Purbaya: IHSG Terkoreksi karena Pasar Belum Pahami BUMN Ekspor

Forex & Saham Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 07:44 WIB 5
Purbaya: IHSG Terkoreksi karena Pasar Belum Pahami BUMN Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan Badan Usaha Milik Negara khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Ia menilai koreksi pasar pada Rabu, 20 Mei, dipicu oleh ketidakpastian investor terhadap arah kebijakan baru tersebut.

Purbaya menyampaikan pandangannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 Mei 2026. Menurut dia, pasar cenderung bereaksi dengan menjual saham lebih dahulu ketika belum memahami dampak penuh dari kebijakan yang diumumkan pemerintah.

IHSG dan Ketidakpastian Pasar

Purbaya mengatakan investor belum melihat manfaat langsung dari keberadaan BUMN khusus ekspor. Karena itu, sebagian pelaku pasar memilih bersikap hati-hati dan melepas sahamnya lebih dulu.

Ia menjelaskan, kondisi seperti ini lazim terjadi ketika pasar menghadapi kebijakan baru yang belum sepenuhnya jelas. Dalam situasi penuh ketidakpastian, kata dia, reaksi jual sering muncul sebagai langkah antisipasi risiko.

Purbaya menegaskan bahwa penurunan indeks tidak selalu mencerminkan buruknya kebijakan pemerintah. Menurutnya, koreksi jangka pendek justru bisa terjadi saat pelaku pasar masih menunggu penjelasan lebih lengkap.

Manfaat BUMN Ekspor

Menurut Purbaya, pembentukan badan ekspor itu dirancang untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Kebijakan ini juga ditujukan untuk menutup celah praktik under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara.

Ia menilai transaksi ekspor yang lebih transparan akan membuat nilai penjualan perusahaan tercatat lebih akurat. Dengan begitu, pendapatan yang dilaporkan ke publik dan otoritas akan mencerminkan kinerja yang sebenarnya.

Purbaya menyebut perbaikan tata kelola tersebut berpotensi memberi manfaat ganda bagi perusahaan yang tercatat di bursa. Selain meningkatkan kepercayaan investor, langkah ini juga dapat memperkuat basis valuasi emiten terkait.

Prospek Saham Emiten

Purbaya optimistis IHSG akan pulih ketika pasar mulai memahami dampak ekonomi dari kebijakan baru itu. Ia meyakini pelaku usaha akan melihat peluang keuntungan yang lebih besar dari sistem ekspor yang lebih tertib.

Menurut dia, perusahaan yang selama ini bergerak di sektor komoditas bisa memperoleh keuntungan dari pencatatan penjualan yang lebih jelas. Jika kinerja tercermin lebih baik, maka prospek saham emiten terkait juga berpotensi menguat.

Ia menambahkan bahwa penguatan valuasi perusahaan di bursa akan bergantung pada persepsi pasar terhadap kebijakan tersebut. Jika investor menilai manfaatnya nyata, tekanan jual yang terjadi saat ini diperkirakan mereda.

Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Penugasan itu diberikan kepada BUMN yang telah ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.

Komoditas yang masuk dalam kebijakan tersebut antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Prabowo menegaskan penjualan hasil sumber daya alam harus melalui mekanisme resmi yang ditetapkan pemerintah.

Kebijakan ini disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei. Pemerintah berharap pengelolaan ekspor yang terpusat dapat memperkuat penerimaan negara sekaligus meningkatkan efisiensi tata niaga komoditas strategis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!