Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 25 Mei 2026 18:51 WIB 4
Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak di dekat titik terendahnya pada perdagangan hari ini, mendekati level yang terakhir terlihat saat gejolak pasar akibat pandemi COVID-19. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama jika fundamental ekonomi nasional terus membaik.

Purbaya mengatakan IHSG berpeluang kembali ke level 8.000-an, seperti yang sempat terlihat pada awal 2026. Pandangan itu ia sampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026), dengan menekankan bahwa kinerja saham sangat dipengaruhi oleh kondisi perusahaan dan ekonomi secara umum.

IHSG dan fundamental ekonomi

Purbaya menilai pergerakan saham pada dasarnya ditentukan oleh fundamental perusahaan. Fundamental itu, menurut dia, sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional. Jika ekonomi membaik, maka profitabilitas perusahaan juga cenderung meningkat.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi akan menjadi pendorong utama bagi pasar saham. Dalam pandangannya, pasar akan merespons positif ketika laba emiten bergerak naik. Karena itu, ia optimistis IHSG memiliki ruang pemulihan yang kuat.

Meski IHSG sempat tertekan, Purbaya melihat situasi tersebut tidak mencerminkan prospek jangka panjang. Ia menyebut kondisi pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen yang bersifat sementara. Sementara itu, fondasi ekonomi Indonesia dinilai masih berada dalam jalur yang baik.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga kepercayaan investor. Purbaya menekankan perlunya melihat pasar saham secara lebih rasional. Menurut dia, arah ekonomi yang positif akan ikut mengangkat indeks secara bertahap.

Saham undervalue jadi peluang

Purbaya menyarankan investor mencermati saham perusahaan yang masih mencatat laba tetapi harganya turun. Menurut dia, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang karena saham itu berada dalam posisi undervalue. Jika fundamentalnya kuat, penurunan harga dinilai tidak akan bertahan lama.

Ia menyampaikan bahwa membeli saham seperti itu berpotensi memberi keuntungan di masa depan. Pandangan tersebut sejalan dengan logika investasi berbasis fundamental. Selama perusahaan masih untung, harga yang rendah dapat menjadi momentum masuk bagi investor.

Dalam penjelasannya, Purbaya menilai pasar pada akhirnya akan kembali menilai kinerja emiten secara objektif. Ketika laba perusahaan terjaga, maka valuasi saham cenderung mengikuti. Karena itu, ia mendorong pelaku pasar untuk tidak panik terhadap pelemahan jangka pendek.

Ia juga mengingatkan bahwa ketakutan berlebihan hanya akan membuat investor kehilangan peluang. Menurut dia, saham yang sedang jatuh belum tentu mencerminkan buruknya prospek perusahaan. Justru, harga yang turun bisa menjadi titik masuk yang menarik bagi investor jangka panjang.

Optimisme pemulihan pasar

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memperbaiki perekonomian ke depan. Ia meyakini langkah tersebut akan membuat pasar saham bergerak lebih cepat. Semakin cepat perbaikan ekonomi terjadi, semakin besar pula peluang IHSG menguat.

Ia menilai optimisme pasar perlu dibangun melalui kinerja ekonomi yang konsisten. Ketika pertumbuhan membaik, kepercayaan investor biasanya ikut meningkat. Dalam kondisi itu, arus dana ke pasar saham berpotensi kembali menguat.

Purbaya juga menyebut IHSG tidak akan lama berada di level rendah saat ini. Menurut dia, pasar hanya menunggu waktu untuk pulih. Dengan dukungan fundamental yang membaik, rebound dinilai semakin masuk akal.

Pandangan tersebut memberi sinyal bahwa tekanan pasar masih dapat berbalik arah. Investor diminta mencermati perkembangan ekonomi dan kinerja emiten secara lebih cermat. Jika keduanya bergerak positif, pemulihan indeks bisa berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

Target rebound IHSG

Purbaya memperkirakan IHSG akan rebound dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut secara teknikal pasar saham berpeluang bergerak kencang pada pekan depan. Optimisme itu ia dasarkan pada kombinasi fundamental ekonomi dan potensi pemulihan sentimen.

Menurut dia, level 8.000-an bukan sesuatu yang mustahil bagi IHSG. Selama ekonomi Indonesia terus diperbaiki, pasar memiliki landasan yang cukup untuk naik. Karena itu, ia menilai arah indeks pada akhirnya akan kembali mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat.

Ia menegaskan bahwa pelaku pasar tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi saat ini. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong perbaikan ekonomi agar dampaknya terasa ke dunia usaha. Ketika perusahaan semakin untung, harga saham berpeluang ikut menguat.

Dengan nada optimistis, Purbaya menilai pemulihan indeks tinggal menunggu waktu. Ia melihat sinyal teknikal dan fundamental sama-sama mendukung arah penguatan. Dalam pandangannya, IHSG berpeluang kembali menjadi salah satu indikator positif ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!