Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG setelah pemerintah mengumumkan rencana pembentukan BUMN khusus ekspor pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menilai pasar masih bereaksi hati-hati karena belum memahami dampak kebijakan baru tersebut.
Menurut Purbaya, ketidakpastian membuat pelaku pasar cenderung menjual saham lebih dulu sambil menunggu kejelasan. Ia optimistis IHSG akan kembali menguat ketika investor memahami manfaat kebijakan itu terhadap tata kelola ekspor dan kinerja emiten.
IHSG dan sentimen pasar
Purbaya mengatakan pasar belum mengetahui secara utuh dampak hadirnya BUMN khusus ekspor. Kondisi itu, menurut dia, memicu aksi jual karena investor cenderung menghindari risiko saat kebijakan baru belum terbaca jelas.
Ia menyebut sikap pasar tersebut sebagai respons yang wajar ketika muncul ketidakpastian. Dalam situasi seperti itu, pelaku pasar biasanya memilih menunggu sambil menjaga posisi investasi mereka.
Purbaya menegaskan pelemahan IHSG tidak mencerminkan penilaian akhir terhadap kebijakan pemerintah. Ia meyakini reaksi pasar akan berubah setelah manfaat kebijakan mulai terlihat secara nyata.
Tujuan BUMN ekspor
Pemerintah membentuk badan baru ini untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menutup celah praktik kurang bayar pajak dan memperbaiki transparansi perdagangan.
Purbaya menjelaskan skema baru itu diharapkan membuat nilai penjualan lebih terefleksi secara langsung. Dengan begitu, ruang manipulasi seperti under invoicing dapat ditekan lebih efektif.
Ia menilai kebijakan ini bukan hanya menguntungkan negara, tetapi juga perusahaan yang tercatat di bursa. Menurut dia, perbaikan tata kelola dapat mendorong keuntungan ganda bagi emiten yang terdampak positif.
Dampak pada emiten bursa
Purbaya menyebut perusahaan yang selama ini menjual komoditas melalui skema yang kurang transparan berpotensi memperoleh valuasi lebih baik. Hal itu terjadi karena laporan penjualan akan lebih mencerminkan nilai bisnis yang sesungguhnya.
Ia menilai pasar saham pada akhirnya akan menghargai perusahaan yang kinerjanya terdokumentasi dengan lebih akurat. Ketika valuasi naik, emiten berpeluang menarik minat investor yang lebih luas.
Menurut Purbaya, perbaikan sistem ekspor dapat menjadi katalis positif bagi saham-saham terkait komoditas. Ia percaya pasar akan menangkap manfaat tersebut setelah mekanisme baru berjalan lebih jelas.
Langkah pemerintah berikutnya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Pemerintah menunjuk BUMN tertentu sebagai pengekspor tunggal untuk komoditas strategis.
Komoditas yang masuk dalam skema awal mencakup minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Prabowo menegaskan penjualan komoditas itu harus dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap pengelolaan ekspor menjadi lebih tertib dan bernilai tambah. Pasar kini menunggu rincian implementasi agar arah kebijakan ini semakin jelas bagi investor.
