Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah, meski belakangan bergerak fluktuatif dan sempat tertekan cukup dalam. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 ketika ia menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan indeks saham ke depan.
Menurut Purbaya, posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom, sehingga peluang penguatan dinilainya masih terbuka lebar. Ia menilai perbaikan ekonomi nasional yang terus berjalan akan menjadi penopang utama bagi penguatan pasar modal.
Prospek IHSG Membaik
Purbaya mengatakan pelemahan yang terjadi pada beberapa indeks saham tidak seharusnya dipandang sebagai sinyal akhir dari pasar. Ia justru melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari siklus yang lazim terjadi dalam pergerakan ekonomi dan pasar modal.
Ia menegaskan peluang kenaikan indeks masih besar karena ekonomi Indonesia dinilai akan membaik secara berkelanjutan. Dalam pandangannya, penguatan fundamental nasional akan memberi dampak langsung terhadap sentimen investor di bursa.
Purbaya juga menyebut bahwa pasar yang sedang tertekan kerap memberi kesempatan bagi investor jangka panjang. Dengan pondasi ekonomi yang terus diperkuat, ia memperkirakan arah IHSG masih akan bergerak naik secara bertahap.
Reformasi Ekonomi Dipercepat
Ia menyampaikan pemerintah bersama Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memperkuat fondasi nasional dan menutup berbagai kelemahan yang masih ada.
Purbaya menuturkan dirinya mendapat tugas untuk mengurus berbagai perbaikan secara langsung. Ia juga menyebut ada kerja sama lintas pihak agar agenda reformasi tersebut berjalan lebih efektif.
Perbaikan struktural itu, kata Purbaya, tidak hanya berdampak pada fiskal dan pertumbuhan, tetapi juga pada persepsi investor. Semakin kuat pondasi ekonomi, semakin besar pula kepercayaan pasar terhadap prospek saham Indonesia.
Siklus Bisnis Dorong Pasar
Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi pada dasarnya bergerak dalam siklus naik dan turun. Karena itu, fase ekspansi menurutnya masih bisa berlangsung panjang apabila reformasi dijalankan dengan tepat.
Ia menilai durasi ekspansi bisa bertahan sekitar tujuh hingga delapan tahun bila pengelolaan ekonomi kurang optimal. Namun, dengan kebijakan yang lebih baik, periode pertumbuhan dapat diperpanjang hingga sekitar 10 tahun.
Pandangan itu menjadi dasar keyakinannya bahwa pasar saham masih memiliki ruang penguatan. Selama ekonomi bergerak dalam fase ekspansi, minat investor terhadap saham cenderung ikut membaik.
Tekanan Pasar Mulai Mereda
Dari sisi teknikal jangka pendek, Purbaya menilai tekanan pasar saham mulai berkurang. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sudah mendekati atau mungkin telah mencapai titik bottom.
Ia memberikan ilustrasi bahwa jika indeks berada di sekitar level 7.000 pada titik terendah, maka potensi kenaikannya masih sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Dalam proyeksinya, penguatan itu bisa terjadi hingga periode 2028 sampai 2030.
Purbaya pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut berinvestasi di pasar saham dengan orientasi jangka panjang. Ia menegaskan pemerintah akan menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat sehingga IHSG dapat terus naik secara bertahap.
