Purbaya Optimistis IHSG Sudah Dekati Titik Terendah

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 06:38 WIB 2
Purbaya Optimistis IHSG Sudah Dekati Titik Terendah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pasar saham Indonesia masih menyimpan prospek cerah meski belakangan bergerak fluktuatif dan sempat tertekan cukup dalam. Ia menyebut posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom.

Optimisme itu disampaikan Purbaya dalam ajang Jogja Financial Festival 2026 saat menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan indeks saham ke depan. Menurut dia, peluang kenaikan masih besar karena ekonomi nasional dinilai akan terus membaik.

IHSG dan prospek pasar

Purbaya menilai koreksi yang terjadi di pasar saham bukan alasan untuk khawatir berlebihan. Ia justru melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika wajar dalam siklus pasar.

Dalam pandangannya, prospek IHSG tetap positif selama fondasi ekonomi nasional terus diperkuat. Karena itu, ia meminta pelaku pasar melihat arah jangka panjang, bukan hanya fluktuasi harian.

Ia menyebut pertanyaan soal kemungkinan indeks kembali turun seharusnya dibaca dengan kacamata siklus ekonomi. Menurutnya, selama ekonomi bergerak membaik, peluang penguatan pasar modal akan ikut terbuka.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta forum keuangan yang menyoroti kondisi pasar saham belakangan ini. Purbaya menegaskan bahwa tekanan jangka pendek tidak selalu mencerminkan arah jangka panjang.

Reformasi ekonomi berlanjut

Purbaya mengatakan pemerintah bersama Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius. Ia menegaskan upaya itu dilakukan untuk memperkuat fundamental nasional.

Menurut dia, perbaikan pondasi ekonomi akan memberi dampak positif terhadap pasar modal. Dengan struktur ekonomi yang lebih kuat, investor dinilai memiliki alasan lebih besar untuk menaruh kepercayaan.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya kerap diminta turun tangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Hal itu, kata dia, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membenahi banyak sisi perekonomian.

Purbaya menambahkan bahwa kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dalam proses pembenahan tersebut. Ia meyakini reformasi yang konsisten akan memperbaiki kepercayaan pasar secara bertahap.

Siklus ekonomi bergerak

Dalam penjelasannya, Purbaya mengingatkan bahwa ekonomi selalu bergerak dalam siklus naik dan turun. Fase ekspansi, menurut dia, bisa berlangsung panjang jika dijalankan dengan kebijakan yang tepat.

Ia menyebut masa ekspansi dapat bertahan sekitar tujuh hingga delapan tahun bila pengelolaan ekonomi kurang optimal. Namun, durasinya bisa mencapai 10 tahun apabila kebijakan yang ditempuh lebih cermat.

Penjelasan itu, kata dia, penting agar masyarakat memahami bahwa pelemahan pasar bukan kondisi yang berdiri sendiri. Sebaliknya, pasar sering kali mengikuti arah siklus ekonomi yang lebih besar.

Karena itu, ia menilai pemulihan ekonomi akan menjadi penentu utama bagi penguatan indeks saham ke depan. Jika fondasi membaik, pasar modal berpeluang mengikuti tren yang sama.

Keyakinan untuk investasi

Purbaya memperkirakan potensi kenaikan indeks saham dalam beberapa tahun mendatang masih sangat besar. Ia bahkan menyebut pertumbuhan dari titik terendah ekonomi bisa mencapai empat hingga lima kali lipat pada periode 2028 sampai 2030.

Ia memberi ilustrasi bahwa jika indeks berada di level tertentu pada titik terendah, maka kenaikannya masih bisa berlanjut signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Menurut dia, prospek seperti itu menunjukkan ruang penguatan yang masih terbuka lebar.

Dari sisi teknikal jangka pendek, Purbaya menilai tekanan pasar mulai mereda. Ia mengatakan pasar saham kemungkinan sudah mendekati titik bottom, atau bahkan telah mencapainya.

Atas dasar itu, ia meminta masyarakat tidak takut berinvestasi di saham untuk jangka panjang. Selama fundamental ekonomi dijaga, ia meyakini IHSG akan naik bertahap ke depan.

Harapan ke depan

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga agar pondasi ekonomi tetap kuat. Ia menyebut langkah itu menjadi kunci untuk menciptakan kepercayaan di pasar keuangan.

Menurut dia, investor perlu menilai arah kebijakan dan kekuatan fundamental, bukan semata melihat gejolak jangka pendek. Dengan cara pandang itu, risiko psikologis akibat volatilitas pasar bisa ditekan.

Ia juga menilai perbaikan ekonomi nasional tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Selama reformasi terus berjalan, ia optimistis pasar saham akan ikut merespons positif.

Di akhir pernyataannya, Purbaya kembali menekankan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi IHSG. Ia percaya pasar akan bergerak naik secara bertahap seiring membaiknya ekonomi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!