Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha Picu Risiko Asam Urat

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 10:46 WIB 2
Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha Picu Risiko Asam Urat

Momen Idul Adha kerap memicu konsumsi olahan daging dan jeroan dalam jumlah berlebih. Hidangan seperti sate hati, gulai kikil, paru goreng, usus, hingga babat memang menggugah selera, tetapi berisiko bila tidak dikendalikan.

Di balik rasa gurihnya, jeroan menyimpan kandungan kolesterol, purin, dan lemak yang relatif tinggi. Sejumlah ahli mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat memberi beban pada hati, ginjal, dan persendian.

Risiko jeroan bagi kesehatan

Jeroan memang mengandung zat besi, vitamin B12, dan protein yang dibutuhkan tubuh. Namun, manfaat tersebut tidak menghapus tingginya kandungan purin dan lemak di dalamnya. Jika dikonsumsi berlebihan, keseimbangan nutrisi dapat terganggu dan memicu masalah kesehatan. Karena itu, porsi jeroan perlu dibatasi meski tersaji sebagai hidangan utama saat hari raya.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr Aru Ariadno, menjelaskan bahwa konsumsi jeroan berlebih dapat meningkatkan asam urat. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena tubuh memecah purin menjadi asam urat dalam jumlah tinggi. Jika kadar asam urat naik, risiko gangguan kesehatan pun ikut bertambah. Penumpukan zat tersebut dapat berdampak langsung pada sendi dan organ lain.

Asam urat yang menumpuk dalam darah dapat memicu berbagai keluhan. Salah satunya adalah artritis gout, yaitu peradangan sendi yang menimbulkan nyeri dan bengkak. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan lain pada ginjal. Risiko tersebut menjadi lebih besar ketika jeroan dikonsumsi tanpa kontrol.

Dampak pada ginjal dan sendi

Ginjal menjadi salah satu organ yang paling terdampak saat kadar asam urat terlalu tinggi. Kristal asam urat dapat mengendap dan membentuk batu saluran kemih. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, terutama pada bagian pinggang dan perut bawah. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami mual dan kesulitan buang air kecil.

Batu asam urat terbentuk ketika urine terlalu asam dan mengandung kadar asam urat tinggi. Endapan tersebut kemudian mengeras dan menghambat aliran urine di saluran kemih. Jika tidak ditangani, gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Karena itu, gejala awal perlu dikenali sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain ginjal, sendi juga dapat mengalami peradangan akibat tingginya kadar asam urat. Nyeri biasanya muncul mendadak, disertai kemerahan dan rasa panas pada area sendi. Keluhan ini dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kenyamanan tubuh. Pada sebagian orang, serangan gout dapat berulang jika pola makan tidak diperbaiki.

Batas aman konsumsi jeroan

Ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak menjadikan jeroan sebagai menu utama dalam setiap hidangan. Konsumsi sesekali masih dapat diterima, asalkan porsinya kecil dan tidak dibarengi makanan tinggi purin lainnya. Pengolahan yang terlalu banyak minyak juga sebaiknya dihindari. Langkah ini penting untuk menjaga kadar asam urat tetap terkendali.

Air putih yang cukup membantu tubuh membuang sisa metabolisme melalui urine. Asupan cairan yang baik dapat menekan risiko pengendapan kristal asam urat di ginjal. Selain itu, konsumsi sayur, buah, dan sumber protein rendah lemak juga perlu diperhatikan. Pola makan seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap nyaman setelah perayaan Idul Adha.

Mereka yang memiliki riwayat asam urat, gangguan ginjal, atau hipertensi perlu lebih berhati-hati. Konsultasi ke tenaga medis disarankan bila muncul nyeri sendi, bengkak, atau gangguan buang air kecil. Pemeriksaan lebih awal dapat mencegah kondisi memburuk. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, masyarakat tetap bisa menikmati momen Idul Adha tanpa mengorbankan kesehatan.

Ciri tubuh perlu diwaspadai

Gejala awal asam urat sering kali muncul berupa nyeri tajam pada sendi tertentu. Keluhan ini bisa disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat di area yang terkena. Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat kesulitan berjalan atau menggerakkan anggota tubuh. Jika keluhan muncul setelah konsumsi jeroan berlebih, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan.

Gangguan ginjal akibat asam urat juga memiliki tanda yang patut diwaspadai. Nyeri pinggang, mual, urine keruh, atau rasa perih saat buang air kecil dapat menjadi sinyal awal. Gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele karena bisa mengarah pada batu saluran kemih. Penanganan yang cepat akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.

Masyarakat disarankan lebih bijak dalam memilih menu selama perayaan kurban. Menikmati hidangan khas Idul Adha tetap dapat dilakukan tanpa berlebihan. Kuncinya adalah menjaga porsi, memperbanyak cairan, dan menyeimbangkan asupan makanan. Dengan cara itu, tradisi makan bersama tetap berjalan, sementara kesehatan tubuh tetap terjaga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!