Purbaya Intervensi Bond untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 11:46 WIB 6
Purbaya Intervensi Bond untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun tangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat. Sejak pekan lalu, pemerintah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk meredam gejolak pasar dan memulihkan kepercayaan investor.

Purbaya menyebut langkah tersebut mulai menunjukkan hasil, termasuk penurunan imbal hasil obligasi di pasar sekunder. Dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026), ia mengatakan arus dana asing kembali masuk ke pasar surat utang Indonesia.

Rupiah dan Pasar Obligasi

Pemerintah memilih bergerak cepat ketika rupiah menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Intervensi dilakukan melalui pasar obligasi agar sentimen investor kembali membaik.

Purbaya mengatakan pemerintah sudah masuk ke pasar sejak Rabu pekan lalu, lalu berlanjut pada Senin dan Selasa. Pada hari konferensi pers, ia menyebut dana yang masuk mencapai Rp1,3 triliun.

Langkah itu dinilai membantu menahan gejolak di pasar keuangan domestik. Pemerintah menargetkan stabilitas tetap terjaga agar rupiah tidak terus tertekan.

Rupiah Pulih di Pasar

Selain menekan imbal hasil obligasi, kebijakan tersebut ikut memperbaiki persepsi pasar terhadap aset Indonesia. Pemerintah menilai kondisi ini penting untuk menjaga aliran modal tetap masuk.

Purbaya menyebut investor asing mulai kembali membeli obligasi pemerintah. Ia merinci, dana asing masuk Rp500 miliar di pasar sekunder dan Rp1,68 triliun di pasar primer.

Masuknya investor asing dianggap sebagai sinyal bahwa kepercayaan pasar mulai pulih. Pemerintah melihat pergerakan ini sebagai respons positif atas tindakan yang diambil.

Rupiah dan Arus Asing

Purbaya menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan pernyataan, tetapi juga tindakan nyata di lapangan. Menurut dia, stabilitas finansial harus dijaga secara aktif ketika situasi global tidak menentu.

Ia mengatakan kondisi ekonomi dunia yang serba berubah membuat pemerintah perlu memantau pasar setiap waktu. Pengawasan itu dilakukan untuk memastikan rupiah tidak kembali bergejolak.

Dalam pandangannya, arus masuk dana asing menjadi bukti bahwa strategi intervensi berjalan di jalur yang tepat. Pemerintah akan terus menyesuaikan langkah jika tekanan pasar kembali muncul.

Rupiah Dijaga Pemerintah

Pemerintah menempatkan stabilitas rupiah sebagai bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, Kementerian Keuangan terus memantau perkembangan pasar obligasi dan pasar valuta asing.

Purbaya menekankan bahwa kepercayaan investor harus dijaga agar pembiayaan negara tetap sehat. Ia menilai pasar membutuhkan kepastian, terutama saat ketidakpastian global meningkat.

Dengan intervensi yang telah dilakukan, pemerintah berharap tekanan terhadap rupiah dapat diredam lebih jauh. Fokus berikutnya adalah memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!