagi pemulihan rupiah.

Purbaya menyampaikan bahwa langkah pemerintah dinilai efektif mengundang investor asing kembali ke pasar keuangan Indonesia. Ia menilai perbaikan sentimen di pasar obligasi mulai terlihat dan mendorong aliran dana masuk. Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (19/5/2026), ia menegaskan rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini. Ia juga menilai kondisi pasar mulai bergerak ke arah yang lebih sehat.

Rupiah dan sentimen pasar

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan proaktif menjaga stabilitas rupiah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Ia menilai kebijakan itu membantu memperbaiki sentimen di pasar surat utang. Ketika kepercayaan investor kembali pulih, aliran dana asing mulai masuk. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi penopang bagi penguatan rupiah.

Ia mengatakan dana mulai masuk ke pasar obligasi dan tren itu berpotensi berlanjut. Purbaya melihat investor asing kembali melirik instrumen keuangan domestik. Dalam pandangannya, arus masuk modal asing akan memberi dukungan tambahan bagi rupiah. Karena itu, ia optimistis tekanan terhadap mata uang Garuda akan mereda.

Purbaya menekankan bahwa stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting dalam pergerakan nilai tukar. Saat imbal hasil obligasi turun, minat investor asing cenderung meningkat. Ia menyebut kondisi ini sebagai bukti bahwa kepercayaan pasar mulai pulih. Dengan sentimen yang membaik, rupiah diperkirakan ikut terdorong menguat.

Arus dana asing menguat

Purbaya menyebut investor asing mulai masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun. Pada hari yang sama, pasar sekunder mencatat masuknya dana asing sebesar Rp500 miliar. Sementara itu, pasar primer menerima aliran dana Rp1,68 triliun. Angka tersebut, menurutnya, memperlihatkan minat investor terhadap surat utang Indonesia.

Masuknya dana asing itu turut menekan yield obligasi pemerintah. Purbaya menilai penurunan yield merupakan sinyal bahwa pasar mulai kembali percaya. Ia mengatakan efek dari kebijakan stabilisasi bond market sudah terlihat. Dengan kondisi itu, investor asing dinilai lebih nyaman menempatkan dananya di Indonesia.

Menurut Purbaya, aliran dolar yang masuk seharusnya memberi dorongan tambahan bagi rupiah. Ia menyebut pasar obligasi yang lebih tenang akan membantu menjaga stabilitas keuangan. Dalam kondisi seperti ini, tekanan terhadap mata uang domestik cenderung berkurang. Pemerintah, kata dia, akan terus memantau dinamika pasar secara cermat.

Asumsi APBN tetap terjaga

Purbaya menegaskan tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Ia juga tidak berencana merevisi asumsi harga minyak dunia yang dipatok pada level US$100 per barel. Menurutnya, parameter yang digunakan dalam penyusunan anggaran masih relevan. Karena itu, tidak ada penyesuaian besar yang perlu dilakukan saat ini.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan penghematan yang dinilai cukup untuk menghadapi situasi sekarang. Dalam simulasi fiskal yang dilakukan sebelumnya, pergerakan rupiah juga sudah diperhitungkan. Purbaya menilai ruang fiskal masih memadai untuk menjaga kebijakan tetap stabil. Dengan demikian, pemerintah belum melihat urgensi untuk mengubah asumsi utama APBN.

Purbaya menambahkan bahwa penguatan rupiah akan membantu menjaga konsistensi arah kebijakan fiskal. Ia menilai stabilitas nilai tukar penting bagi perencanaan anggaran dan kepercayaan pasar. Jika rupiah berbalik menguat, tekanan terhadap biaya impor dan pembiayaan juga dapat berkurang. Kondisi itu diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian secara lebih luas.

Prospek rupiah ke depan

Melihat perkembangan pasar saat ini, Purbaya meyakini rupiah tidak akan bertahan lama di level Rp17.706. Ia menilai perbaikan sentimen dan masuknya dana asing menjadi modal penting bagi penguatan mata uang domestik. Selama pasar obligasi tetap stabil, peluang rupiah untuk menguat dinilai semakin besar. Pemerintah pun terus berupaya menjaga kepercayaan investor agar arus dana tetap masuk.

Purbaya juga menilai langkah menjaga bond market telah membuahkan hasil awal yang positif. Yield yang menurun menunjukkan pasar merespons kebijakan pemerintah dengan baik. Ketika investor asing kembali aktif, risiko tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Ia berharap tren ini berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan kombinasi stabilitas pasar obligasi dan aliran modal asing, Purbaya optimistis rupiah akan bergerak ke arah yang lebih kuat. Ia meminta publik melihat perkembangan ini sebagai sinyal pemulihan, bukan gejolak sesaat. Pemerintah, kata dia, akan tetap waspada terhadap dinamika global yang bisa memengaruhi pasar. Namun untuk saat ini, arah pergerakan rupiah dinilai mulai membaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!