Purbaya: IHSG Tertekan Sementara, Pasar Belum Pahami BUMN Ekspor

Forex & Saham Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 23:34 WIB 2
Purbaya: IHSG Tertekan Sementara, Pasar Belum Pahami BUMN Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor. Menurut dia, pasar masih merespons kebijakan baru itu dengan sikap hati-hati karena belum memahami dampak yang akan muncul bagi perusahaan dan bursa.

Purbaya menilai tekanan jual muncul karena ketidakpastian, bukan karena kebijakan tersebut berdampak negatif secara langsung. Ia optimistis IHSG akan pulih ketika pelaku pasar mulai melihat manfaat dari pembentukan badan ekspor yang ditunjuk pemerintah.

IHSG dan respons pasar

Purbaya menyebut pasar cenderung menjual lebih dulu ketika menghadapi kebijakan yang belum jelas. Menurut dia, reaksi seperti itu wajar terjadi karena investor biasanya menghindari risiko yang belum terukur.

Ia menilai pelemahan IHSG tidak perlu dibaca sebagai penolakan pasar terhadap kebijakan baru pemerintah. Kondisi tersebut lebih mencerminkan sikap menunggu kepastian sebelum investor kembali mengambil posisi.

Dalam pandangannya, pergerakan indeks akan mengikuti pemahaman pasar terhadap arah kebijakan yang sedang disiapkan. Jika manfaatnya mulai terbaca, Purbaya meyakini tekanan terhadap saham akan berkurang dengan sendirinya.

Manfaat BUMN ekspor

Pembentukan BUMN khusus ekspor disebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Pemerintah juga ingin memastikan penjualan komoditas berlangsung lebih transparan dan terpantau.

Purbaya menjelaskan, skema baru ini diharapkan menutup celah praktik under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara. Dengan mekanisme penjualan yang lebih rapi, nilai transaksi seharusnya terefleksi secara lebih akurat.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang tercatat di bursa juga berpotensi diuntungkan dari perbaikan tata kelola tersebut. Jika pendapatan tercatat lebih jelas, valuasi emiten terkait dinilai bisa meningkat.

Dampak ke emiten bursa

Menurut Purbaya, transparansi yang lebih baik akan membuat kinerja perusahaan tercermin lebih nyata di laporan penjualan. Hal itu dapat memperkuat persepsi investor terhadap prospek emiten di pasar saham.

Ia menilai keuntungan perusahaan tidak hanya berasal dari volume ekspor, tetapi juga dari perbaikan kualitas pencatatan transaksi. Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa memberi nilai tambah bagi saham yang terhubung dengan komoditas ekspor.

Purbaya percaya pasar pada akhirnya akan melihat kebijakan ini sebagai peluang, bukan ancaman. Ketika mekanismenya dipahami, saham-saham terkait berpeluang kembali mendapat sentimen positif.

Kebijakan ekspor satu pintu

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Pemerintah menunjuk BUMN tertentu sebagai pengekspor tunggal untuk komoditas strategis.

Komoditas yang masuk dalam skema itu mencakup kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy. Kebijakan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei.

Prabowo menegaskan, penjualan hasil sumber daya alam Indonesia harus dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Langkah itu dimaksudkan agar pengelolaan ekspor lebih tertib, lebih kuat, dan lebih menguntungkan bagi negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!