Purbaya: IHSG Dekati Bottom, Prospek Saham Masih Cerah

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 15:24 WIB 11
Purbaya: IHSG Dekati Bottom, Prospek Saham Masih Cerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski belakangan bergejolak dan sempat tertekan. Ia menilai indeks saham sudah mendekati titik terendah atau bottom, sehingga peluang penguatan masih terbuka lebar. Pernyataan itu disampaikan dalam Jogja Financial Festival 2026 saat menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan pasar saham ke depan.

Purbaya menegaskan optimisme tersebut sejalan dengan keyakinannya bahwa ekonomi nasional akan terus membaik. Menurut dia, reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah bersama Presiden Prabowo menjadi fondasi penting bagi penguatan pasar modal. Ia juga meminta masyarakat melihat investasi saham sebagai pilihan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti fluktuasi harian.

Prospek IHSG

Purbaya menilai peluang kenaikan IHSG ke depan masih sangat besar. Ia menyebut tekanan yang terjadi belakangan tidak mengubah arah pemulihan dalam jangka panjang. Menurut dia, pasar saham akan mengikuti perbaikan ekonomi yang berlangsung bertahap.

Ia mengatakan bahwa posisi indeks saat ini sudah mendekati fase terendah. Karena itu, ruang kenaikan dinilai masih terbuka apabila fundamental ekonomi terus menguat. Pandangan tersebut ia sampaikan berdasarkan kombinasi analisis fundamental dan teknikal jangka pendek.

Purbaya juga menegaskan bahwa investor tidak perlu panik menghadapi volatilitas pasar. Menurut dia, fase turun dalam pasar saham merupakan bagian dari siklus yang wajar. Selama pondasi ekonomi terjaga, IHSG diyakini akan bergerak naik secara bertahap.

Reformasi Ekonomi

Purbaya menyebut pemerintah bersama Presiden Prabowo serius menjalankan reformasi ekonomi. Ia menegaskan upaya tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar wacana. Menurut dia, dirinya mendapat tugas untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa pembenahan ekonomi nasional akan berdampak langsung pada pasar modal. Ketika fondasi ekonomi menguat, kepercayaan investor cenderung ikut meningkat. Kondisi itu pada akhirnya dapat mendorong pergerakan saham menjadi lebih positif.

Menurut Purbaya, kerja sama lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan reformasi. Ia menilai sinergi antarpihak akan mempercepat perbaikan struktur ekonomi. Dengan demikian, pasar saham memiliki dukungan fundamental yang lebih kuat untuk tumbuh.

Siklus Pasar Saham

Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi bergerak mengikuti siklus bisnis yang naik dan turun. Dalam fase ekspansi, pertumbuhan dapat berlangsung cukup panjang apabila reformasi dijalankan dengan benar. Ia menilai kualitas kebijakan sangat menentukan lamanya periode pertumbuhan tersebut.

Ia menyebut masa ekspansi ekonomi bisa berlangsung sekitar tujuh hingga delapan tahun jika pengelolaannya tidak optimal. Namun, periode itu dapat mencapai sekitar sepuluh tahun apabila kebijakan dijalankan dengan lebih cermat. Menurut dia, peluang itu terbuka bila reformasi ekonomi konsisten diterapkan.

Dari siklus tersebut, Purbaya memperkirakan ruang pertumbuhan indeks saham masih sangat besar. Ia menyebut kenaikan bisa mencapai empat hingga lima kali lipat dari titik terendah hingga periode 2028 hingga 2030. Proyeksi itu, menurut dia, menunjukkan bahwa prospek jangka panjang pasar masih menjanjikan.

Investasi Jangka Panjang

Purbaya meminta masyarakat tidak takut berinvestasi di pasar saham untuk jangka panjang. Ia menilai fokus utama investor seharusnya tertuju pada kualitas pondasi ekonomi nasional. Selama pondasi itu membaik, potensi keuntungan investasi dinilai tetap terbuka.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kekuatan fundamental ekonomi. Menurut dia, arah kebijakan yang ditempuh akan mendukung stabilitas dan pertumbuhan pasar. Dengan kondisi itu, IHSG diperkirakan bergerak naik secara bertahap dalam jangka menengah dan panjang.

Purbaya menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa pasar saham Indonesia tetap memiliki ruang penguatan. Ia menilai koreksi yang terjadi saat ini justru dapat menjadi bagian dari proses menuju pemulihan. Karena itu, ia mendorong investor untuk tetap rasional dan berorientasi pada tujuan investasi jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!