Purbaya: IHSG Dekati Bottom, Prospek Saham Masih Cerah

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 09:06 WIB 2
Purbaya: IHSG Dekati Bottom, Prospek Saham Masih Cerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski sempat bergerak fluktuatif dan tertekan cukup dalam. Pandangan itu ia sampaikan dalam Jogja Financial Festival 2026 ketika menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan indeks saham ke depan. Menurutnya, peluang penguatan IHSG masih besar karena ekonomi nasional diperkirakan terus membaik.

Purbaya bahkan menyebut posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom. Ia menegaskan pemerintah bersama Presiden Prabowo tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius untuk memperkuat fundamental nasional. Dalam pandangannya, perbaikan pondasi ekonomi akan menjadi penopang utama bagi pasar modal.

Prospek IHSG Masih Menguat

Purbaya menilai penurunan tajam yang sempat terjadi tidak mencerminkan arah jangka panjang pasar saham. Ia percaya pergerakan indeks masih memiliki ruang naik yang besar. Keyakinan itu didasarkan pada asumsi bahwa ekonomi domestik akan terus menguat.

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan bahwa pasar saham pada dasarnya mengikuti kondisi ekonomi riil. Jika fundamental membaik, maka indeks juga berpeluang bergerak lebih tinggi. Karena itu, tekanan yang terjadi saat ini dinilai tidak perlu dibaca sebagai sinyal kelemahan jangka panjang.

Ia menambahkan, fase pelemahan sering kali menjadi bagian dari siklus yang wajar dalam pasar keuangan. Setelah tekanan mereda, pasar biasanya mencari titik keseimbangan baru. Dari titik itu, ruang pemulihan dapat terbuka lebih besar.

Purbaya juga menyinggung analisis teknikal jangka pendek yang menurutnya menunjukkan tekanan mulai menurun. Ia menilai kondisi saat ini bisa saja sudah berada di area dasar pergerakan. Dengan demikian, peluang penguatan bertahap dinilai mulai terbentuk.

Reformasi Ekonomi Jadi Kunci

Menurut Purbaya, pemerintah bersama Presiden Prabowo tengah mendorong reformasi ekonomi secara menyeluruh. Ia menyebut proses itu dijalankan dengan keseriusan penuh, bukan sekadar wacana kebijakan. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Ia mengatakan dirinya diminta untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang menghambat perbaikan ekonomi. Dalam pandangannya, kerja lintas sektor juga menjadi bagian penting agar reformasi berjalan efektif. Kolaborasi antarlembaga disebut akan menentukan hasil akhir dari agenda tersebut.

Purbaya menilai reformasi yang tepat dapat memperbaiki kepercayaan pelaku pasar. Saat kepercayaan meningkat, aliran dana ke pasar modal biasanya ikut membaik. Kondisi itu pada akhirnya akan memberi dukungan bagi penguatan indeks saham.

Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang kuat akan menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah disebut tidak ingin setengah hati dalam menjalankan perbaikan struktural. Menurutnya, konsistensi kebijakan menjadi syarat utama untuk menjaga momentum.

Siklus Bisnis Masih Berjalan

Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi selalu bergerak dalam siklus naik dan turun. Ia menyebut fase ekspansi dapat berlangsung cukup panjang bila kebijakan yang ditempuh tepat. Dalam kondisi yang dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi bisa bertahan lebih lama.

Ia mencontohkan bahwa masa ekspansi biasanya berlangsung sekitar tujuh hingga delapan tahun. Namun, durasi itu bisa lebih panjang apabila pemerintah mampu menjalankan reformasi secara cermat. Menurutnya, kualitas pengelolaan ekonomi sangat memengaruhi panjang pendeknya siklus tersebut.

Dari sudut pandang itu, Purbaya melihat Indonesia masih memiliki ruang untuk masuk fase pertumbuhan yang lebih kuat. Ia menilai pondasi yang sedang dibangun akan memberi dampak positif dalam beberapa tahun mendatang. Pasar modal, menurutnya, akan ikut merasakan manfaatnya.

Ia juga menekankan bahwa investor perlu memahami siklus ekonomi agar tidak mengambil keputusan secara emosional. Dengan pemahaman yang baik, investor dapat membaca momentum dengan lebih rasional. Hal itu dianggap penting untuk menjaga strategi investasi jangka panjang.

Investor Diminta Tetap Tenang

Purbaya meminta masyarakat tidak takut berinvestasi di pasar saham untuk jangka panjang. Ia menilai saham tetap menarik selama pondasi ekonomi bergerak ke arah yang lebih sehat. Karena itu, kekhawatiran berlebihan dinilai tidak diperlukan.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat. Menurutnya, arah kebijakan yang sedang ditempuh akan membuat kondisi makro membaik bertahap. Jika itu terjadi, maka IHSG juga diperkirakan bergerak naik secara perlahan.

Dalam penjelasannya, Purbaya bahkan menyebut potensi kenaikan indeks bisa sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Ia mencontohkan kemungkinan penguatan hingga beberapa kali lipat dari titik terendah. Proyeksi itu dikaitkan dengan periode 2028 hingga 2030.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal optimisme pemerintah terhadap pasar modal Indonesia. Meski volatilitas masih mungkin terjadi, arah jangka panjang dinilai tetap positif. Dengan fundamental yang menguat, IHSG disebut memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan bertahap.

Pasar Menunggu Kepastian Kebijakan

Di tengah dinamika pasar, pelaku investasi umumnya menunggu konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah. Kepastian arah reformasi menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan investor. Semakin jelas kebijakannya, semakin besar pula potensi kepercayaan pasar terbentuk.

Pernyataan Purbaya memberi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga optimisme di tengah tekanan pasar. Sikap tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran investor ritel maupun institusi. Dengan sentimen yang membaik, pergerakan IHSG berpeluang mendapat dukungan tambahan.

Bagi investor jangka panjang, fokus utama tetap pada kualitas fundamental emiten dan arah ekonomi nasional. Jika keduanya bergerak sejalan, maka strategi investasi menjadi lebih terukur. Karena itu, disiplin dan kesabaran tetap menjadi kunci utama.

Optimisme terhadap pasar saham Indonesia kini ditopang oleh harapan atas pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Selama reformasi berjalan konsisten, pasar dinilai memiliki alasan untuk bergerak lebih kuat. Dalam kerangka itu, IHSG masih dipandang menyimpan ruang pertumbuhan yang menarik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!