Purbaya Prediksi Rupiah Menguat Lagi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 11:52 WIB 7
Purbaya Prediksi Rupiah Menguat Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026, saat rupiah ditutup di level Rp17.706 per dolar AS.

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan terus memperkuat rupiah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Menurut dia, langkah tersebut mulai memulihkan kepercayaan investor asing dan mendorong aliran dana masuk ke pasar keuangan.

Rupiah dan Pasar Obligasi

Purbaya menyebut rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini. Ia melihat sentimen di pasar obligasi mulai membaik setelah dana asing kembali masuk.

Menurutnya, penguatan rupiah berkaitan erat dengan stabilitas pasar surat utang negara. Ketika kepercayaan investor pulih, permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah ikut meningkat.

Kemenkeu disebut aktif menjaga agar pasar obligasi tetap kondusif. Strategi itu diarahkan untuk menarik kembali minat investor asing.

Dalam pandangan Purbaya, arus dana yang masuk akan berdampak pada penguatan mata uang domestik. Ia meyakini kondisi tersebut akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Langkah Kemenkeu Jaga Rupiah

Kementerian Keuangan melakukan pembelian obligasi di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas. Kebijakan ini dinilai membantu meredam tekanan pada rupiah.

Purbaya mengatakan tindakan tersebut sudah menunjukkan hasil awal. Yield obligasi mulai turun seiring meningkatnya minat investor.

Ia menilai pergerakan itu menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan. Stabilitas obligasi dianggap penting untuk menjaga aliran modal asing tetap masuk.

Selain itu, Kemenkeu juga memantau kondisi pasar primer dan sekunder. Dua pasar tersebut menjadi indikator penting dalam membaca respons investor terhadap kebijakan fiskal.

Asumsi APBN 2026 Tetap

Purbaya menegaskan tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Ia juga tidak merevisi asumsi harga minyak dunia yang tetap berada di level US$100 per barel.

Menurut dia, pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran dengan mempertimbangkan kondisi yang ada. Karena itu, tidak diperlukan penyesuaian besar pada asumsi dasar fiskal.

Ia menyebut penghematan yang telah dilakukan dinilai cukup untuk menghadapi situasi saat ini. Simulasi anggaran juga sudah memperhitungkan perubahan nilai tukar sebelumnya.

Purbaya menegaskan kebijakan fiskal tetap dijalankan dengan kehati-hatian. Tujuannya adalah menjaga ruang gerak APBN tanpa menambah risiko baru.

Arus Dana Asing Menguat

Purbaya menyampaikan investor asing mulai masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun. Menurut dia, arus dana itu menunjukkan perbaikan kepercayaan terhadap aset Indonesia.

Ia menambahkan, pada hari yang sama pasar sekunder mencatat inflow Rp500 miliar. Sementara itu, pasar primer menerima dana masuk sebesar Rp1,68 triliun.

Masuknya dana asing turut menekan yield obligasi. Kondisi tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa minat terhadap surat utang pemerintah kembali membaik.

Purbaya optimistis dolar akan terus mengalir masuk seiring pulihnya pasar obligasi. Ia menilai stabilisasi bond market menjadi kunci untuk menguatkan rupiah dalam waktu dekat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!