Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000-an

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 04:49 WIB 3
Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000-an

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini bergerak mendekati titik terendah yang pernah terjadi saat krisis pasar akibat pandemi COVID-19. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi itu tidak akan bertahan lama, karena fundamental ekonomi Indonesia disebut masih solid dan berpeluang mendorong pemulihan pasar saham.

Dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026), Purbaya menyebut IHSG dapat kembali ke level 8.000-an seperti awal 2026. Ia juga menilai, jika kinerja perusahaan tetap baik sementara harga saham turun, situasi tersebut justru dapat menjadi peluang beli bagi investor.

IHSG dan Prospek Rebound

Purbaya menekankan bahwa pergerakan saham pada dasarnya ditentukan oleh fundamental perusahaan. Menurut dia, fundamental tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional.

Jika ekonomi membaik, profitabilitas emiten juga cenderung meningkat. Dalam pandangannya, hal itu akan memberi dorongan kuat bagi pemulihan IHSG.

Ia menyatakan bahwa pasar saham tidak perlu terlalu khawatir terhadap pelemahan yang terjadi saat ini. Pemerintah, kata Purbaya, akan terus memperbaiki ekonomi agar pemulihan berlangsung lebih cepat.

Purbaya juga menyebut saham yang turun padahal perusahaannya masih untung dapat dikategorikan undervalue. Karena itu, investor dinilai memiliki peluang untuk membeli pada harga yang lebih murah.

Fundamental Ekonomi Jadi Kunci

Purbaya menegaskan bahwa arah pasar saham tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi nasional. Bila pertumbuhan terjaga, maka kinerja dunia usaha juga berpotensi ikut menguat.

Ia mengatakan bahwa laba perusahaan yang meningkat akan menjadi penopang utama pergerakan saham. Kondisi tersebut, menurutnya, akan tercermin pada kenaikan harga di bursa.

Dalam penjelasannya, pemerintah akan fokus menjaga agar ekonomi Indonesia terus membaik. Ia optimistis langkah tersebut akan memberi efek positif terhadap pasar modal.

Ia menambahkan bahwa perbaikan ekonomi tidak hanya berdampak pada emiten besar, tetapi juga pada sentimen investor secara keseluruhan. Dengan demikian, pasar diharapkan kembali bergerak lebih sehat.

Peluang Beli Saat Harga Turun

Purbaya menyarankan investor untuk tidak panik ketika melihat harga saham turun. Menurut dia, kondisi itu justru dapat menjadi kesempatan jika fundamental perusahaan masih kuat.

Ia menilai saham yang murah tetapi tetap menghasilkan keuntungan layak untuk dipertimbangkan. Dalam situasi seperti itu, investor dinilai memiliki peluang memperoleh imbal hasil ketika harga kembali naik.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pelemahan indeks tidak selalu mencerminkan buruknya prospek jangka panjang. Sebaliknya, pasar bisa saja sedang berada dalam fase penyesuaian.

Purbaya mengatakan bahwa pemain pasar saham sebaiknya tetap tenang sambil menunggu perbaikan ekonomi berjalan. Menurut dia, arah kebijakan yang mendukung pertumbuhan akan membantu mengangkat sentimen pasar.

Teknikal Mendukung Pemulihan

Selain faktor fundamental, Purbaya juga menyoroti sinyal teknikal IHSG yang dinilai mulai menarik. Ia memperkirakan rebound bisa terjadi dalam waktu tidak lama.

Menurut dia, jika dilihat dari teknikalnya, IHSG berpotensi bergerak lebih kencang pada pekan depan. Pandangan itu menunjukkan keyakinannya bahwa pelemahan saat ini tidak akan berlangsung lama.

Ia menyampaikan bahwa pergerakan naik dapat terjadi setelah pasar menemukan momentum yang tepat. Karena itu, investor diminta menunggu sambil mencermati arah kebijakan ekonomi.

Purbaya tetap optimistis IHSG mampu kembali menguat hingga ke level 8.000-an. Keyakinan itu didasarkan pada asumsi bahwa ekonomi Indonesia akan terus membaik dan mendorong laba perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!