Di tengah suasana Idul Adha, penyanyi dangdut Ayu Ting Ting mengungkapkan keinginannya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Keinginan itu menjadi salah satu impian besar yang ia simpan setelah melihat ayahnya, Abdul Rozak, terlebih dahulu menyandang status haji. Menurut Ayu, perjalanan ibadah tersebut tidak cukup hanya dipersiapkan secara materi. Ia menilai kesiapan batin dan kondisi tubuh sama pentingnya sebelum berangkat.
Hal itu disampaikan Ayu saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026). Ibu satu anak itu mengaku belum mendaftarkan diri untuk berhaji, meski niatnya sudah sangat kuat. Ia memahami antrean haji di Indonesia membutuhkan waktu panjang dan perencanaan matang. Karena itu, ia memilih meminta doa agar dimudahkan pada waktunya.
Keinginan Haji Ayu Ting Ting
Ayu Ting Ting menegaskan bahwa dirinya sangat ingin berangkat haji ke Tanah Suci. Ia menyebut keinginan itu muncul bukan tanpa alasan, melainkan setelah melihat ayahnya lebih dulu menunaikan ibadah tersebut. Bagi Ayu, pencapaian spiritual seperti itu menjadi impian yang layak diperjuangkan. Namun, ia tidak ingin terburu-buru tanpa persiapan yang memadai.
Dalam pernyataannya, Ayu menilai ibadah haji menuntut kesiapan menyeluruh. Ia menyebut mental, fisik, dan aspek lainnya harus benar-benar kuat sebelum memutuskan berangkat. Sikap itu menunjukkan bahwa ia tidak memandang haji hanya sebagai perjalanan biasa. Ia ingin menjalankannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Ayu juga menempatkan keinginan berhaji sebagai bagian dari rencana hidup yang tidak bisa dipaksakan. Ia percaya ada waktu terbaik yang akan diberikan Tuhan. Karena itu, ia memilih bersikap tenang sambil terus mempersiapkan diri. Baginya, doa menjadi cara terbaik untuk membuka jalan.
Belum Daftar dan Masih Menunggu
Meski sudah memiliki niat kuat, Ayu mengaku belum mendaftarkan diri untuk haji. Ia menuturkan bahwa proses pendaftaran memang belum dilakukan hingga kini. Situasi itu tidak membuatnya khawatir berlebihan. Sebaliknya, ia memilih mengikuti alur dengan sabar.
Ayu memahami antrean haji di Indonesia dikenal panjang dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat banyak calon jemaah harus menunggu lebih lama sebelum mendapat kesempatan berangkat. Ia pun tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa tanpa perhitungan. Menurutnya, setiap tahapan harus dijalani dengan kesiapan yang matang.
Dalam kesempatan itu, Ayu meminta doa agar dirinya dimudahkan untuk mendaftar dan berangkat pada waktu yang tepat. Ia mengakui belum bisa memastikan kapan keinginan itu terwujud. Meski demikian, ia tetap menjaga harapan agar impian tersebut bisa menjadi kenyataan. Sikapnya menunjukkan bahwa ia memilih menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan.
Persiapan Batin dan Fisik
Bagi Ayu, ibadah haji tidak bisa disamakan dengan perjalanan biasa. Ia menilai ada tanggung jawab spiritual yang besar di dalamnya. Karena itu, kesiapan batin menjadi hal pertama yang ia pikirkan. Setelah itu, kondisi fisik juga harus dipastikan dalam keadaan prima.
Ia menyadari bahwa pelaksanaan haji menuntut tenaga, kesabaran, dan disiplin tinggi. Perjalanan ibadah tersebut membutuhkan ketahanan tubuh yang baik agar seluruh rangkaian bisa dijalani dengan lancar. Selain itu, kesiapan mental juga diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi selama di Tanah Suci. Dengan begitu, ibadah dapat dijalankan secara khusyuk.
Pandangan Ayu mencerminkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan besar. Ia tidak ingin hanya berangkat karena dorongan sesaat atau tekanan dari luar. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya kesiapan yang utuh. Prinsip itu menjadi dasar baginya dalam memandang rencana berhaji.
Doa dan Tawakal
Ayu menutup pernyataannya dengan ajakan untuk tidak mendahului rencana Tuhan. Ia meminta publik untuk terus mendoakan yang terbaik baginya. Menurutnya, setiap langkah besar dalam hidup tidak bisa dipastikan hanya dengan keinginan manusia. Karena itu, ia memilih untuk tawakal sambil tetap berikhtiar.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin banyak berkomentar soal kepastian berangkat haji. Ayu merasa belum saatnya memberikan penjelasan yang lebih jauh. Ia lebih memilih fokus pada kesiapan diri dan doa yang terus dipanjatkan. Sikap itu menunjukkan kehati-hatian dalam menyikapi rencana masa depan.
Keinginan Ayu Ting Ting untuk berhaji menambah perhatian publik terhadap perjalanan spiritualnya. Meski belum mendaftar, niat yang ia sampaikan menunjukkan kesungguhan untuk menunaikan rukun Islam kelima. Dengan persiapan yang matang dan doa yang terus mengiringi, harapan itu masih terbuka lebar. Saat ini, ia memilih menunggu waktu terbaik sambil terus memperbaiki diri.
